POJOKSATU.id, Kota Bandung - Festival Padasuka Volume V kembali digelar dengan tema berbudaya, bekreasi, berkolaborasi, dan peduli lingkungan. Uniknya pada kegiatan disisipi penampilan berbagai budaya ada istiadat nusantara sebagi cerminan miniatur Indonesia.

Ketua pelaksana Safrul Dzulfikar Fazri, mengatakan selain karnaval yang diikut warga Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cibeunying Kidul dengan berpakaian, aksesoris, ataupun dekorasi dari bahan daur ulang. Kegiatan juga diisi 20 booth UMKM lokal dan band lokal seperti The Dirt, Cut the Crap, Nocturnal serta band lokal terkenal lainnya.

"Yang pertama ada karnaval, terus ada UMKM-nya, juga ada festival band dan ada guest star. Kita full dari pagi sampai jam 12 malam. Ada juga passion show dengan tematik dari Nusantara jadi menggambarkan miniatur Indonesia ada di kelurahan Padasuka," ujar Safrul di lokasi.

Baca Juga: Kasus Pemerasan oleh Rektor, Kuota Kedokteran Unsoed 245 Orang, Jalur Mandiri 73 Mahasiswa

Lurah Padasuka Zimmi Muslim, S.T mengatakan bawa festival kelima ini terselenggara berkat kolaborasi Karang Taruna dan LKK Kelurahan Padasuka serta yang lainnya.

"Tentunya kita mengajak kepada masyarakat di Kelurahan Padasuka khususnya untuk memiliki budaya hidup bersih yang pertama itu yang kedua adalah membiasakan diri dengan memilah sampah, karena alhamdulillah Padasuka punya satu program yaitu Padasuka Zero Waste dan kita adalah 60% warga di Padasuka memilah sampah dari kawasan bebas sampah (0:54) Untuk tahun ini," ujarnya.

Zimmi berpesa kepada panitia agar acara pesta rakyat ini tetap memperhatikan dan peduli lingkungan.

Baca Juga: BRI Luncurkan BRImo Taiwan, Permudah Akses Keuangan Diaspora Indonesia

"Untuk itu mari kita terus tingkatkan kepedulian kita kepada lingkungan dengan memilah sampah dari rumah dan juga mengurangi sampah yang digunakan oleh warga di Kelurahan Padasuka," imbuhnya.

Ditambahkan Camat Cibeunying Kidul Mochamad Edi Purwadi bahwa sebetulnya setiap kelurahan melaksanakan pesta rakyat, hanya yang paling meriah dan rutin dilakukan kelurahan Padasuka.

"Ini kan sudah volume lima, jadi dari dulu itu Padasuka, baik dalam keadaan, saya bilang keadaan normal ya, dana masih banyak, melaksanakan. Sekarang sedang masa nya efisiensi ini, tanpa biaya tetap melaksanakan. Ini sengat luar biasa ya, jadi yang muncul ada kolaborasinya," ujar Edi.

Baca Juga: Baby Udon Tawarkan Perspektif Laki-Laki tentang Perjuangan Rumah Tangga

Edi berharap acara dibiayai secara swadaya ini terus menimbulkan kreativitas, kekompakan warga dan RW-nya.

"Dan tentu saja ini harapan-harapan kami ini bisa mencerminkan, tentunya dalam kegiatan sehari-hari pembangunannya juga bisa gotong-royong terutama dalam masalah sampah ini, Pajero West ini kan tidak bisa dilakukan oleh satu rumah tangga, dua rumah tangga, tapi harus bersama-sama," tuturnya.

Dalam festival Padasuka itu hadir pula anggota DPRD Kota Bandung sekaligus Ketua Karang Taruna Kota Bandung Andri Gunawan. Andri menyentil Pemkot Bandung, pasalnya acara tanpa APBD ini sukses dan dirasakan langsung masyarakat.

Baca Juga: Tower Berdiri 8 Meter dari Rumah, Pemilik Lahan Gugat dan Minta Aktivitas Dihentikan

"Kita pemerintah kota seharusnya malu. Ini nol APBD, acaranya meriah sekali, tidak pakai APBD. Anggarannya swadaya masyarakat dan bantuan dari sponsor, acaranya sangat meriah. Apalagi kalau nanti APBD bisa intervensi di sini pasti lebih bagus. Kan kita harus malu sama sponsor nih," tegas Andri.

