POJOKSATU.id - GURU HONORER JANGAN DIAM PEMDA MINIM USUL FORMASI PPPK 2024, Kategori P3 Daerah Ini Berhasil Desak Pemda Tambah 4.000 Formasi Guru
Seperti diketahui, Panselnas beberapa kali memperpanjang masa usul formasi PPPK 2024 atau formasi calon pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja.
Itu lantaran sampai dengan deadline yang dituntukan, usulan formasi PPPK 2024 atau pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja dari instansi daerah masih sangat minim.
Artinya, jumlah usulan formasi PPPK 2024 berselisih sangat jauh dari kuota nasional yang ditetapkan pemerintah.
Meski begitu, guru honorer jangan diam saja. Sebaliknya guru honorer harus bersatu dan bergerak bersama-sama.
Tujuannya tidak mendesak pemda mengoptimalkan kuota formasi PPPK guru 2024.
Apakah bisa guru honorer mendesak pemda menambah usul formasi PPPK guru 2024?
Kuota dan Formasi PPPK 2024
Seperti yang sudah diumumkan, pemerintah menyediakan kuota formasi untuk rekrutmen CASN 2024 degan total mencapai 2.302.543 formasi.
Instansi pusat mendapat jatah alokasi sebanyak 429.183 formasi.
Terdiri dari 207.247 formasi CPNS 2024 dan 221.936 formasi PPPK 2024.
Khusus untuk formasi CPNS dan PPPK bagi instansi daerah atau pemerintah daerah disediakan sebanyak 1.867.333 formasi.
Terdiri dari 483.575 formasi CPNS 2024 dan 1.383.758 formasi PPPK 2024.
Dengan demikian, total formasi PPPK 2024 berjumlah 1.605.694 formasi.
Khusus untuk formasi PPPK guru 2024 bagi pemerintah daerah disediakan sebanyak 419.146 formasi.
Tentunya yang menjadi prioritas adalah guru lulus PG 2021 yang sampai saat ini ada sekitar 12 ribuan yang belum mendapat penempatan.
Selanjutnya, adalah alokasi untuk guru honorer se-Indonesia agar bisa diangkat jadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja atau PPPK 2024.
Selanjutnya adalah kuota PPPK tenaga kesehatan sebanyak 417.196 formasi.
Terbanyak adalah kuota formasi PPPK tenaga teknis sebanyak 547.416.
Dari 547.416 formasi tersebut, sebanyak 82.717 formasi diperuntukkan bagi honorer tendik atau tenaga kependidikan.
Mereka yang termasuk dalam honorer tendik adalah penjaga sekolah, operator, laboran, pustakawan, tenaga administrasi sekolah, securiti dan tenaga keamanan sekolah.
Termasuk untuk mengakimodir honorer dengan ijazah SMA yang juga akan diangkat jadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja atau PPPK.
Teknisnya, ada yang diangkat jadi PPPK penuh waktu maupuan PPPK paruh waktu.
Namun sampai dengan 3 kali perpanjangan masa usulan formasi PPPK 2024, ternyata hasilnya tetap juga masih minim.
Menteri PAN RB Abdullah Azwar Anas juga sudah berkali-kali mengingatkan pemda agar memprioritaskan honorer diangkat jadi ASN pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja.
Namun di sisi lain, banyak pemerintah daerah yang tegas mengutarakan, bahwa usulan formasi PPPK 2024 bukan didasarkan pada kabutuhan.
Melainkan didasarkan pada kekuatan keuangan daerah untuk membayar gaji pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja atau PPPK 2024.
Kabar Buruk bagi Guru Honorer se-Indonesia
Sementara, kabar buruk bagi guru honorer se-Indonesia disampaikan Dirjen GTK Kemdikbudristek, Prof Nunuk Suryani.
Dimana Prof Nunuk Suryani menyampaikan bahwa sampai batas akhir masa usul formasi PPPK guru 2024, ternyata belum dimaksimalkan pemerintah daerah.
Hal itu disampaikan Prof Nunuk Suryani melalui akun media sosialnya, belum lama ini.
Dalam pernyataannya, Prof Nunuk Suryani mengungkap bahwa masih banyak pemda yang belum mengoptimalkan usulan formasi PPPK guru 2024.
Sehingga hal itu membuat taget pemenuhan kebutuhan formasi guru ASN PPPK 2024 sebanyak 419.146 belum bisa terpenuhi.
Fakta itu disampaikan Prof Nunuk Suryani berdasarkan data per 31 Januari 2024.
Berdasarkan pernyataan tersebut, bisa disimpulkan bahwa usul formasi PPPK guru 2024 dari seluruh pemerintah daerah masih jauh dari harapan.
Sehingga impian guru honorer diangkat jadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja atau PPPK 2024 bak api jauh dari panggang.
Kondisi ini tentu saja mempengaruhi jumlah guru honorer yang bisa diangkat jadi PPPK 2024 dipastikan jauh lebih sedikit.
Perjuangan Guru Honorer Kabupaten Bogor
Salah satu perjuangan guru honorer sekolah negeri yang berhasil mendesak pemda menambah usul formasi PPPK guru 2024 terjadi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Sebanyak 2.303 guru yang terdaftar di Dapodik tersebut bergerak bersama mendesak Pemkab Bogor menambah usulan formasi guru.
Sebelumnya, Pemkab Bogor hanya mengajukan usul 2.235 PPPK 2024 untuk semua formasi ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).
Karena itu, guru honorer sekolah negeri kategori P3 yang tergabung dalam Himpunan Guru Honorer Negeri P3 Status Kode P Kabupaten Bogor, langsung bergerak.
Mereka terus mendesak sampai akhirnya Pemkab Bogor sepakat menambah usul formasi guru PPPK 2024 hingga 4.000 formasi.
Ketua Himpunan Guru Honorer Negeri P3 Status Kode P Kabupaten Bogor, Esa Saputra bersyukur mengungkap, keputusan itu diambil setelah pertemuan di Kantor Bupati Kabupaten Bogor pada Jumat (8/3/2024) itu.
Formasi yang disepakati tersebut difokuskan khusus untuk kuota guru honorer negeri kategori P3.
Pertemuan itu dihadiri Pj Bupati Bogor Asmawa Tosepu, Kepala BPKAD Kabupaten Bogor Mely Kamelia, dan Kepala BKPSDM Kabupaten Bogor Rusliandy.
"Kami akan kunci dan kawal bersama langkah baik dan komitmen ini hingga tuntas, hingga SK PPPK berada di tangan kami," tegas Esa Saputra kepada Pojoksatu.id, Sabtu 10 Maret 2024.
Esa juga bersyukur perjuangan mereka akhirnya membuahkan hasil.
"Alhamdulillah, kami bersyukur dengan titik temu dan kesepakatan yang sudah ditandatangi Pj Bupati Bogor," ungkap Esa Saputra.
Menilik pada perjuangan guru honorer kategori P3 d Kabupaten Bogor itu tentu saja bisa ditiru daerah lain.
Jika guru honorer bersatu dan bergerak bersama-sama, pasti bisa membuahkan hasil.
Tapi jika guru honorer diam saja ketika pemda mengusulkan formasi PPPK 2024 sangat kecil, maka nasib guru honorer tidak akan bisa berubah.
Impian guru honorer diangkat jadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja atau PPPK 2024 pun akan menipis.
Itulah informasi GURU HONORER JANGAN DIAM PEMDA MINIM USUL FORMASI PPPK 2024, Kategori P3 Daerah Ini Berhasil Desak Pemda Tambah 4.000 Formasi Guru. Semoga bermanfaat.***




