POJOKSATU.id - Mencintai diri sendiri ternyata bukan sekadar mengatakan, “Aku harus bahagia.”

Self-love justru terlihat dari bagaimana seseorang memperlakukan dirinya ketika sedang gagal, kecewa, lelah, bahkan saat merasa belum menjadi versi terbaik dirinya.

Konsep ini mengajarkan seseorang untuk mengenali sekaligus menghargai dirinya secara lebih sehat.

Bukan berarti selalu membenarkan diri sendiri, ya, tetapi memahami bahwa setiap orang punya kekurangan, kelebihan, batas kemampuan, dan proses hidup yang berbeda.

Baca Juga: Usus Ayam Bumbu Kuning yang Gurih dan Pedas, Lauk Rumahan yang Bikin Nasi Cepat Habis

Self-love juga dapat terlihat dari kemampuan untuk tidak terus-menerus menyalahkan diri ketika mengalami penolakan atau kegagalan.

Seseorang belajar kembali berdiri, mempercayai kemampuannya, serta membangun pandangan yang lebih positif terhadap dirinya.

Bukan Berarti Harus Selalu Bahagia
Dalam kehidupan sehari-hari, mencintai diri sendiri bukan berarti memaksakan diri untuk selalu merasa bahagia.

Ada kalanya seseorang kecewa, sedih, marah, atau kehilangan semangat.

Baca Juga: Link Pendaftaran PPIH Kesehatan 2027, Cek Jadwal dan Syarat Lengkapnya

Perasaan tersebut tetap perlu diterima tanpa membuat diri sendiri merasa bersalah karena mengalaminya.

Dengan penerimaan diri yang lebih baik, seseorang dapat belajar menghadapi berbagai kondisi hidup tanpa terus terjebak dalam penilaian negatif terhadap dirinya.

Hal ini juga berkaitan dengan rasa percaya diri.

Ketika seseorang mampu menerima kelebihan dan kekurangannya, penghargaan terhadap diri sendiri perlahan dapat tumbuh.

Baca Juga: Semarak HUT RI di Batam, 108 Tim Adu Kemampuan di 17 Agustus Orozon Tournament

Dampaknya Bisa Terasa pada Kesehatan
Self-love bukan hanya berkaitan dengan perasaan.

Cara seseorang menghargai dirinya juga dapat tercermin melalui kebiasaan menjaga tubuh.

Orang yang peduli terhadap dirinya cenderung lebih memperhatikan kebutuhan fisik, mulai dari makanan bergizi, aktivitas fisik, hingga waktu istirahat yang cukup.

Menjalani kebiasaan tersebut bukan semata-mata untuk mendapatkan penampilan tertentu, melainkan sebagai bentuk perhatian terhadap tubuh yang sudah menemani menjalani berbagai aktivitas setiap hari.

Baca Juga: Sosok Rektor Unsoed Ditangkap KPK Sudah 4 Tahun Menjabat, Tiga Kali Jadi Dosen Berprestasi

Dari sisi psikologis, kemampuan menerima diri dan menghadapi tekanan dengan lebih sehat juga dapat membantu seseorang menghadapi situasi sulit.

Karena itu, self-love kerap dikaitkan dengan upaya menjaga kesejahteraan mental.

Mulai dari Berhenti Membandingkan Diri
Salah satu langkah yang bisa dicoba adalah mengurangi kebiasaan membandingkan kehidupan sendiri dengan orang lain.

Apalagi di era media sosial, pencapaian orang lain sering kali terlihat begitu sempurna.

Baca Juga: Ruben Onsu Segera Diperiksa sebagai Tersangka Kasus Dugaan Penipuan Investasi

Padahal, yang ditampilkan belum tentu menggambarkan seluruh perjalanan mereka.

Daripada sibuk menghitung pencapaian orang lain, lebih baik melihat perkembangan diri sendiri.

Sekecil apa pun kemajuannya, tetap layak dihargai.

Coba juga mengenali diri secara lebih dalam.

Menulis jurnal bisa menjadi salah satu cara sederhana untuk memahami apa yang sedang dirasakan, apa yang ditakuti, apa yang diinginkan, hingga tujuan yang ingin dicapai.

Baca Juga: Kata Gerindra Guru harus Berterimakasih ke Prabowo karena Guru PPPK bisa jadi PNS 2027

Jangan Lupa Memberi Ruang untuk Diri Sendiri
Self-love juga bisa diwujudkan dengan memberikan apresiasi setelah berhasil melewati sesuatu.

Tidak harus dengan hal mahal. Menikmati hobi, beristirahat sejenak, berjalan-jalan, membaca buku, atau melakukan kegiatan yang disukai bisa menjadi bentuk penghargaan terhadap diri sendiri.

Nah, yang tak kalah penting adalah memperhatikan lingkungan sekitar.

Pertemanan dan lingkungan sosial dapat memberikan pengaruh terhadap cara seseorang memandang dirinya.

Baca Juga: Kata Gerindra Guru harus Berterimakasih ke Prabowo karena Guru PPPK bisa jadi PNS 2027

Berada di sekitar orang-orang yang suportif dapat membantu menciptakan ruang yang lebih nyaman untuk berkembang.

Sebaliknya, jika sebuah lingkungan terus membuat seseorang merasa tidak berharga, mungkin sudah waktunya mengevaluasi kembali hubungan tersebut.

Mencintai diri sendiri bukan tentang menjadi sempurna.

Self-love lebih kepada belajar memperlakukan diri dengan penuh penghargaan sambil tetap berusaha menjadi pribadi yang lebih baik.

Tidak semua hari harus berjalan sempurna. Ada hari ketika kita berhasil, ada pula saat semuanya terasa berantakan.

Baca Juga: Rombongan Bantuan di Ngada NTT Diadang Warga yang tak Dapat Bantuan, Jalan Diblokir Motor dan Kayu

Namun, di tengah perjalanan itu, jangan lupa bahwa diri sendiri juga pantas mendapatkan pengertian dan kebaikan.

Langkah paling berarti untuk melanjutkan hidup memang dimulai dari belajar berdamai dengan diri sendiri.***