POJOKSATU.id, JAKARTA-- Pegawai Badan Gizi Nasional (BGN) Gerardus Permanaditya atau Gerard Permana saat ini tengah jadi sorotan.
Publik menganggap Gerardus pegawai BGN di SPPG Muntuk, Dlingo, Bantul, DIY, ini melakukan penghinaan kepada korban keracunan MBG asal Berastagi, Kabupaten Karo, Febiona Purba.
Setelah video dirinya menyantap chicken katsu, tak lama berselang dia pun lalu memposting video melakukan klarifikasi.
“Ini gua lagi makan chicken katsu yang dimasak kemarin, ternyata masih enak. Hmmm, oh tidak. Ingatanku hilang 70 persen hehe,” ujar Gerardus sambil tertawa-tawa di video pertama seperti dilihat, Minggu (20/9).
Baca Juga: Bromo Ditutup Total Akibat Kebakaran, Wisatawan Masih Harus Menunggu hingga Kondisi Aman
Warganet menilai ucapan tersebut menyindir Febiona Purba, siswi asal Berastagi, Sumut, yang sebelumnya disebut kehilangan ingatan 70 persen setelah dugaan keracunan MBG.
Gerardus kemudian memberikan klarifikasi dan menyampaikan permintaan maaf atas video tersebut. Ia mengatakan ucapannya tidak bermaksud menyinggung pihak tertentu.
“Jadi kronologinya itu adalah di hari Jumat kemarin saya bikin story makan chicken katsu dimana masakan itu dari hari-hari sebelumnya,” katanya.
Dia lalu ngeles menyebut 70 persen itu, tidak menyebut korbannya siapa, kotanya dimana dan nama program apa dari pemerintah.
“Saya tidak ada menyinggung korban manapun, saya hanya bilang seperti itu. Ya walaupun ada saya bilang 70 persen. Kalau dilihat dari kacamata universal itu 70 persen itu bisa menyinggung apapun yang ada, karena saya tidak menyinggung 70 persen kehilangan ingatan karena program pemerintah,” jelasnya.
Baca Juga: Kemarau Panjang Picu Ancaman Krisis Air Jakarta, Desalinasi Air Laut Jadi Opsi
Dia malah menuding ada orang-orang tertentu melakukan cocoklogi dengan memposting ulang video miliknya di media sosial.
“Dia melakukan cocoklogi dengan salah satu korban KLB di Karo, seperti itu. Saya ucapkan lagi minta maaf atas segalanya. Tidak ada pure karena saya ingin viral atau menyinggung salah satu program pemerintah,” ujarnya.
Dia hanya mengaku ingin have fun atas video yang dia upload dan itu diupload di story WA-miliknya saja.
“Sekian klarifikasi saya. Mohon maaf sekali lagi,” jelasnya.
Sementara itu, Febiona Purba siswi SMK asal Berastagi Karo, Sumut, saat ini masih terbaring di RSCM bersama korban lainnya.
Hasil pemeriksaan dokter menunjukkan tidak ditemukan gangguan fungsi otak maupun masalah pada memori Febiona, dan kondisinya kini berangsur membaik.***




