POJOKSATU.id - Pernah tidak, satu masalah kecil malah terus berputar di kepala sampai berjam-jam?

Nah, kondisi seperti ini bisa membuat pikiran terasa penuh dan tubuh ikut lelah.

Kebiasaan memikirkan sesuatu secara berlebihan dikenal dengan istilah overthinking.

Berpikir tentu penting untuk mencari jalan keluar dari persoalan.

Baca Juga: Jalan Dosen PPPK Menjadi PNS, PP Nomor 26 Tahun 2026 Diterbitkan, Ini Mekanismenya

Namun, ketika pikiran hanya berputar pada kemungkinan buruk, kesalahan masa lalu, atau kekhawatiran tentang masa depan tanpa menghasilkan solusi, kondisi tersebut justru bisa semakin menguras energi.

Karena itu, penting mengetahui cara mengurangi overthinking sebelum kebiasaan tersebut semakin mengganggu aktivitas sehari-hari.

Beri Jeda pada Pikiran
Ketika pikiran terasa buntu, memaksakan diri untuk terus memikirkan persoalan bukan selalu pilihan terbaik.

Baca Juga: Alasan Prabowo Jual KRI Ki Hajar Dewantara, Kemhan: Sudah Tua dan Tidak Ekonomis

Cobalah mengambil jeda dengan melakukan kegiatan lain yang membutuhkan perhatian.

Misalnya berjalan sebentar, membereskan sesuatu, membaca, mendengarkan musik, atau mengerjakan aktivitas yang membuat pikiran lebih fokus.

Jeda semacam ini bukan berarti menghindari masalah.

Justru, memberi ruang bagi otak dapat membantu seseorang kembali melihat persoalan dengan sudut pandang yang lebih tenang.

Baca Juga: OTW PNS, Guru Madrasah Swasta Juga Minta Kepastian, Kemenag Pernah Usulkan 630 Ribu PPPK

Jangan Langsung Percaya Semua yang Ada di Kepala
Pikiran tidak selalu menggambarkan kenyataan secara akurat.

Saat mulai muncul berbagai dugaan negatif, coba berhenti sejenak dan tanyakan kepada diri sendiri: apakah kekhawatiran tersebut benar-benar berdasarkan fakta?

Pertimbangkan juga kemungkinan lain yang lebih realistis.

Cara ini dapat membantu membedakan antara sesuatu yang benar-benar terjadi dan sesuatu yang hanya sedang dikhawatirkan.

Baca Juga: Beli Mobil Hyundai Ioniq 5 Secara Cash Berujung Kecewa, Influencer Aa Juju Bagikan Pengalaman Pahit

Kalau dilakukan terus-menerus, kebiasaan tersebut dapat membantu seseorang mengembangkan pola berpikir yang lebih seimbang.

Belajar Mengenali Diri
Kemampuan mengenali emosi dan memahami diri sendiri juga penting ketika menghadapi kebiasaan berpikir berlebihan.

Cobalah memperhatikan kapan overthinking biasanya muncul.

Apakah setelah menerima kritik, menghadapi masalah pekerjaan, memikirkan hubungan dengan orang lain, atau ketika sedang sendirian?

Baca Juga: Heboh Video Maba UNP Disuruh Jalan Jongkok, Kampus Sebut Bukan Perpeloncoan, DPR Minta Evaluasi

Dengan mengenali pemicunya, seseorang bisa lebih mudah menentukan cara menghadapi pikiran tersebut.

Rasa percaya diri dan kemampuan mengendalikan respons terhadap suatu situasi juga dapat terus dilatih.

Tidak harus langsung sempurna, yang penting dilakukan secara bertahap.

Meditasi Bisa Jadi Pilihan
Meditasi dapat digunakan untuk melatih perhatian agar tidak terus terseret oleh berbagai pikiran.

Tidak perlu langsung melakukan sesi panjang.

Baca Juga: Kronologi OTT Rektor Unsoed Akhmad Sodiq, Berawal dari Purwokerto Uang Tunai Ratusan Juta Diamankan

Luangkan sekitar 10 menit untuk duduk dengan nyaman dan memperhatikan napas.

Ketika pikiran mulai melayang ke berbagai hal, arahkan kembali perhatian pada napas.

Tujuannya bukan membuat kepala benar-benar kosong, melainkan melatih kemampuan untuk menyadari ketika pikiran mulai mengembara.

Latihan sederhana ini dapat membantu membangun kebiasaan untuk kembali fokus pada saat ini.

Berdamai dengan Kesalahan Masa Lalu

Baca Juga: Self Love Bukan Sekadar Me Time, Berikut Tips Cara Mencintai Diri Sendiri dalam Kehidupan Sehari-hari

Salah satu hal yang sering membuat seseorang terjebak dalam overthinking adalah terus mengulang kejadian yang sudah berlalu.

Penyesalan memang manusiawi.

Namun, tidak semua hal bisa diubah kembali.

Daripada terus menghukum diri sendiri, cobalah mengambil pelajaran dari kejadian tersebut.

Setelah itu, beri kesempatan kepada diri sendiri untuk melanjutkan hidup.

Baca Juga: Usus Ayam Bumbu Kuning yang Gurih dan Pedas, Lauk Rumahan yang Bikin Nasi Cepat Habis

Rasa syukur terhadap hal-hal kecil juga dapat membantu menggeser perhatian dari kekurangan menuju sesuatu yang masih bisa dihargai.

Dukungan dari orang-orang terdekat pun tidak kalah penting.

Berbicara dengan seseorang yang dipercaya terkadang membuat beban pikiran terasa sedikit lebih ringan.

Kapan Perlu Mencari Bantuan?
Jika kebiasaan berpikir berlebihan terus berlangsung dan mulai mengganggu kehidupan sehari-hari, jangan merasa harus menghadapinya sendirian.

Baca Juga: Link Pendaftaran PPIH Kesehatan 2027, Cek Jadwal dan Syarat Lengkapnya

Bantuan profesional dapat menjadi pilihan ketika seseorang kesulitan mengendalikan pikiran atau mengalami tekanan emosional yang semakin berat.

Tenaga profesional kesehatan mental dapat membantu memahami pola pikiran yang muncul sekaligus menemukan strategi yang sesuai untuk menghadapinya.

Yang perlu diingat, meminta bantuan bukan berarti seseorang lemah.

Justru, mengenali bahwa diri sedang membutuhkan pertolongan merupakan bentuk kepedulian terhadap diri sendiri.

Baca Juga: Semarak HUT RI di Batam, 108 Tim Adu Kemampuan di 17 Agustus Orozon Tournament

Pikiran memang tidak selalu bisa dihentikan begitu saja.

Namun, kita bisa belajar menentukan mana yang perlu dipikirkan, mana yang perlu dilepaskan, dan kapan harus memberi diri sendiri waktu untuk beristirahat.

Pelan-pelan saja, karena menenangkan pikiran juga merupakan bagian dari perjalanan untuk hidup dengan lebih damai.***