POJOKSATU.id – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan akademisi Universitas Nusa Cendana (Undana).
Dosen Program Studi Budidaya Perairan, Muh Farhan, berhasil memperoleh hibah penelitian dari Kurita Water and Environment Foundation (KWEF) Jepang untuk meneliti kontaminasi mikroplastik di kawasan marikultur Kabupaten Kupang.
Penelitian tersebut akan memanfaatkan teknologi Geographic Information Systems (GIS) untuk memetakan kualitas lingkungan perairan sekaligus tingkat kontaminasi mikroplastik yang berpotensi memengaruhi kegiatan budidaya laut.
Muh Farhan mengatakan hibah KWEF merupakan program penelitian kompetitif yang diperuntukkan bagi peneliti individu berusia di bawah 40 tahun dan diikuti peserta dari berbagai negara di kawasan ASEAN.
Lolos Seleksi Ketat Peneliti ASEAN
Farhan menjelaskan proses seleksi dilakukan melalui penilaian proposal oleh komite ilmiah KWEF bersama komite khusus di Indonesia.
Penilaian meliputi aspek kebaruan penelitian, kualitas metodologi, rekam jejak peneliti, hingga potensi dampak riset terhadap pengelolaan lingkungan perairan.
"Proses seleksi dilakukan melalui penilaian proposal oleh komite ilmiah KWEF dan komite khusus di Indonesia berdasarkan aspek kebaruan, kualitas metodologi, rekam jejak peneliti, serta dampak riset terhadap lingkungan perairan," ujarnya di Kupang, Rabu (15/7/2026).
Baca Juga: Bupati Karawang Tata Cikampek Lebih Rapi dan Nyaman, KRL hingga Underpass Masuk Rencana
Atas keberhasilannya tersebut, Farhan memperoleh pendanaan sebesar 400.000 yen atau sekitar Rp44 juta untuk melaksanakan penelitian selama satu tahun, mulai Oktober 2026 hingga September 2027.
Petakan Mikroplastik dengan Teknologi GIS
Penelitian yang diusung berjudul Integrated Spatial Assessment of Water Quality and Microplastic Contamination in Mariculture Areas: Implications for Environmental Risk and Optimal Site Selection in Kupang Regency, Indonesia.
Riset tersebut akan mengkaji kualitas air dan tingkat kontaminasi mikroplastik di sejumlah kawasan budidaya laut di Kabupaten Kupang melalui pengambilan sampel secara berkala selama lima bulan.
Selanjutnya, seluruh data akan dianalisis dan dipetakan menggunakan teknologi GIS untuk menghasilkan gambaran spasial kondisi lingkungan perairan.
Farhan mengungkapkan KWEF tidak memublikasikan jumlah proposal yang masuk maupun tingkat kelulusan peserta.
Namun, ia memastikan persaingan berlangsung ketat karena melibatkan peneliti dari berbagai negara di kawasan ASEAN.
Libatkan Mahasiswa dalam Penelitian
Dalam pelaksanaan riset, Farhan juga melibatkan sejumlah mahasiswa Universitas Nusa Cendana yang telah mendapatkan pelatihan pengambilan sampel serta analisis kualitas lingkungan.
Beberapa mahasiswa tersebut bahkan merupakan penerima hibah penelitian dari The Explorers Club, sehingga diharapkan mampu memperkuat kualitas pelaksanaan penelitian di lapangan.
Saat ini, tim peneliti tengah menyelesaikan administrasi hibah, menetapkan lokasi pengambilan sampel, serta berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan agar penelitian dapat dimulai sesuai jadwal pada Oktober 2026.
Hasil Penelitian Jadi Acuan Pengelolaan Marikultur
Selain menargetkan publikasi di jurnal internasional bereputasi dan presentasi pada konferensi ilmiah internasional, penelitian ini juga diharapkan menghasilkan peta spasial kualitas lingkungan perairan yang dapat dimanfaatkan pemerintah daerah dan masyarakat pesisir.
Baca Juga: Ratusan Murid Baru SMAN 5 Karawang Dapat Pembekalan Wawasan Kebangsaan dari Personel TNI
Peta tersebut akan menjadi referensi dalam pengelolaan kawasan marikultur, termasuk membantu pembudidaya rumput laut menentukan lokasi budidaya yang memiliki kualitas perairan lebih baik dan risiko kontaminasi mikroplastik yang lebih rendah.
Melalui penelitian ini, Farhan berharap hasil riset tidak hanya memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi dasar penyusunan kebijakan pengelolaan ruang laut berbasis data ilmiah.
Dengan demikian, pengembangan marikultur berkelanjutan di Kabupaten Kupang dapat berjalan lebih efektif sekaligus menjaga kualitas lingkungan perairan untuk jangka panjang. ***




