POJOKSATU.ID - Sehubungan dengan keputusan Prabowo Subianto yang pada tanggal 10 November 2025.

Menganugerahkan gelar “Pahlawan Nasional” kepada sepuluh tokoh atas jasa‐besar mereka bagi bangsa Indonesia,

Berikut adalah deretan singkat nama tokoh dan bidang perjuangan masing-masing.

Baca Juga: Pindah Tugas di Tengah Triwulan? Ini Rumus Resmi dan Mekanisme Rapelan TPG dari Kemdikdasmen!

 

1. K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) — Jawa Timur, bidang perjuangan politik & pendidikan Islam

Sebagai tokoh ulama besar dan Presiden ke-4 Republik Indonesia, Gus Dur dikenal karena upayanya dalam memperkuat posisi pesantren sebagai institusi bulat dan berdaya. 

Ia memainkan peran penting dalam memperkuat pluralisme dan keberagaman di Indonesia.

Baca Juga: Kebijakan Bupati Kudus! ASN Wajib Jadi Anggota Koperasi Desa Merah Putih

Yakni mengajak umat Islam untuk menerima Pancasila sebagai dasar negara tanpa konflik besar.

Salah satu kebijakannya yang terkenal adalah pengakuan hari libur Nasional untuk Tahun Baru Imlek dan pengakuan agama Kong Hu Cu.

Sebagai agama yang sah di Indonesia, yang menunjukkan komitmennya terhadap hak-hak minoritas.

Baca Juga: PT Amerta Indah Otsuka Buka Lowongan Kerja Strategis untuk Fresh Graduate dan Profesional

Ia juga dikenal sebagai pembela hak asasi manusia dan pendidikan termasuk mengangkat nilai-nilai inklusif dalam Islam dan pendidikan pesantren. 

 2. Jenderal Besar TNI H. M. Soeharto — Jawa Tengah, perjuangan bersenjata & politik

Soeharto menjabat sebagai Presiden Indonesia cukup lama dan dilabeli sebagai “Bapak Pembangunan”.

di mana pada masa pemerintahannya banyak proyek pembangunan besar dan stabilitas ekonomi serta politik yang dicanangkan. 

Baca Juga: Aturan Mutasi PPPK Disorot, Paruh Waktu Tak Bisa Pindah Instansi Sembarangan

Salah satu prestasi masa militernya adalah pembebasan wilayah Irian Barat dari Belanda lewat operasi militer

Yang kemudian menjadi bagian dari sejarah perjuangan bersenjata Indonesia.

Ia juga mendorong pembangunan infrastruktur, pendidikan dasar.

Baca Juga: Aturan Mutasi PPPK Disorot, Paruh Waktu Tak Bisa Pindah Instansi Sembarangan

Pembangunan di banyak daerah, yang menjadi landasan pembangunan nasional selama dekade-dekade pemerintahan.

 

3. Marsinah — Jawa Timur, perjuangan sosial & kemanusiaan (buruh)

Marsinah (1969-1993) adalah seorang pekerja pabrik yang kemudian menjadi aktivis serikat buruh di Jawa Timur. 

Dia memperjuangkan hak-hak pekerja, antara lain isu kenaikan upah minimum serta kebebasan berserikat secara independen.

Unjuk rasa yang melibatkannya terjadi 3-4 Mei 1993.

Baca Juga: Bongkar Tuntas Arti Kode 08 di Info GTK, Bukan Gagal, Tapi Tahapan Administrasi yang Masih Tertahan!

Tragedinya terculik dan kemudian ditemukan tewas dengan luka‐luka menjadi simbol pelanggaran hak buruh dan HAM di Indonesia.

Serta memicu perhatian nasional dan internasional.

Warisannya adalah inspirasi bagi gerakan buruh dan kesadaran akan pentingnya perlindungan hak pekerja perempuan.

Baca Juga: Bisnis Receh Tapi Cuan? Berikut Cara Gen Z Ngubah Hobi Jadi Penghasilan

4. Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja — Jawa Barat, perjuangan hukum & politik

Mochtar Kusumaatmadja (1929-2021) adalah ahli hukum, akademisi, dan diplomat yang pernah menjabat sebagai Menteri Kehakiman (1974-78) dan Menteri Luar Negeri (1978-88). 

