POJOKSATU.id - Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) resmi membuka pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap II Tahun 2026 mulai 30 Juni hingga 31 Juli 2026.
Kesempatan ini terbuka bagi warga negara Indonesia yang memenuhi persyaratan untuk melanjutkan pendidikan magister maupun doktor di dalam dan luar negeri melalui berbagai jalur beasiswa yang telah disiapkan.
Seleksi tahun ini membawa sejumlah pembaruan penting. Selain memperluas akses melalui penyederhanaan beberapa persyaratan, LPDP juga semakin mengarahkan pendanaan beasiswa untuk mendukung kebutuhan sumber daya manusia di sektor-sektor strategis nasional.
Baca Juga: Dari Dapur ke Dunia Digital: IBI Kesatuan Dampingi K-Bakery Naik Kelas
Jadwal Lengkap Pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap II 2026
Bagi calon pendaftar, berikut rangkaian jadwal seleksi Beasiswa LPDP Tahap II Tahun 2026.
- Pendaftaran: 30 Juni–31 Juli 2026
- Seleksi administrasi: Agustus 2026
- Pengumuman hasil administrasi: Agustus 2026
- Seleksi bakat skolastik: Agustus–September 2026
- Pengumuman hasil bakat skolastik: September 2026
- Seleksi substansi: September–Oktober 2026
- Pengumuman hasil akhir: November 2026
Peserta diimbau melengkapi seluruh dokumen sejak awal masa pendaftaran agar proses seleksi berjalan lancar.
Program Prioritas LPDP 2026, Fokus Besar pada Bidang Strategis
Pada seleksi tahap kedua tahun ini, LPDP kembali membuka dua program utama, yakni Beasiswa STEM Industri Strategis dan Beasiswa SHARE (Social, Humanities, Arts for People, Religious Studies, Economics).
Selain dua program tersebut, masyarakat juga dapat memilih sejumlah jalur lainnya, antara lain:
- Beasiswa Akselerasi pada Universitas Unggulan
- Beasiswa Keolahragaan
- Beasiswa Talenta Riset dan Inovasi Nasional jalur Doctor by Research
Pemerintah memberikan perhatian yang semakin besar terhadap bidang STEM karena dinilai menjadi penggerak utama pembangunan nasional dan daya saing Indonesia di masa depan.
Baca Juga: Sarah Gibson Pilih Damai Demi Anak, Janji Tak Halangi Diska Temui Putrinya Meski Bercerai
Bidang STEM Industri Strategis mencakup sektor pangan, energi, pertahanan, kesehatan, maritim, manufaktur, material maju, hilirisasi industri, digitalisasi termasuk kecerdasan artifisial (AI), semikonduktor, hingga kewirausahaan dan industri kreatif.
Tak hanya itu, LPDP juga memasukkan kategori STEM-related, yakni disiplin ilmu non-STEM yang memiliki keterkaitan erat dengan pengembangan industri strategis, seperti bisnis, ekonomi, hukum, dan kebijakan publik.
Sementara itu, program SHARE tetap menjadi jalur penting untuk memperkuat pembangunan manusia melalui bidang sosial, pendidikan, ekonomi, budaya, kebijakan publik, seni, dan keagamaan.
Direktur Utama LPDP, Yon Arsal, mengatakan porsi pendanaan untuk bidang STEM terus ditingkatkan.
Baca Juga: DPR Siapkan Regulasi Baru, Nasib PPPK Paruh Waktu Diklaim Segera Temui Titik Terang
"Kita peningkatan STEM bergerak terus pada 2025 itu 66 sampai 69 persen, 2026 di 74 persen. Kita akan coba sampai minimal 80 persen ke STEM dan STEM related," ujarnya saat media briefing di Gedung Djuanda Kementerian Keuangan.
Artinya, sekitar 80 persen alokasi beasiswa LPDP akan diarahkan bagi bidang STEM dan STEM-related, sedangkan maksimal 20 persen dialokasikan untuk bidang SHARE.
Jalur Beasiswa yang Dibuka pada Tahap II
LPDP Tahap II 2026 membuka beberapa jalur beasiswa sesuai kebutuhan peserta maupun prioritas pemerintah.
Jalur tersebut meliputi:
- Beasiswa STEM Industri Strategis
- Beasiswa SHARE
- Beasiswa Akselerasi Universitas Unggulan
- Beasiswa Keolahragaan
- Beasiswa Talenta Riset dan Inovasi Nasional jalur Doctor by Research
Baca Juga: Diduga Ada Honorer Siluman, Aliansi R2 R3 Minta Uji Kompetensi Guru di Jatim Diaudit
Setiap jalur memiliki ketentuan, daftar perguruan tinggi tujuan, dan persyaratan masing-masing yang dapat dipilih sesuai latar belakang pendidikan maupun rencana studi peserta.
