POJOKSATU.id — Kucing menjadi salah satu hewan peliharaan yang banyak dipilih karena tingkahnya yang menggemaskan dan relatif mudah dirawat.

Namun, di tengah popularitas tersebut, masih beredar berbagai anggapan mengenai dampak memelihara kucing terhadap kesehatan manusia.

Beberapa di antaranya bahkan mengaitkan kucing dengan kemandulan, gangguan paru-paru hingga berbagai penyakit berbahaya.

Baca Juga: Fakta Kasus Rektor Unsoed Akhmad Sodiq, Terseret Dugaan Pemerasan Penerimaan Mahasiswa Baru

Padahal, tidak semua anggapan tersebut benar.

Ada sejumlah risiko kesehatan yang memang perlu diperhatikan, tetapi memelihara kucing tidak secara otomatis membuat seseorang mengalami gangguan kesehatan.

Berikut sejumlah mitos mengenai memelihara kucing sekaligus manfaat kesehatan yang sebenarnya dapat diperoleh.

Salah satu mitos yang cukup sering terdengar adalah memelihara kucing dapat menyebabkan kemandulan.

Baca Juga: Karhutla Meluas, 72.798 Hektare Lahan Terbakar dan 57.267 Petugas Dikerahkan

Anggapan tersebut biasanya dikaitkan dengan toksoplasmosis, yaitu infeksi yang disebabkan parasit Toxoplasma gondii.

Kucing memang dapat menjadi salah satu sumber paparan parasit tersebut.

Namun, keberadaan kucing di rumah tidak secara otomatis menyebabkan seseorang menjadi mandul.

Baca Juga: Lima Strategi Prabowo Atasi Karhutla Kalimantan, Tambah Pasukan hingga Perbanyak Water Bombing

Risiko toksoplasmosis lebih berkaitan dengan paparan parasit, termasuk melalui kotoran kucing yang terinfeksi, makanan yang terkontaminasi, maupun sumber lainnya.

Oleh karena itu, menjaga kebersihan dan mencuci tangan setelah melakukan aktivitas yang berisiko menjadi langkah penting.

Mitos lainnya menyebutkan bahwa bulu kucing dapat menyebabkan penyakit pernapasan pada semua orang.

Faktanya, tidak semua orang mengalami gangguan pernapasan hanya karena berada di sekitar kucing.

Baca Juga: Daftar Prodi dan Kuota PKN STAN 2026, Pendaftaran Dibuka hingga 30 Agustus

Namun, sebagian orang memang memiliki alergi terhadap protein yang terdapat pada serpihan kulit, air liur atau urine kucing.

Protein tersebut dapat menempel pada bulu dan menyebar di lingkungan sehingga memicu reaksi alergi pada orang yang sensitif.

Ada pula anggapan bahwa memelihara kucing dapat membuat paru-paru rusak.

Keberadaan kucing di rumah tidak secara otomatis menyebabkan kerusakan paru-paru pada orang sehat.

Baca Juga: Warga Desa Kebiranga Terdampak Gempa NTT Dapat Layanan Kesehatan Relawan GAN, Pijat Cimande Diminati

Meski demikian, paparan alergen dari kucing dapat memicu gejala pada orang yang memiliki alergi atau asma.

Oleh karena itu, pemilik kucing yang mengalami keluhan setelah berinteraksi dengan hewan tersebut sebaiknya memperhatikan kemungkinan adanya alergi.

Kucing juga kerap dianggap sebagai hewan yang selalu membawa penyakit berbahaya.

Anggapan ini tidak sepenuhnya tepat.

Baca Juga: Pemerintah Kerahkan 1.500 Prajurit TNI Beserta Pemadam Perorangan untuk Padamkan Karhutla

Kucing memang dapat membawa sejumlah mikroorganisme yang berpotensi menyebabkan penyakit, tetapi bukan berarti setiap kucing pasti menjadi sumber penyakit bagi manusia.

Perawatan kesehatan hewan, vaksinasi sesuai kebutuhan, pengendalian parasit, menjaga kebersihan lingkungan serta mencuci tangan setelah memegang kucing atau membersihkan kotorannya dapat membantu mengurangi risiko penularan penyakit.

Mitos lain yang perlu diluruskan adalah anggapan bahwa ibu hamil sama sekali tidak boleh berada di dekat kucing.

Kekhawatiran pada masa kehamilan terutama berkaitan dengan risiko toksoplasmosis.

Namun, bukan berarti ibu hamil harus menjauhi kucing sepenuhnya.

Baca Juga: Kasus Pemerasan oleh Rektor, Kuota Kedokteran Unsoed 245 Orang, Jalur Mandiri 73 Mahasiswa

Langkah pencegahan yang dapat dilakukan antara lain menghindari kontak langsung dengan kotoran kucing dan meminta orang lain membersihkan litter box jika memungkinkan. Kebersihan tangan dan makanan juga perlu diperhatikan.

Di balik berbagai mitos tersebut, keberadaan kucing sebagai hewan peliharaan juga dapat memberikan sejumlah manfaat bagi kesejahteraan pemiliknya.

Berinteraksi dengan kucing dapat menjadi aktivitas yang menyenangkan dan memberikan rasa nyaman.

Bagi sebagian orang, menghabiskan waktu bersama hewan peliharaan juga dapat membantu mengurangi stres dan membuat suasana hati menjadi lebih baik.

Kucing juga dapat menjadi teman sehari-hari bagi pemiliknya.

Baca Juga: Baby Udon Tawarkan Perspektif Laki-Laki tentang Perjuangan Rumah Tangga

Kehadiran hewan peliharaan di rumah dapat memberikan rasa ditemani dan membantu mengurangi perasaan kesepian pada sebagian orang.

Selain itu, merawat kucing membuat pemilik memiliki rutinitas tertentu.

Mulai dari memberikan makanan, membersihkan tempat tinggal, menyediakan waktu bermain hingga memastikan kebutuhan hewan terpenuhi.

Rutinitas tersebut dapat membantu seseorang memiliki aktivitas harian dan rasa tanggung jawab terhadap makhluk hidup lain.

Memelihara kucing juga membuat pemilik memiliki kesempatan untuk melakukan aktivitas fisik ringan.

Bermain bersama kucing, membersihkan area tempat tinggalnya atau melakukan berbagai aktivitas perawatan dapat membuat seseorang bergerak lebih aktif.

Hubungan antara manusia dan hewan peliharaan juga dapat memberikan pengalaman emosional yang positif.

Baca Juga: Tower Berdiri 8 Meter dari Rumah, Pemilik Lahan Gugat dan Minta Aktivitas Dihentikan

Rasa dekat, senang dan memiliki tanggung jawab terhadap hewan peliharaan dapat menjadi bagian dari kesejahteraan emosional seseorang.

Dengan demikian, memelihara kucing tidak bisa langsung dianggap sebagai sesuatu yang berbahaya bagi kesehatan.

Sejumlah risiko memang perlu diperhatikan, terutama berkaitan dengan alergi dan paparan penyakit tertentu.

Namun, risiko tersebut dapat ditekan dengan menjaga kebersihan, memberikan perawatan yang tepat dan memperhatikan kondisi kesehatan kucing.

Di sisi lain, keberadaan kucing sebagai hewan peliharaan juga dapat memberikan manfaat bagi sebagian orang, terutama dalam hal menemani pemilik, membangun rutinitas dan memberikan pengalaman yang menyenangkan.***