POJOKSATU.id - Istilah TKA, ANBK, dan AKM kembali ramai diperbincangkan menjelang pelaksanaan asesmen pendidikan 2026.
Sekilas ketiganya memang sama-sama berkaitan dengan tes atau asesmen siswa.
Namun, TKA, Asesmen Nasional (AN/ANBK), dan AKM memiliki tujuan, peserta, serta hasil yang berbeda.
Bahkan, perubahan kebijakan pada 2026 membuat hubungan antara TKA dan AN perlu dipahami lebih teliti.
Yang perlu diluruskan sejak awal, ANBK tidak dihapus pada 2026.
Kemendikdasmen tetap menyelenggarakan Asesmen Nasional sebagai evaluasi sistem pendidikan.
Pada saat yang sama, TKA digunakan untuk memperoleh informasi capaian akademik murid secara terstandar.
Lantas, apa perbedaan ketiganya?
1. TKA mengukur kemampuan akademik individu
Tes Kemampuan Akademik atau TKA merupakan asesmen standar nasional yang mengukur capaian akademik murid pada mata pelajaran tertentu.
Berbeda dengan AN, TKA menghasilkan informasi capaian akademik individu murid dan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan seleksi akademik serta perencanaan pendidikan lanjutan.
Baca Juga: Minta Maaf Lagi Gegara Hujatan Tak Kunjung Usai, Maudy Ayunda: Aku Perlu Lebih Berempati
TKA juga bukan penentu kelulusan siswa.
Untuk jenjang SMA/MA/SMK/MAK tahun 2026, mata pelajaran TKA terdiri atas:
-
Bahasa Indonesia;
-
Matematika;
-
Bahasa Inggris; dan
-
dua mata pelajaran pilihan.
Pilihan mata pelajaran antara lain Fisika, Kimia, Biologi, Ekonomi, Geografi, Sosiologi, Sejarah, Antropologi, Bahasa Jepang, Bahasa Korea, Bahasa Arab dan sejumlah mata pelajaran lain sesuai ketentuan.
Baca Juga: CFD Jakarta Mau Ditambah Jadi Sabtu-Minggu, Ada Kekhawatiran Polusi dan Macet Pindah ke Jalan Lain
Untuk SMK/MAK, tersedia pula mata pelajaran yang berkaitan dengan bidang keahlian sesuai ketentuan TKA.
TKA tidak sama dengan AKM. TKA mengukur kompetensi mata pelajaran sesuai kurikulum, meskipun soal tetap dapat menuntut kemampuan penalaran dan pemecahan masalah.
Jadwal TKA SMA/MA/SMK 2026
Untuk jenjang SMA/MA/SMK sederajat, rangkaian jadwal TKA 2026 meliputi:
-
Pendaftaran: 27 Juli-27 September 2026
-
Simulasi: 21-27 September 2026
-
Gladi bersih: 5-18 Oktober 2026
-
Pelaksanaan utama: 26 Oktober-8 November 2026
-
Pelaksanaan susulan: 16-29 November 2026
-
Pengumuman hasil: 23 Desember 2026
Pelaksanaan utama untuk peserta SMA/MA/SMK dibagi dalam dua gelombang. Gelombang pertama berlangsung pada 26-29 Oktober 2026, sedangkan gelombang kedua pada 2-5 November 2026.
TKA bersifat tidak wajib, gratis, dan bukan penentu kelulusan.
Namun, hasil TKA dapat dimanfaatkan sebagai salah satu data pendukung dalam seleksi pendidikan lanjutan, termasuk sebagai validator nilai rapor dalam proses SNBP.
Karena itu, siswa kelas akhir yang membutuhkan hasil TKA untuk keperluan akademik perlu memastikan proses pendaftarannya melalui satuan pendidikan selesai sebelum batas waktu.
2. ANBK merupakan pelaksanaan Asesmen Nasional berbasis komputer
ANBK merupakan istilah yang umum digunakan untuk pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer.
