POJOKSATU.id - Video yang memperlihatkan sejumlah mahasiswa baru (maba) Universitas Negeri Padang (UNP) berjalan jongkok saat hendak memasuki kampus menjadi sorotan.

Dalam video tersebut, para maba terlihat mengenakan seragam hitam putih dan berjalan jongkok sambil diawasi mahasiswa senior. Mereka juga menggunakan berbagai atribut, termasuk topi dan kertas karton yang dikalungkan.

Menurut Sekretaris UNP, Erianjoni, maba yang melakukan kegiatan tersebut berasal dari Fakultas Teknik.

Baca Juga: Kronologi OTT Rektor Unsoed Akhmad Sodiq, Berawal dari Purwokerto Uang Tunai Ratusan Juta Diamankan

Kampus Sebut Bukan Perpeloncoan

Erianjoni menegaskan aksi berjalan jongkok tersebut bukan bentuk perpeloncoan.

Menurutnya, kegiatan itu hanya berupa pemanasan atau peregangan sebelum mahasiswa memasuki kampus.

"Bukan perpeloncoan, hanya semacam pemanasan, peregangan otot. Biar maba lebih fresh," kata Erianjoni kepada awak media, Rabu (19/8).

Baca Juga: Self Love Bukan Sekadar Me Time, Berikut Tips Cara Mencintai Diri Sendiri dalam Kehidupan Sehari-hari

Ia juga menegaskan UNP tidak mewajibkan maba berjalan jongkok. Aksi tersebut disebut merupakan spontanitas sejumlah senior di beberapa program studi.

"Tidak ada kita model gitu, tapi beberapa di prodi. Tujuannya untuk mendidik adik-adik agar disiplin," ungkapnya.

Menurut Erianjoni, selama tidak terdapat unsur kekerasan, kegiatan tersebut masih dipantau pihak kampus.

Baca Juga: Semarak HUT RI di Batam, 108 Tim Adu Kemampuan di 17 Agustus Orozon Tournament

"Selagi tidak ada kekerasan, masih kita pantau saja. Cuma berjalan jongkok, itu ada hubungan keakraban dan disiplin," katanya.

Ia menambahkan, hingga saat ini tidak ada laporan mengenai kekerasan terhadap maba dalam kegiatan tersebut.

DPRD Sumbar Minta PKKMB Dievaluasi

Anggota DPRD Sumatera Barat dari Fraksi PDIP, Albert Hendra Lukman, mengkritik kegiatan tersebut.

Menurut Albert, pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) perlu dievaluasi jika justru menimbulkan kritik masyarakat.

Baca Juga: Ruben Onsu Segera Diperiksa sebagai Tersangka Kasus Dugaan Penipuan Investasi

"Kalau ospek masih dilakukan, tentu kita harus lihat sejauh mana konsep ospek atau perkenalan kampus tersebut," kata Albert kepada wartawan, Rabu (19/8).

Ia menilai kegiatan yang mungkin relevan pada masa lalu belum tentu sesuai dengan kondisi saat ini. 

Apalagi, perkembangan teknologi dan media sosial membuat setiap kegiatan kampus mudah tersebar.

"Kalau manfaatnya itu tidak terlalu signifikan dalam istilah ospek tersebut, lebih bagus ditiadakan. Daripada mengundang kritikan dari masyarakat," tegasnya.

Baca Juga: Kata Gerindra Guru harus Berterimakasih ke Prabowo karena Guru PPPK bisa jadi PNS 2027

Albert juga menilai alasan spontanitas senior tidak dapat menjadi pembenaran untuk mengabaikan aturan.

"Namanya kampus harus ada aturan. Mahasiswa-mahasiswa yang menerima mahasiswa baru ini harus direspons dan dievaluasi. Manfaatnya apa, mudaratnya apa," ungkapnya.

Baca Juga: Kupas Bawang

Komisi X DPR Soroti Senioritas

Sorotan juga disampaikan Wakil Ketua Komisi X DPR, Lalu Hadrian Irfani.

Lalu meminta praktik PKKMB yang berpotensi merendahkan martabat mahasiswa baru dievaluasi, termasuk kegiatan menyuruh maba berjalan jongkok atau menggunakan atribut yang merendahkan.

"Perspektif saya, praktik Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) yang menyuruh maba jalan jongkok, menggunakan atribut yang merendahkan, atau bentuk senioritas berlebihan tentu perlu dievaluasi," kata Lalu, Kamis (20/8).

Baca Juga: Beasiswa Unggulan 2026 Resmi Dibuka, Pendaftaran Hanya sampai 24 Agustus

Menurutnya, pengenalan kehidupan kampus seharusnya menjadi ruang untuk membangun karakter dan memperkenalkan lingkungan akademik, bukan menjadi tempat perundungan atau penyalahgunaan kekuasaan.

"Prinsipnya, pengenalan kehidupan kampus harus mendidik, membangun karakter, dan memperkenalkan lingkungan akademik, bukan menjadi ruang perundungan atau penyalahgunaan kekuasaan," ujarnya.

Lalu juga meminta pihak UNP memberikan klarifikasi dan mengevaluasi siapa yang bertanggung jawab atas kegiatan tersebut agar kejadian serupa tidak berulang.

Baca Juga: Kabut Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Kalbar, Menhub Minta Maskapai Waspada

Tradisi Boleh, Penghinaan Tidak

Lalu menegaskan Komisi X DPR tidak menolak kegiatan pengenalan kampus. Tradisi dalam PKKMB tetap dapat dipertahankan selama dilaksanakan dengan cara yang mendidik dan menghormati mahasiswa baru.

"Kami bukan anti-kegiatan pengenalan kampus, tetapi menolak cara-cara yang merendahkan martabat mahasiswa baru," tegasnya.

"Tradisi boleh dilestarikan, tetapi kalau sudah mengandung penghinaan, pemaksaan, atau potensi kekerasan, harus dihentikan dan dievaluasi," kata Lalu. ***