POJOKSATU.id, Tulungagung — Di tengah tingginya ketergantungan Indonesia terhadap LPG impor dan meningkatnya kebutuhan energi sektor industri, PT Energy SAE Indonesia meluncurkan solusi energi berbasis Compressed Natural Gas (CNG).
Solusi ini ditujukan untuk meningkatkan efisiensi biaya operasional perusahaan sekaligus mendukung penguatan ketahanan energi nasional.
Perusahaan yang berbasis di Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, tersebut menyatakan penggunaan CNG pada aplikasi yang sesuai berpotensi memberikan efisiensi biaya energi hingga 40 persen dibandingkan penggunaan LPG.
Baca Juga: Bakal Gelar Pilkades Serentak di 161 Desa pada 2027, DPRD Jember Mulai Petakan Kerawanan Wilayah
Peluncuran solusi ini dilakukan di tengah meningkatnya perhatian pemerintah terhadap optimalisasi pemanfaatan gas bumi sebagai sumber energi domestik.
Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), konsumsi LPG nasional masih jauh melampaui produksi dalam negeri sehingga sebagian besar kebutuhan masih dipenuhi melalui impor.
Karena itu, pemerintah terus mendorong peningkatan pemanfaatan gas bumi untuk memperkuat ketahanan energi nasional.
Founder PT Energy SAE Indonesia, Joko Ibrahim, S.T., M.T., mengatakan tantangan terbesar sektor energi Indonesia saat ini bukan hanya memenuhi kebutuhan energi, tetapi juga meningkatkan efisiensi agar dunia usaha memiliki daya saing yang lebih baik.
"Efisiensi energi akan menjadi salah satu faktor penentu daya saing industri Indonesia. Ketika biaya energi dapat ditekan, perusahaan memiliki ruang yang lebih besar untuk meningkatkan produktivitas, memperluas investasi, dan menciptakan lapangan kerja. Kami ingin CNG menjadi bagian dari solusi tersebut."
Menurut Joko Ibrahim, Indonesia memiliki cadangan gas bumi yang besar sehingga pemanfaatannya perlu terus ditingkatkan untuk memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.
Baca Juga: Belajar Langsung di Kandang Ayam Petelur, Mahasiswa IPB Dalami Rahasia Produksi Telur Berkualitas
PT Energy SAE Indonesia menilai potensi pemanfaatan CNG sangat besar untuk berbagai sektor, mulai dari industri manufaktur, makanan dan minuman, rumah sakit, hotel, restoran, pelaku UMKM, hingga fasilitas pemerintah yang membutuhkan pasokan energi secara berkelanjutan.
Sementara itu, Founder sekaligus Direktur PT Energy SAE Indonesia, Mr. Njin (Munjin, S.T., M.T.), mengatakan perusahaan tidak hanya menawarkan produk energi, tetapi juga solusi efisiensi operasional bagi pelanggan.
"Fokus kami bukan sekadar mengganti LPG menjadi CNG. Yang kami tawarkan adalah bagaimana pelanggan dapat mengurangi biaya operasional energinya sehingga memiliki struktur biaya yang lebih kompetitif. Efisiensi inilah yang pada akhirnya akan memperkuat daya saing industri nasional."
Perusahaan juga melihat peluang implementasi CNG pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis.
Sebagai ilustrasi, apabila satu dapur SPPG mengeluarkan biaya energi sekitar Rp1 juta per hari, maka dengan tingkat efisiensi hingga 40 persen, biaya tersebut berpotensi turun menjadi sekitar Rp600 ribu per hari.
Simulasi tersebut menunjukkan potensi penghematan sekitar Rp144 juta per tahun untuk satu dapur. Meski demikian, perusahaan menegaskan bahwa besaran penghematan aktual akan bergantung pada kondisi operasional masing-masing pengguna dan perlu dibuktikan melalui implementasi di lapangan.
Baca Juga: HPCI Cikarang Rayakan Perjalanan Delapan Tahun Lewat Family Gathering Penuh Kebersamaan di Bogor
Selain mengembangkan bisnis CNG, PT Energy SAE Indonesia juga memperluas portofolio usahanya melalui solusi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) guna mendukung kebutuhan energi industri yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Sebagai bagian dari strategi ekspansi, perusahaan menargetkan pembangunan jaringan distribusi dan layanan CNG secara bertahap mulai 2026 dengan membuka cabang di berbagai ibu kota kabupaten di Indonesia.
"Kami ingin membangun jaringan energi yang dekat dengan pelanggan. Dengan semakin luasnya infrastruktur distribusi, pelaku industri maupun UMKM di berbagai daerah akan memperoleh akses energi yang lebih mudah, lebih efisien, dan lebih kompetitif," ujar Mr. Njin.
Baca Juga: Ratusan Murid Baru SMAN 5 Karawang Dapat Pembekalan Wawasan Kebangsaan dari Personel TNI
PT Energy SAE Indonesia optimistis peningkatan pemanfaatan gas bumi domestik tidak hanya memberikan manfaat bagi pelanggan, tetapi juga berkontribusi terhadap efisiensi ekonomi nasional melalui pengurangan ketergantungan pada LPG impor, peningkatan nilai tambah sumber daya dalam negeri, serta penguatan ketahanan energi Indonesia.***