Andri memahami bahwa saat ini sedang melaksanakan efisiensi anggaran, tetapi
Andri mengherankan kenapa acara konser merah putih pekan lalu digelar Pemkot dengan anggaran Rp 600 juta bisa dilaksanakan sedang acara warga tersebut tidak ada dukungan Pemkot.

"Di OPD juga pasti banyak kegiatan-kegiatan yang belum mencerminkan ruang efisiensi. Jadi saya melihat ke depan, ini kan hanya ada beberapa kelurahan sebandung yang meriah seperti ini. Baiknya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata peka, coba keliling, melihat yang bagus-bagus. Tolong dibantu, dibina, dipersiapkan," gerutunya.

Baca Juga: Nama Ahmad Heryawan Muncul di Bursa Kabinet? Ini Catatan Kinerjanya di Jabar

Di kelurahan Padasuka kata Andri banyak hotel sehingga kemungkinan besar banyak melintas, turis.

"Kan kalau di Kalifornia ada festival karnaval bunga tahunan. Nah kan bisa beberapa kelurahan yang bagus dalam rangka rangkaian hari jadi Kota Bandung dan 17 Agustus nanti dibuat sebagai event kalender tahunan pemerintah kota," bebernya.

Sepengetahuan Andri kewilayahan yang menggelar pesta rakyat dengan meraih diantaranya Sekeloa, Inhofteng, dan di Pelindung Hewan.

Baca Juga: Pecahkan 2 Rekor MURI Sekaligus, Gus Fawait Tantang Kirab 1.000 Ancak Agung di Jember Tahun Depan

"Nah terhadap yang bagus-bagus itu kan pemerintah kota bisa menjadikan tempat itu sebagai destinasi pariwisata. Dipromosikan seperti kita mempromosikan kemarin Bandung Great Sale yang dilaksanakan di LaswinHeritage," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu hadir juga Wakil Wali Kota Bandung Erwin yang mengapresiasi kegiatan tersebut

"Saya memberikan apresiasi ya atas nama pribadi atas nama para pemerintah kota Bandung kepada panitia, LPM, Ketua Forum RW dan seluruh Ketua RW yang sudah sukses membuat acara ini (0:15) dengan biaya sendiri, masya Allah tapi begitu meriah, begitu megah, guyup gotong royong, tentunya ini suatu bentuk kolaborasi," ucap Erwin.

Baca Juga: Seleksi PPIH Kesehatan 1448 H-2027 M Resmi Dibuka, Cek Syarat dan Jadwal Lengkapnya

Sementara itu menanggapi permintaan DPRD kegiatan ini dimasukan ke anggaran dinas setiap tahun, kata Erwin memungkinkan (bisa diagendakan rutin tiap tahun melalui Dinas Kebudayaan maupun Dispora.

"Nanti mungkin ada pembicaraan dari Dewan, diusulkan kepada kami, supaya bisa dimasukkan di anggaran 2027 mungkin seperti itu bisa saja, karena ini adalah bentuk menampilkan budaya, kreasi," ujarnya.

Erwin berharap acara ini bisa ditiru sama wilayah di Kota Bandung sebagai bentuk gotong royong dan bentuk kolaborasi yang diciptakan.

Baca Juga: Ilmuwan Temukan Pusat Kekebalan Tersembunyi di Tengkorak, Bisa Jadi Kunci Lawan Kanker Otak

"Juga memberikan kebahagiaan bgi warga kota Bandung khususnya disini karena dengan ini otomatis hibjudin terjaga, hibjun nafs terjaga, hibjul akal terjaga, hibjun nasir terjaga, hibjumah terjaga semua. Ini manfaatnya luar biasa sekali dan dirasakan akan menjadi efek yang sangat besar, semua saling kenal, bersilahturahmi, sehingga bisa menjaga keamanan, bisa menjaga agama, menjaga bisnis, dan lainnya," harapnya.***