Aturan LoA dan Sertifikat Bahasa Kini Lebih Fleksibel
Salah satu perubahan paling signifikan pada seleksi tahun ini berkaitan dengan Letter of Acceptance (LoA) Unconditional dan persyaratan kemampuan bahasa Inggris.
Bagi peserta afirmasi yang akan menempuh studi di dalam negeri, sertifikat kemampuan bahasa Inggris tetap tidak diwajibkan.
Sementara peserta afirmasi tujuan luar negeri yang telah memiliki LoA Unconditional juga dibebaskan dari kewajiban melampirkan sertifikat bahasa Inggris.
Baca Juga: Diduga Ada Honorer Siluman, Aliansi R2 R3 Minta Uji Kompetensi Guru di Jatim Diaudit
Apabila belum memiliki LoA Unconditional, peserta afirmasi kini dapat menggunakan sertifikat kemampuan bahasa Inggris yang diterbitkan pusat bahasa perguruan tinggi dalam negeri.
Khusus Putra-Putri Papua pada jalur afirmasi, LPDP tetap tidak mensyaratkan IPK minimal maupun kemampuan bahasa Inggris, baik untuk tujuan dalam negeri maupun luar negeri.
Bagi peserta nonafirmasi, seperti jalur umum, CPNS, PNS, TNI, dan Polri, peserta yang telah memiliki LoA Unconditional juga tidak lagi diwajibkan melampirkan sertifikat bahasa.
Sedangkan peserta yang belum memiliki LoA Unconditional memperoleh lebih banyak pilihan sertifikat.
Untuk tujuan dalam negeri dapat menggunakan sertifikat dari pusat bahasa perguruan tinggi atau TOEP.
Adapun peserta tujuan luar negeri kini dapat menggunakan tambahan pilihan berupa Duolingo English Test.
Pada jalur Beasiswa Talenta Riset dan Inovasi Nasional Doctor by Research, peserta yang telah memiliki LoA Unconditional juga dibebaskan dari kewajiban menyertakan sertifikat bahasa.
Sementara peserta yang belum memiliki LoA Unconditional dapat menggunakan sertifikat dari pusat bahasa perguruan tinggi dalam negeri.
Selain memberikan tambahan pilihan jenis sertifikat, LPDP juga menurunkan skor minimal kemampuan bahasa Inggris dibandingkan seleksi tahap pertama 2026 sehingga peluang pendaftar menjadi lebih terbuka.
Daftar Universitas Tujuan Bertambah
LPDP juga memperluas daftar perguruan tinggi tujuan pada seleksi tahun ini.
Jumlah Universitas Unggulan meningkat dari 17 menjadi 31 universitas.
Sebanyak 17 universitas berlaku untuk seluruh program studi, sedangkan 14 universitas tambahan dikhususkan bagi program studi STEM.
Baca Juga: Mentan Amran: Pembangunan Pertanian di Papua Harus Berbasis Kearifan Lokal
Daftar perguruan tinggi tujuan untuk program dalam negeri, luar negeri, double degree, joint degree, Beasiswa STEM Industri Strategis, SHARE, hingga Beasiswa Keolahragaan juga telah diperbarui.
Dana Abadi Pendidikan Terus Menguat
Sebagai pengelola Dana Abadi Pendidikan, LPDP kini mengelola akumulasi dana sebesar Rp180,81 triliun per 31 Mei 2026.
Sejak beroperasi pada 2013 hingga Mei 2026, LPDP telah menghasilkan 58.749 penerima beasiswa pada jenjang magister, doktor, dokter spesialis, maupun program non-gelar.
Sebanyak 34.334 penerima telah menjadi alumni, sedangkan 18.728 lainnya masih menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri.
Baca Juga: Mengenal Pulau Penebang, Kawasan Industri Baru yang Tumbuh di Pesisir Kayong Utara
Melalui berbagai program kolaborasi bersama kementerian dan lembaga, LPDP juga telah mendukung 98.409 penerima beasiswa program degree serta lebih dari 586 ribu peserta program non-degree.
Antusiasme masyarakat pun terus meningkat. Pada Seleksi Beasiswa LPDP Tahap I Tahun 2026, sebanyak 32.794 orang mendaftar dan 2.753 peserta dinyatakan lulus seleksi substansi, meningkat sekitar 33,22 persen dibandingkan tahun sebelumnya. ***




