POJOKSATU.id - Film terbaru Sinemaku Pictures karya sutradara Umay Shahab, Memburu Pemangsa, mendapat sambutan antusias dalam gelaran nonton duluan di tujuh kota. Acara tersebut berlangsung di Jakarta, Depok, Bogor, Bekasi, Yogyakarta, Medan, dan Makassar.
Hampir seluruh tiket dalam rangkaian nonton duluan tersebut terjual habis atau sold out. Antusiasme penonton juga terlihat dari berbagai reaksi selama menyaksikan film bergenre horror-crime-action tersebut.
Lewat film Memburu Pemangsa, penonton diajak mengikuti perburuan empat jurnalis perempuan terhadap predator yang menyasar anak-anak.
Kisah tersebut dikemas melalui pendekatan investigasi dengan Laura Basuki sebagai Agnes, Prilly Latuconsina sebagai Cia, Taskya Namya sebagai Brina, dan Yasamin Jasem sebagai Anya.
Baca Juga: Viral Pegawai BGN Disebut Hina Korban Keracunan MBG, Ngeles Minta Maaf Singgung Cocoklogi
Keempat jurnalis tersebut menjadi tokoh utama yang berusaha membongkar kasus kriminal besar yang melibatkan penjahat yang bekerja sama dengan iblis. Mereka tidak hanya menghadapi sisi kriminal dalam kasus tersebut, tetapi juga berbagai teror yang membuat perburuan semakin berbahaya.
Sepanjang pemutaran, ketegangan terasa dari awal hingga akhir. Penonton beberapa kali terlihat bertepuk tangan, menahan napas, hingga menunjukkan reaksi tegang saat mengikuti perjalanan para karakter dalam mengungkap kasus tersebut.
Kisah investigasi, perburuan, dan unsur horor dalam Memburu Pemangsa dipadukan dengan sajian aksi. Film ini juga membawa isu kekerasan terhadap anak yang masih menjadi perhatian masyarakat.
“Orang yang melakukan tindakan kekerasan pada anak adalah serendah-rendahnya manusia, karena melakukan kekerasan terhadap anak yang tidak memiliki kemampuan kekuatan untuk melawan,” ujar sutradara Umay Shahab.
Baca Juga: Lolos Administrasi tapi Selalu Gagal Interview? Bisa Jadi 9 Hal Ini Penyebabnya
Taskya Namya menilai kehadiran empat jurnalis perempuan dalam film tersebut menjadi salah satu bagian penting dari cerita, terutama dalam upaya melindungi anak-anak.
“Gambaran empat jurnalis perempuan di film ini sangat penting untuk membela dan menjaga anak-anak. Salah satu alasanku mau bergabung di film ini adalah karena isu anak-anak,” ujar Taskya.
“Aku punya tiga keponakan dan membayangkan kalau mereka ada di posisi terburuk seperti yang ada di film ini, aku juga akan melakukan apa pun seperti Brina dan teman-teman jurnalisnya, mengejar dan tidak membiarkan pemangsa ini untuk lolos,” tambahnya.
Selain menggabungkan unsur horor, kriminal, dan aksi, Memburu Pemangsa juga menghadirkan empat pemeran perempuan sebagai tokoh utama hero. Pendekatan tersebut menjadi salah satu elemen yang ditawarkan film terbaru Umay Shahab ini.
Baca Juga: Tak Sekadar Ajak Warga Membaca, Negara-Negara Ini Punya Kebijakan untuk Dukung Akses Buku
Yasamin Jasem mengungkapkan, salah satu tantangan dalam produksi film adalah adegan aksi yang cukup berat. Para pemain bahkan menjalani workshop aksi selama tiga bulan sebelum proses produksi.
“Salah satu yang menarik untukku juga adalah adegan action-nya yang cukup heavy, ditambah pacing horor yang memacu adrenalin. Kami para pemeran harus melakukan workshop action selama tiga bulan sebelumnya lebih dulu, dan sangat menantang,” ujar Yasamin.
Di luar unsur horor dan aksi, Memburu Pemangsa mengangkat isu kekerasan terhadap anak yang masih terjadi di sejumlah daerah. Dalam naskah film tersebut, isu ini dikaitkan dengan berbagai kasus yang menjadi perhatian masyarakat, termasuk di Makassar, Yogyakarta, dan Medan.
Di Makassar, misalnya, terdapat kasus kekerasan seksual terhadap seorang siswi SMP yang disebut terjadi pada Juli tahun ini. Sementara di Yogyakarta, kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di salah satu daycare juga sempat menjadi perhatian secara nasional.
Baca Juga: Ada Proyek MRT Baru di Jakarta Pusat, Bangunan di Kramat Kwitang dan Kebon Sirih Mulai Didata
Di Medan, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3APMP2KB) Kota Medan mencatat 39 laporan kasus kekerasan terhadap anak pada Juni tahun ini, dengan 44 anak menjadi korban.
Berbagai kasus tersebut menjadi konteks isu yang diangkat Memburu Pemangsa, sekaligus memperkuat pesan film mengenai pentingnya perlindungan terhadap anak.
Sementara itu, film Memburu Pemangsa dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 24 September 2026.
Bagi penonton yang ingin menyaksikan film ini pada hari pertama penayangan, tersedia promo Beli 1 Gratis 1 tiket untuk pembelian hingga 23 September 2026.
Promo tersebut berlaku di bioskop XXI, CGV, Cinepolis, Sam’s Studio, Kota Cinema Mall, dan New Star Cineplek. Pembelian tiket dapat dilakukan melalui bit.ly/memburupemangsa.
Baca Juga: KLG Gratis TransJakarta, MRT, dan LRT Dibuka di CFD 20 September 2026, Ini Lokasi dan Syaratnya
Sinopsis Film Memburu Pemangsa
Memburu Pemangsa berkisah tentang tujuh anak yang menghilang dari satu kawasan. Empat di antaranya ditemukan dalam kondisi termutilasi, sementara waktu terus berjalan.
Agnes (Laura Basuki), pemimpin redaksi Daily Wave News, telah lama menolak kemampuan supernatural sejak kematian putrinya. Namun, ia kembali terseret ke dalam kasus tersebut setelah menyaksikan seorang anak diculik tepat di depan matanya.
Agnes kemudian bersama tiga jurnalis perempuan, Cia (Prilly Latuconsina), Brina (Taskya Namya), dan Anya (Yasamin Jasem), serta seorang polisi bernama Petra (Andi Mashadi), mulai menginvestigasi kasus tersebut.
Dalam penyelidikan itu, mereka dihadapkan pada dua pilihan: mundur demi menyelamatkan diri atau mempertaruhkan nyawa untuk menyelamatkan anak-anak yang tidak mampu melindungi diri mereka sendiri.
Baca Juga: Kemarau Panjang Picu Ancaman Krisis Air Jakarta, Desalinasi Air Laut Jadi Opsi
Memburu Pemangsa merupakan film terbaru Sinemaku Pictures yang disutradarai Umay Shahab. Rumah produksi tersebut didirikan pada 2019 oleh Umay Shahab dan Prilly Latuconsina.
Sinemaku Pictures sebelumnya memproduksi sejumlah film, di antaranya Kukira Kau Rumah (2022), Ketika Berhenti di Sini (2023), Bolehkah Sekali Saja Kumenangis (2024), dan Perayaan Mati Rasa (2025).
Film Memburu Pemangsa dapat disaksikan di bioskop Indonesia mulai 24 September 2026. ***

