POJOKSATU.id, JAKARTA – Pemerintah mengerahkan 1.500 prajurit TNI beserta alat pemadam perorangan untuk membantu pemadaman api di titik-titik yang tersebar di kawasan Karhutla.

Presiden Prabowo juga memerintahkan penambahan 17 helikopter water bombing untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan.

"Adapun arahan Presiden untuk penanganan karhutla antara lain penambahan helikopter water bombing sebanyak 17 helikopter untuk melengkapi armada Satgas Udara yang telah siap di Kalimantan," kata Plt Kapusdatin Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan, Minggu (23/8/2026).

Baca Juga: Kasus Pemerasan oleh Rektor, Kuota Kedokteran Unsoed 245 Orang, Jalur Mandiri 73 Mahasiswa

Selain penambahan helikopter, Presiden juga menginstruksikan penambahan mesin pompa dan pipa di seluruh kabupaten/kota terdampak.

Pemerintah juga mengerahkan tiga batalion atau sekitar 1.500 prajurit TNI beserta alat pemadam perorangan untuk membantu pemadaman api di titik-titik yang tersebar.

Menurut Berton, pemerintah tidak hanya fokus memadamkan api yang telah muncul.

Operasi juga diarahkan untuk mencegah kebakaran meluas dan melindungi masyarakat dari dampak asap.

Baca Juga: Ilmuwan Temukan Pusat Kekebalan Tersembunyi di Tengkorak, Bisa Jadi Kunci Lawan Kanker Otak

"Fokus kami bukan hanya untuk memadamkan api yang sudah muncul tetapi mencegah perluasan kebakaran, melindungi masyarakat dari dampak asap dan memastikan setiap titik yang terdeteksi segera diverifikasi serta ditangani," ujarnya.

Enam provinsi menjadi prioritas penanganan karhutla, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan.

Operasi dilakukan melalui Satgas Darat dan Satgas Udara, termasuk patroli udara, water bombing, serta operasi modifikasi cuaca (OMC) menyesuaikan kondisi meteorologis.

Namun, pelaksanaan pemadaman masih menghadapi sejumlah kendala. Di antaranya akses menuju titik api yang sulit, sumber air yang mulai menyusut, angin kencang, hingga jarak pandang terbatas yang menyulitkan operasi helikopter.

Berton menegaskan water bombing bukan menjadi operasi utama dalam penanganan karhutla.

"Heli water bombing bukan merupakan operasi utama, hanya merupakan pendukung operasi darat," katanya.***