POJOKSATU.id — Ponsel atau handphone (HP) dapat mengalami kebakaran meskipun sedang tidak terhubung dengan charger.

Kondisi tersebut umumnya berkaitan dengan baterai lithium-ion yang mengalami kerusakan, panas berlebih, atau gangguan pada komponen kelistrikan di dalam perangkat.

Baterai lithium-ion memang dirancang untuk menyimpan energi dalam jumlah besar dalam ukuran yang relatif kecil.

Namun, kerusakan tertentu dapat menyebabkan baterai mengalami korsleting dan menghasilkan panas secara tidak terkendali.

Salah satu penyebabnya adalah kerusakan fisik pada baterai.

Baca Juga: TNI Tangkap Pimpinan TPNPB OPM Kodap 35 di Bandara, Transaksi Senjata Api KKB Batal

Benturan keras, tekanan, atau kerusakan internal dapat memicu masalah pada sel baterai, termasuk ketika HP sedang berada dalam kondisi standby.

Baterai yang sudah menua atau mengalami pembengkakan juga perlu diwaspadai.

Perubahan bentuk pada bagian belakang HP dapat menjadi tanda adanya masalah pada baterai.

Selain kondisi baterai, suhu lingkungan juga dapat meningkatkan risiko.

HP yang ditinggalkan di dalam kendaraan, terkena paparan sinar matahari langsung, atau berada di tempat yang sangat panas dapat mengalami peningkatan suhu.

Baca Juga: Jamu Persib Bandung, Persijap Usung Misi Bangkit dari Keterpurukan

Masalah lain dapat muncul akibat korsleting pada komponen elektronik.

Kerusakan setelah HP terkena air atau mengalami benturan dapat menyebabkan gangguan kelistrikan yang tidak selalu langsung terlihat.

Penggunaan baterai pengganti yang tidak sesuai spesifikasi juga dapat meningkatkan risiko.

Hal serupa berlaku apabila baterai dipasang dengan cara yang tidak tepat atau menggunakan komponen berkualitas rendah.

Karena itu, pengguna perlu memperhatikan kondisi HP dan baterai secara berkala.

Baca Juga: Selain HGB Summarecon, KPK Bidik Pelicin Mutasi Pejabat Kementerian ATR BPN, Ada Uang Tunai Rp 106 M

Jika bagian belakang HP mulai terangkat, baterai terlihat menggembung, perangkat mendadak panas meski tidak digunakan, atau muncul bau yang tidak biasa, penggunaan sebaiknya segera dihentikan.

Jangan mencoba menusuk, menekan, membongkar, atau memperbaiki sendiri baterai yang menggembung.

Kondisi tersebut sebaiknya diperiksa oleh teknisi yang kompeten.

Untuk mengurangi risiko, HP juga sebaiknya tidak ditinggalkan di dalam mobil yang panas maupun di bawah paparan matahari langsung dalam waktu lama.

Pengguna juga disarankan memakai baterai dan charger yang sesuai dengan spesifikasi perangkat serta menghindari aksesori yang kualitas dan keamanannya tidak jelas.

Baca Juga: Persija Jakarta Bungkam Java United, Tempel MU di Puncak Klasemen

Apabila HP pernah mengalami benturan keras atau terkena air, pemeriksaan juga dapat dilakukan meskipun perangkat masih terlihat berfungsi normal.

Jika HP tiba-tiba mengeluarkan asap, mendesis, atau menunjukkan tanda kebakaran, jangan memegang dan membongkar perangkat.

Jauhkan diri dari perangkat serta benda-benda yang mudah terbakar dan segera minta bantuan orang dewasa atau layanan darurat.

Dengan mengenali tanda-tanda kerusakan baterai sejak awal, risiko HP mengalami panas berlebih hingga kebakaran dapat diminimalkan.***