POJOKSATU.id — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap risiko penyebaran demam berdarah dengue (DBD), termasuk saat memasuki periode kemarau.
Berbagai langkah dilakukan pemerintah untuk menekan populasi nyamuk yang menjadi pembawa virus dengue.
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Chico Hakim mengatakan, pengendalian nyamuk terus dilakukan oleh Pemprov DKI melalui Dinas Kesehatan secara berkesinambungan.
Baca Juga: Jalan Dosen PPPK Menjadi PNS, PP Nomor 26 Tahun 2026 Diterbitkan, Ini Mekanismenya
Salah satu langkah yang diperkuat adalah kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan metode 3M Plus.
Program tersebut mencakup kegiatan menguras tempat penampungan air, menutup wadah penyimpanan air, serta mendaur ulang atau mengubur barang bekas yang berpotensi menampung air.
Selain tiga langkah utama tersebut, masyarakat juga didorong melakukan pemberantasan jentik menggunakan larvasida serta berbagai upaya tambahan lainnya.
Baca Juga: Alasan Prabowo Jual KRI Ki Hajar Dewantara, Kemhan: Sudah Tua dan Tidak Ekonomis
Pelaksanaannya melibatkan kader juru pemantau jentik (Jumantik) di lingkungan RT dan RW.
Pemprov DKI Jakarta juga mengembangkan program Kampung Bebas Jentik.
Program ini ditujukan untuk meningkatkan keterlibatan warga dalam menemukan dan menghilangkan lokasi yang dapat menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.
Baca Juga: OTW PNS, Guru Madrasah Swasta Juga Minta Kepastian, Kemenag Pernah Usulkan 630 Ribu PPPK
Upaya lain yang dilakukan adalah penerapan inovasi nyamuk ber-Wolbachia.
Menurut Chico, program yang telah diterapkan di Kecamatan Kembangan dan wilayah sekitarnya tersebut menunjukkan penurunan kasus yang cukup signifikan sehingga terdapat rencana untuk memperluas pelaksanaannya.
Pengendalian DBD juga didukung dengan sistem pemantauan yang melibatkan rumah sakit serta prediksi berbasis kondisi iklim bersama BMKG.
Sementara itu, fogging dilakukan secara selektif ketika ditemukan kasus atau wilayah yang menjadi titik rawan, bukan sebagai metode utama pemberantasan nyamuk.
Baca Juga: Beli Mobil Hyundai Ioniq 5 Secara Cash Berujung Kecewa, Influencer Aa Juju Bagikan Pengalaman Pahit
Di sisi lain, masyarakat memiliki peranan penting dalam mencegah munculnya kasus DBD.
Warga dapat ikut menjadi Jumantik dengan melakukan pemeriksaan secara rutin di lingkungan rumah masing-masing.
Pemeriksaan tempat penampungan air setidaknya perlu dilakukan satu kali dalam sepekan.
Baca Juga: Heboh Video Maba UNP Disuruh Jalan Jongkok, Kampus Sebut Bukan Perpeloncoan, DPR Minta Evaluasi
Wadah air sebaiknya ditutup dengan rapat, sedangkan genangan di sekitar rumah perlu segera dibersihkan, termasuk pada rumah yang sedang tidak ditempati.
Selain mengikuti program pemberantasan sarang nyamuk, masyarakat juga dapat melakukan sejumlah langkah sederhana untuk mengurangi risiko terkena DBD.
Salah satunya dengan menerapkan 3M Plus secara konsisten di rumah.
Tempat penampungan air perlu dikuras dan dibersihkan secara berkala.
Wadah yang masih digunakan untuk menyimpan air juga harus ditutup rapat agar nyamuk tidak dapat berkembang biak di dalamnya.
Sementara itu, barang bekas yang berpotensi menampung air hujan sebaiknya didaur ulang atau disingkirkan.
Masyarakat juga perlu memperhatikan benda-benda di sekitar rumah yang dapat menjadi lokasi genangan, seperti pot tanaman, ember, talang air, tempat minum hewan, hingga berbagai wadah yang berada di halaman.
Untuk mengurangi risiko gigitan nyamuk, penggunaan obat pengusir nyamuk sesuai petunjuk pada kemasan juga dapat dilakukan.
Baca Juga: Usus Ayam Bumbu Kuning yang Gurih dan Pedas, Lauk Rumahan yang Bikin Nasi Cepat Habis
Pakaian yang menutupi kulit dan pemasangan kawat kasa pada ventilasi rumah dapat menjadi langkah tambahan.
Kebersihan lingkungan juga perlu dijaga dengan membersihkan halaman serta saluran air secara rutin.
Langkah tersebut penting agar tidak terdapat tempat yang memungkinkan nyamuk berkembang biak.
Selain melakukan pencegahan, masyarakat perlu mengenali kondisi tubuh ketika mengalami keluhan yang mengarah pada DBD.
Baca Juga: Link Pendaftaran PPIH Kesehatan 2027, Cek Jadwal dan Syarat Lengkapnya
Demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot atau sendi, dan mual merupakan beberapa gejala yang perlu diperhatikan.
Jika kondisi tersebut muncul, sebaiknya segera menyampaikan keluhan kepada orang tua atau wali dan mendapatkan pemeriksaan dari tenaga kesehatan.
Dengan menjaga kebersihan lingkungan, melakukan pemeriksaan jentik secara rutin, serta menerapkan 3M Plus, masyarakat dapat ikut berperan dalam menekan risiko penyebaran DBD.***