Fungsinya berbeda dari TKA.
Asesmen Nasional dirancang untuk memotret mutu sistem pendidikan, bukan memberikan nilai individu untuk menentukan kelulusan siswa.
Hasilnya digunakan sebagai informasi untuk perbaikan pembelajaran dan layanan satuan pendidikan.
Peserta didik yang mengikuti AN tidak seluruhnya berasal dari satu sekolah.
Baca Juga: Retorika Seruan Free Palestine Presiden Prabowo akan Dikenang Dunia, Perlu Tindaklanjut Diplomasi
Peserta murid dipilih secara acak oleh sistem dengan ketentuan umum:
-
SD/MI/Paket A: kelas V, maksimal 30 peserta didik;
-
SMP/MTs/Paket B: kelas VIII, maksimal 45 peserta didik;
-
SMA/MA/Paket C dan SMK: kelas XI, maksimal 45 peserta didik.
Selain murid terpilih, kepala satuan pendidikan dan guru juga memiliki kewajiban dalam komponen Survei Lingkungan Belajar sesuai ketentuan AN.
Jadi, siswa kelas XII tidak otomatis mengikuti AN hanya karena mereka berada di kelas akhir.
Peserta murid AN berasal dari jenjang dan kelas yang ditentukan melalui mekanisme sampling.
Hal penting lainnya, hasil AN tidak menentukan kelulusan dan tidak digunakan untuk pendaftaran perguruan tinggi.
Baca Juga: Apa Itu Etomidate? Kenali Fungsi, Efek Samping, dan Bahayanya bagi Tubuh
3. Lalu apa itu AKM?
AKM atau Asesmen Kompetensi Minimum bukan nama program yang berdiri sendiri seperti TKA atau AN.
AKM merupakan salah satu instrumen dalam Asesmen Nasional.
AKM mengukur dua kemampuan utama, yaitu:
-
Literasi membaca; dan
-
Numerasi.
Sementara itu, Asesmen Nasional juga memiliki instrumen lain, yaitu Survei Karakter dan Survei Lingkungan Belajar.
Karena itu, kurang tepat jika dikatakan bahwa AKM merupakan bagian dari TKA.
Yang lebih tepat, AKM merupakan instrumen dalam AN, sedangkan TKA merupakan asesmen berbeda yang mengukur capaian akademik berdasarkan mata pelajaran.
Baca Juga: Prabowo Ungkap Rencana Pendidikan Negeri Gratis, dari SD hingga Universitas, Kapan?
4. Kenapa TKA dan AN 2026 disebut terintegrasi?
Nah, bagian ini yang sering menimbulkan salah pemahaman.
Kemendikdasmen memang melakukan integrasi pelaksanaan TKA dan AN dalam kebijakan 2026.
Untuk jenjang SD/MI dan SMP/MTs, TKA juga dilaksanakan dalam kerangka yang bersinergi dengan AN.
Namun, integrasi pelaksanaan bukan berarti TKA, AN, dan AKM menjadi satu asesmen dengan fungsi yang sama.
Baca Juga: Doa Mahjong
Secara sederhana, perbedaan fungsi ketiganya dapat dipahami melalui poin berikut:
-
TKA digunakan untuk mengukur capaian akademik murid pada mata pelajaran tertentu. Hasilnya memberikan informasi mengenai kemampuan akademik individu.
-
AN atau ANBK digunakan untuk memotret mutu sistem pendidikan. Informasi yang dihasilkan dapat digunakan untuk melihat kondisi pembelajaran dan layanan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan maupun sistem pendidikan.
-
AKM merupakan instrumen dalam Asesmen Nasional yang mengukur literasi membaca dan numerasi. Jadi, AKM berada dalam kerangka AN, bukan merupakan ujian akademik yang berdiri sendiri seperti TKA.
