POJOKSATU.id — Aktivitas wisata di kawasan Gunung Bromo, yang berada dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), hingga Sabtu, 19 September 2026 masih dihentikan sementara.

Keputusan tersebut diambil sebagai langkah antisipasi setelah terjadi kebakaran hutan dan lahan di sejumlah titik kawasan Gunung Bromo.

Pranata Humas Balai Besar TNBTS, Endrip Wahyutama, memastikan kawasan wisata Bromo masih belum dapat dikunjungi wisatawan.

“Wisata Bromo masih tutup hingga hari ini,” ujar Endrip.

Ia menjelaskan bahwa pihaknya belum dapat menentukan waktu pasti kapan kawasan wisata tersebut akan kembali dibuka untuk umum.

Baca Juga: Kemarau Panjang Picu Ancaman Krisis Air Jakarta, Desalinasi Air Laut Jadi Opsi

Saat ini, petugas masih menjalankan proses penanganan dan pemadaman kebakaran yang terjadi di kawasan terdampak.

Endrip menegaskan bahwa informasi mengenai pembukaan kembali Bromo nantinya akan disampaikan melalui pengumuman resmi dari Balai Besar TNBTS.

“Nanti apabila sudah buka akan ada rilis resmi dari kami,” katanya.

Sebelumnya, Balai Besar TNBTS mengumumkan penghentian seluruh kegiatan wisata di Gunung Bromo mulai Sabtu, 12 September 2026.

Penutupan tersebut tercantum dalam Pengumuman Nomor PG.23/T.8/TU/HMS.01.07/B/09/2026 mengenai Penutupan Total Kawasan Wisata Gunung Bromo dari Aktivitas Wisata.

Baca Juga: HP Bisa Terbakar Meski Tidak Dicas, Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Dokumen resmi tersebut diterbitkan oleh Balai Besar TNBTS di Malang pada 12 September 2026.

Dalam keterangannya, pengelola kawasan menjelaskan bahwa musim kemarau membuat kondisi vegetasi di sekitar Bromo, terutama area rerumputan, menjadi sangat kering.

Vegetasi yang mengering tersebut dapat lebih mudah terbakar, terlebih ketika terdapat hembusan angin kencang yang berpotensi memperluas area penyebaran api.

Pertimbangan lainnya berkaitan dengan kondisi asap yang berada di sekitar lokasi kebakaran.

Kepulan asap yang semakin pekat dapat menghambat jarak pandang sekaligus menyulitkan pergerakan di dalam kawasan wisata.

Baca Juga: WNI di Nagoya Pamerkan Budaya Indonesia, Dukung Atlet Asian Games 2026

Apabila kunjungan tetap dilakukan dalam kondisi tersebut, keselamatan serta keamanan wisatawan dikhawatirkan dapat terganggu.

Oleh sebab itu, masyarakat dan calon wisatawan diimbau menunggu pengumuman resmi dari Balai Besar TNBTS sebelum merencanakan kunjungan ke Gunung Bromo.

Sampai kondisi kawasan dinyatakan aman dan penutupan dicabut secara resmi, seluruh kegiatan wisata di Gunung Bromo masih belum diperbolehkan.***