POJOKSATU.id — Presiden Prabowo Subianto menyiapkan serangkaian langkah untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan.

Upaya tersebut diarahkan langsung oleh Prabowo setelah dirinya tiba di Pangkalan TNI AU Supadio, Kalimantan Barat, pada Sabtu (22/8).

Melalui unggahan di akun Instagram Sekretariat Kabinet pada Sabtu (22/8), disebutkan bahwa Prabowo meminta penanganan karhutla dilakukan dengan segera, melibatkan koordinasi lintas instansi, serta berfokus pada kondisi nyata di lapangan.

Baca Juga: Daftar Prodi dan Kuota PKN STAN 2026, Pendaftaran Dibuka hingga 30 Agustus

Prabowo juga menginstruksikan pemerintah daerah untuk lebih tegas dalam menjalankan ketentuan yang berlaku di wilayahnya.

Di sisi lain, langkah antisipasi perlu diperkuat supaya kebakaran hutan dan lahan tidak kembali terjadi secara berulang.

Sebagai bagian dari percepatan penanganan, pemerintah pusat bersama sejumlah lembaga terkait menetapkan lima strategi utama.

1. Tambahan 1.500 Personel TNI
Kekuatan petugas di lokasi kebakaran akan diperbesar dengan mendatangkan tiga batalyon TNI dari luar Kalimantan.

Baca Juga: Mensesneg Bantah Haji Isam Jadi Pimpinan Pemadaman Karhutla di Kalimantan

Jumlah tambahan personel tersebut mencapai sekitar 1.500 prajurit.

Pengiriman pasukan dilakukan secara bertahap sejak Sabtu hingga Minggu (23/8) pagi.

Setibanya di lokasi, personel tambahan akan memperkuat tim yang telah lebih dahulu bertugas menangani karhutla.

Baca Juga: Warga Desa Kebiranga Terdampak Gempa NTT Dapat Layanan Kesehatan Relawan GAN, Pijat Cimande Diminati

2. Perkuat Penanganan Melalui Jalur Darat
Pemadaman secara langsung dari darat akan ditingkatkan untuk mengatasi titik-titik kebakaran yang tidak mudah dijangkau dari udara.

Petugas akan melakukan pemadaman manual sebagai bagian dari upaya mengendalikan api agar tidak semakin menyebar ke wilayah lainnya.

3. Enam Helikopter Water Bombing Ditambahkan
Upaya pemadaman melalui udara turut mendapat tambahan armada berupa enam helikopter berukuran besar yang akan digunakan dalam operasi water bombing.

Armada tersebut direncanakan tiba pada Sabtu sore dan segera diterjunkan untuk menangani titik api dengan area kebakaran yang cukup luas.

Baca Juga: Pemerintah Kerahkan 1.500 Prajurit TNI Beserta Pemadam Perorangan untuk Padamkan Karhutla

Kehadiran helikopter tambahan diharapkan mempercepat pengendalian kebakaran, khususnya di lokasi yang memiliki akses terbatas bagi tim pemadam di darat.

4. Intensifkan Operasi Modifikasi Cuaca
Pemerintah juga akan meningkatkan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di kawasan Kalimantan.

Pelaksanaan OMC diarahkan pada wilayah yang memiliki potensi pembentukan awan hujan, termasuk Kalimantan Barat.

Hujan yang dihasilkan diharapkan dapat membantu membasahi area yang terbakar dan mendukung proses pemadaman.

Baca Juga: Festival Padasuka V Meriah Tanpa APBD, DPRD Kota Bandung Singgung Anggaran Rp600 Juta

5. Tingkatkan Penanganan di Area Gambut
Lahan gambut menjadi salah satu kawasan yang mendapat perhatian khusus karena api dapat bertahan di bagian bawah permukaan tanah.

Untuk mengantisipasinya, pemerintah akan menambah peralatan pompanisasi dan pengeboran air guna membasahi lapisan bawah tanah.

Upaya tersebut ditujukan untuk mengurangi bara yang masih tersimpan di dalam tanah sekaligus menekan kemungkinan munculnya kembali titik kebakaran.

Baca Juga: Tower Berdiri 8 Meter dari Rumah, Pemilik Lahan Gugat dan Minta Aktivitas Dihentikan

Setelah memimpin koordinasi penanganan karhutla, Prabowo melanjutkan agenda dengan mendatangi Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.

Dalam kunjungan tersebut, Presiden meninjau langsung situasi di lokasi, termasuk kondisi lahan gambut yang masih menjalani proses pemadaman.

Melalui berbagai langkah tersebut, pemerintah berupaya menangani karhutla secara terpadu dengan menggabungkan pengerahan personel di darat, pemadaman melalui udara, pelaksanaan modifikasi cuaca, serta penguatan pengendalian kebakaran di kawasan gambut.***