POJOKSATU.id - Film Baby Udon tidak hanya mengangkat perjuangan pasangan suami istri dalam memiliki buah hati, tetapi juga menghadirkan perspektif laki-laki dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan rumah tangga.
Hal tersebut disampaikan Denny Sumargo saat menghadiri Meet and Greet dan Screening Film Baby Udon bersama Caitlin Halderman di Plaza Medan Fair, Minggu (23/8/2026).
Kehadiran keduanya mendapat sambutan antusias dari penonton Medan yang memenuhi studio pemutaran.
Baca Juga: Tower Berdiri 8 Meter dari Rumah, Pemilik Lahan Gugat dan Minta Aktivitas Dihentikan
Dalam film yang terinspirasi dari kisah nyata tersebut, Denny memerankan Hajime Kondoh, sosok suami yang bersama Fanny harus menghadapi perjalanan rumah tangga yang tidak mudah.
Menurut Denny, Baby Udon mencoba memperlihatkan bahwa sebuah persoalan dalam kehidupan tidak selalu harus dimaknai sebagai sesuatu yang buruk. Ada makna dan kebaikan yang dapat ditemukan dari setiap peristiwa yang dialami seseorang.
“Film ini untuk menyampaikan pesan yang luar biasa dari hati, dari pemilik cerita ini kepada semua orang bahwa Tuhan itu Maha Baik. Tapi kadang-kadang kita suka berburuk sangka atau salah dalam menafsirkan apa yang Tuhan mau dalam hidup kita,” ujar Denny Sumargo.
Baca Juga: Nama Ahmad Heryawan Muncul di Bursa Kabinet? Ini Catatan Kinerjanya di Jabar
Ia mengatakan, kehadiran karakter Hajime juga menjadi pembeda karena film tidak hanya melihat persoalan rumah tangga dari sudut pandang perempuan.
Penonton diajak melihat bagaimana seorang pria menjalankan perannya sebagai suami sekaligus ayah ketika keluarga berada dalam situasi sulit.
“Film ini sebenarnya bukan POV-nya hanya dari POV wanita, tapi ada POV laki-laki yang melihat sebagai seorang ayah, sebagai seorang pria dan sebagai seorang suami,” katanya.
Baca Juga: Pecahkan 2 Rekor MURI Sekaligus, Gus Fawait Tantang Kirab 1.000 Ancak Agung di Jember Tahun Depan
Denny menilai keberagaman perspektif tersebut membuat kisah Baby Udon dapat diterima dari berbagai sisi. Penonton dapat melihat cerita berdasarkan posisi sebagai pasangan, suami, istri, ayah maupun anak.
Penonton Medan Ikut Terbawa Emosi
Antusiasme penonton Medan terlihat selama pemutaran film. Sejumlah adegan yang menggambarkan perjalanan Fanny dan Hajime bahkan membuat suasana studio menjadi haru.
Bagi Denny, respons tersebut menunjukkan bahwa cerita Baby Udon memiliki kedekatan dengan pengalaman kehidupan nyata.
Ia bahkan mengaku sempat terdiam ketika bertemu seorang perempuan di Medan yang memiliki pengalaman serupa dengan cerita dalam film setelah kehilangan suaminya.
Baca Juga: Ilmuwan Temukan Pusat Kekebalan Tersembunyi di Tengkorak, Bisa Jadi Kunci Lawan Kanker Otak
“Kita sempat speechless ya, nggak tahu mau ngomong apa. Karena ada seorang wanita tadi yang memang mengalami kisah yang sama, setelah suaminya meninggal dunia,” ungkapnya.
Denny juga mengapresiasi antusiasme masyarakat Medan terhadap Baby Udon. Menurutnya, Medan menjadi salah satu kota dengan jumlah bioskop terbanyak yang menggelar special screening film tersebut.
“Kalau istilah aku sih Medan ini emang paten kali sih. Dan bioskop terbanyak yang dibuka untuk special screening itu ada di Medan sekarang posisinya,” ujarnya.
Ia berharap kehadiran Baby Udon di Medan dapat menjadi kesempatan bagi penonton untuk menikmati sekaligus memberikan penilaian terhadap film tersebut.
Baca Juga: WhatsApp Tiba-Tiba Diblokir? Kenali Penyebabnya dan Cara Mengajukan Peninjauan
“Harapannya sederhana, kita datang ke Medan, sama halnya ke kota lain, menitipkan Baby Udon ini untuk dibesarkan, di-review, jadi kritik kalau memang ada yang kurang, dan dinikmati pastinya,” tuturnya.
Film Baby Udon disutradarai Fajar Bustomi dengan skenario yang ditulis Oka Aurora. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 3 September 2026.
Melalui kisah Fanny dan Hajime, Baby Udon menawarkan cerita tentang keteguhan pasangan dalam menghadapi persoalan keluarga sekaligus mengajak penonton melihat ujian kehidupan dari perspektif yang lebih luas. ***


