POJOKSATU.id – Peserta Sekolah Komoditas Unggas mendapatkan kesempatan belajar langsung mengenai budidaya ayam petelur melalui kegiatan field trip ke Kurnia ATM Farm, peternakan milik drh. Krismanto.

Kegiatan pembelajaran lapangan ini dirancang agar peserta dapat melihat secara langsung bagaimana teori yang dipelajari di kelas diterapkan dalam pengelolaan peternakan modern, mulai dari pemeliharaan ayam hingga proses produksi telur.

Mengenal Tahapan Budidaya Ayam Petelur
Setibanya di lokasi, drh. Krismanto memaparkan berbagai tahapan budidaya ayam petelur berdasarkan fase pertumbuhan ternak.

Baca Juga: Bupati Karawang Tata Cikampek Lebih Rapi dan Nyaman, KRL hingga Underpass Masuk Rencana

Ia menjelaskan bahwa setiap fase membutuhkan penanganan yang berbeda, baik dari sisi pemberian pakan, pengelolaan kandang, maupun pemeliharaan kesehatan ayam agar produktivitas tetap optimal.

"Keberhasilan budidaya ayam petelur sangat ditentukan oleh manajemen pemeliharaan sejak ayam masih muda.

Pemberian pakan harus disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi di setiap fase pertumbuhan agar ayam dapat berkembang dengan baik dan menghasilkan telur yang berkualitas," jelas Krismanto.

Baca Juga: Pemkab Jember Tanggung Biaya Pengobatan Korban Dugaan Keracunan Makanan Bergizi Gratis di Bangsalsari

Memahami Faktor Penentu Telur Berkualitas
Selain mempelajari teknik pemeliharaan ayam, peserta juga mendapatkan materi mengenai karakteristik telur yang berkualitas.

Pembahasan meliputi kondisi cangkang, ukuran telur, hingga berbagai faktor yang memengaruhi mutu hasil produksi.

Melalui penjelasan tersebut, peserta memahami bahwa kualitas telur tidak hanya ditentukan oleh faktor genetik, tetapi juga dipengaruhi oleh manajemen pemeliharaan yang dilakukan setiap hari.

Baca Juga: Ogah Buru-Buru, Gus Fawait Beberkan Alasan Penataan Food Street Butuh Waktu Lama dan Rencana Masa Depannya

Mengamati Langsung Sistem Peternakan
Peserta kemudian diajak memasuki area kandang untuk melihat secara langsung sistem budidaya yang diterapkan di Kurnia ATM Farm.

Mereka mengamati tata letak kandang, sistem pemeliharaan ayam, mekanisme pemberian pakan, hingga proses pengumpulan telur yang dilakukan setiap hari.

Pengalaman tersebut memberikan gambaran nyata mengenai bagaimana peternakan ayam petelur dikelola secara efisien sekaligus menjaga produktivitas ternak.

Belajar dari Pengalaman Peternak
Kegiatan lapangan juga menjadi kesempatan bagi peserta untuk berdiskusi mengenai tantangan yang dihadapi peternak dalam menjalankan usaha ayam petelur.

Baca Juga: Yonif 305 Tengkorak Gelar Nobar Argentina vs Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026, Perkuat Soliditas Prajurit

Salah seorang peserta mengaku kunjungan tersebut membuat materi yang sebelumnya dipelajari di ruang kelas menjadi lebih mudah dipahami.

"Melihat langsung kondisi peternakan membuat saya lebih memahami bagaimana teori diterapkan di lapangan.

Kami bisa mengetahui tantangan yang dihadapi peternak sekaligus belajar mengenai praktik budidaya yang baik," ujarnya.

Melalui field trip ini, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan teknis mengenai budidaya ayam petelur, tetapi juga memahami pentingnya manajemen pemeliharaan yang baik untuk menghasilkan telur berkualitas.

Pengalaman belajar langsung di lapangan diharapkan menjadi bekal bagi peserta dalam mengembangkan usaha peternakan unggas yang produktif, efisien, dan berkelanjutan. ***