POJOKSATU.id, JEMBER - Kirab Pawai Budaya Ancak Agung yang digelar di Kabupaten Jember pada Sabtu (22/8/2026) sukses menyedot perhatian publik sekaligus menorehkan sejarah baru.
Tak tanggung-tanggung, perhelatan budaya ini berhasil memborong dua rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sekaligus.
Kedua rekor bergengsi tersebut adalah "Ancak Tertinggi dari Rangkaian Suwar-Suwir" dan "Kirab Ancak Agung Terbanyak".
Baca Juga: Mengunjungi RSUD Ende Pasca-gempa, Pasien Dirawat di Tenda, Tenaga Kesehatan Mulai Kelelahan
Pengukuhan rekor dunia ini diumumkan langsung oleh perwakilan MURI, Ari Andriani, dalam acara malam penganugerahan di sela-sela kegiatan Doa dan Shalawat Bersama di Alun-Alun Jember, Sabtu malam.
Malam penuh keberkahan yang menjadi rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut, semakin khidmat dengan lantunan shalawat yang dipimpin oleh Pengasuh Pondok Pesantren Walisongo Situbondo, KHR. Muhammad Kholil As’ad.
Terkait pemecahan rekor, mahakarya Ancak Suwar-Suwir yang dipamerkan memang tampil memukau.
Baca Juga: Mengenal Hotspot Karhutla, Titik Panas yang Dipantau Lewat Satelit
Ancak tersebut menjulang dengan tinggi 3,7 meter dan disusun dari 1.600 kemasan, yang jika ditotal berisi sekitar 32.000 buah camilan manis khas Jember tersebut.
Sementara itu, untuk rekor peserta kirab, Ari Andriani menjelaskan bahwa kegiatan ini sukses melampaui rekor sebelumnya yang berjumlah 449 ancak.
Rekor ini dikukuhkan sebagai rekor dunia karena MURI menilai Ancak Agung sukses mengangkat kearifan lokal asli Jember.
Baca Juga: Gempa NTT Terus Mengguncang, Jumlah Pengungsi Bertambah Jadi 110.785 Orang
“Setelah tadi pagi kami verifikasi, ada 527 Ancak Agung,” ungkap Ari membenarkan jumlah peserta yang membeludak.
Sebenarnya, panitia penyelenggara sempat mengusulkan target hingga 1.000 ancak.
Namun, karena mepetnya waktu persiapan, pihak MURI menetapkan batas pemecahan rekor di angka minimal 10 persen dari rekor lama.
Sebagai gantinya, Ari memberikan tantangan terbuka kepada Pemkab Jember untuk mewujudkan target 1.000 ancak pada pergelaran tahun depan.
Mengusung tema “Melestarikan Tradisi, Menguatkan Ukhuwah, Mengangkat Marwah Jember”, kirab ini bukan sekadar ajang pamer jumlah.
Baca Juga: Jakarta Job Fair 2026 Digelar 27-28 Agustus, Buka Ribuan Lowongan Kerja dan Gratis untuk Umum
Ratusan ancak yang memuat beragam hasil pertanian dan makanan tradisional itu diarak sebagai simbol rasa syukur kepada Allah SWT dan kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Pesertanya pun melibatkan gotong royong dari berbagai elemen, mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), puskesmas, kelurahan, desa, sekolah, hingga lembaga kemasyarakatan.
Dalam penilaian lomba kirab, SMPN 6 Jember berhasil keluar sebagai juara pertama, disusul oleh Roxy Mall di posisi kedua, dan SMPN 2 Jember di tempat ketiga.
Baca Juga: Unsoed Buka Suara Kasus OTT KPK, BEM Kawal Proses Hukum, Aliansi Soedirman Melawan Gelar Aksi
Menyikapi keberhasilan mencetak dua rekor dunia ini, Bupati Jember, Gus Fawait, memberikan respons positif.
Ia mengingatkan bahwa esensi utama dari acara ini bukan semata-mata mengejar pengakuan MURI.
“Ini bukan sekadar tentang rekor, tetapi bagaimana kita menjaga tradisi dan gotong royong masyarakat Jember,” tegas Gus Fawait.
Baca Juga: BNPT dan LPSK Hadir Dampingi Penyintas Terorisme Bangkit, Ubah Trauma Menjadi Ketangguhan
Ia pun menyambut hangat tantangan MURI dan optimistis bisa menghadirkan pawai yang jauh lebih masif di masa mendatang.
“Tahun depan kita ingin lebih besar lagi, targetnya 1.000 ancak. Mudah-mudahan semangat ini terus tumbuh dan menjadi kebanggaan masyarakat Jember,” pungkasnya. ***