Dengan demikian, meskipun ketiganya sama-sama berkaitan dengan asesmen pendidikan, sasaran pengukuran dan tujuan penggunaannya tidak sama.
Baca Juga: Ada Proyek MRT Baru di Jakarta Pusat, Bangunan di Kramat Kwitang dan Kebon Sirih Mulai Didata
5. TKA SD dan SMP 2026 sudah dilaksanakan
Informasi ini penting agar orang tua tidak salah memahami jadwal.
TKA 2026 bukan hanya untuk siswa SMA/SMK/MA.
Untuk jenjang SD/MI dan SMP/MTs, TKA juga telah dijadwalkan dan sudah dilaksanakan pada 2026.
6. Perbedaan TKA, ANBK, dan AKM 2026
Agar tidak tertukar, berikut gambaran singkatnya.
TKA
-
Fokus pada capaian akademik individu.
-
Mengukur kemampuan pada mata pelajaran tertentu.
-
Peserta berasal dari jenjang yang ditetapkan sebagai peserta TKA.
-
Untuk SMA/MA/SMK 2026 terdapat tiga mata pelajaran wajib dan dua mata pelajaran pilihan.
-
Hasilnya dapat digunakan sebagai informasi capaian akademik dan kebutuhan seleksi pendidikan lanjutan.
-
Tidak menentukan kelulusan.
Baca Juga: KLG Gratis TransJakarta, MRT, dan LRT Dibuka di CFD 20 September 2026, Ini Lokasi dan Syaratnya
AN atau ANBK
-
Fokus pada pemetaan mutu sistem pendidikan.
-
Peserta murid dipilih melalui mekanisme sampling.
-
Instrumennya meliputi AKM, Survei Karakter dan Survei Lingkungan Belajar.
-
Hasilnya digunakan sebagai informasi untuk evaluasi dan perbaikan mutu pendidikan.
-
Tidak menentukan kelulusan siswa.
-
Tidak digunakan sebagai nilai pendaftaran perguruan tinggi.
Baca Juga: Kronologi Guru SMKN 2 Panyabungan Ditemukan Meninggal di Dapur Rumah, 2 Hari Hp Tak Aktif
AKM
-
Fokus pada kemampuan literasi membaca dan numerasi.
-
Merupakan salah satu instrumen dalam AN.
-
Pesertanya mengikuti mekanisme peserta AN.
-
Bukan ujian yang harus didaftarkan siswa secara terpisah.
-
Hasilnya menjadi bagian dari informasi yang diperoleh melalui pelaksanaan AN.
Baca Juga: Sah! Andre Taulany Resmi Menikahi Amanda Rigby, Mas Kawin Uang Tunai Tanggal Pernikahan
7. Jadi, siapa yang perlu mendaftar TKA 2026?
Untuk kondisi per 19 September 2026, informasi praktisnya cukup jelas.
Siswa kelas akhir SMA/MA/SMK sederajat tahun 2026 perlu memperhatikan pendaftaran TKA yang masih dibuka sampai 27 September 2026 melalui mekanisme yang ditetapkan Kemendikdasmen dan satuan pendidikan.
Pilihan dua mata pelajaran TKA juga perlu dipertimbangkan dengan memperhatikan minat, rencana studi lanjutan, dan kebutuhan seleksi.
Sementara itu, siswa tidak perlu mendaftar AKM secara terpisah.
Untuk AN/ANBK, peserta murid ditentukan melalui mekanisme sampling.
Guru dan kepala satuan pendidikan juga memiliki kewajiban mengikuti komponen AN sesuai ketentuan.
Jadi, jangan lagi menganggap TKA, ANBK, dan AKM sebagai tiga istilah yang memiliki arti sama.
TKA berfokus pada capaian akademik individu berdasarkan mata pelajaran. AN atau ANBK digunakan untuk melihat mutu sistem pendidikan, sedangkan AKM merupakan instrumen AN yang mengukur literasi membaca dan numerasi. ***