Ia berjasa dalam merumuskan konsep “wawasan nusantara” dan memperkuat hukum laut Indonesia, termasuk memperkuat batas kedaulatan laut nasional. 

Baca Juga: PT Amerta Indah Otsuka Buka Lowongan Kerja Strategis untuk Fresh Graduate dan Profesional

Pemikirannya menjadi rujukan penting dalam bidang hukum internasional di Indonesia, dan karya-karyanya masih digunakan di perguruan tinggi hukum.

5. Hajjah Rahmah El Yunusiyyah — Sumatera Barat, perjuangan pendidikan Islam

Rahmah El Yunusiyyah (lahir 1900) adalah pelopor pendidikan perempuan Islam di Minangkabau/Sumatera Barat.

Dengan mendirikan sekolah khusus perempuan, Diniyah Putri, pada tahun 1923. 

Sekolah ini menjadi model pendidikan perempuan berbasis Islam dan umum.

Baca Juga: Aturan Mutasi PPPK Disorot, Paruh Waktu Tak Bisa Pindah Instansi Sembarangan

Menjawab keterbatasan akses pendidikan bagi perempuan pada masa penjajahan.

Karya dan pemikirannya membantu meningkatkan derajat pendidikan perempuan, khususnya dalam komunitas Islam di Indonesia.

6. Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo — Jawa Tengah, perjuangan bersenjata

Sarwo Edhie Wibowo adalah tokoh militer TNI yang berperan dalam operasi-operasi penting militer Indonesia.

Baca Juga: Bisnis Receh Tapi Cuan? Berikut Cara Gen Z Ngubah Hobi Jadi Penghasilan

(termasuk masa awal pembentukan kemiliteran setelah kemerdekaan) dan kemudian turut dalam politik militer.

Kontribusinya terletak dalam memperkuat kapasitas pertahanan negara serta stabilitas nasional melalui kiprah militer.

 

7. Sultan Muhammad Salahuddin — Nusa Tenggara Barat (NTB), perjuangan pendidikan & diplomasi

Baca Juga: Dari Chat Nggak Dibales ke Hati yang Lega! Cara Move On Paling Relate Tahun Ini

Sultan Muhammad Salahuddin sebagai tokoh kerajaan di NTB dan tokoh lokal mempunyai peran dalam.

Pengembangan pendidikan serta jalur diplomasi daerah (selaku figur tradisional dan hubungan keraton dengan negara modern).

Perannya membantu membuka akses pendidikan dan memperkuat identitas daerah sebagai bagian dari NKRI.

Baca Juga: Gaji ASN Berdasarkan Perpres 79/2025 Resmi Terbit! PPPK Tak Diuntungkan, Kelompok Ini Justru Dapat Kenaikan

8. Syaikhona Muhammad Kholil — Jawa Timur, perjuangan pendidikan Islam

Syaikhona Muhammad Kholil dikenal sebagai kiai dan pendiri pesantren di wilayah Jombang, Jawa Timur, yang memiliki kontribusi besar dalam pendidikan Islam.

Ia berperan dalam menyiapkan kader-ulama dan memajukan lembaga pesantren yang menjadi pusat pendidikan dan penerapan Islam moderat di Jawa Timur.

 

9. Tuan Rondahaim Saragih — Sumatera Utara, perjuangan bersenjata

Tuan Rondahaim Saragih sebagai tokoh bersenjata dari Sumatera Utara dipandang sebagai bagian dari

Perjuangan kemerdekaan dan pembentukan pertahanan daerah di bagian utara Indonesia.

Baca Juga: 32 Tahun Lalu Ia Ditemukan Tewas di Hutan, Kini Namanya Diumumkan Presiden Sebagai Pahlawan Nasional

Ia memberikan kontribusi dalam mempertahankan wilayah dan mempersatukan NKRI melalui peran militernya di masa sulit kemerdekaan dan pasca-kemerdekaan.

 

10. Zainal Abidin Syah — Maluku Utara, perjuangan politik & diplomasi

Zainal Abidin Syah, tokoh dari Maluku Utara, memegang peranan di bidang politik dan diplomasi lokal di kawasan Maluku.

Baca Juga: Dari Chat Nggak Dibales ke Hati yang Lega! Cara Move On Paling Relate Tahun Ini

Yang historisnya penuh dinamika geopolitik dan pertahanan wilayah kepulauan.

Melalui perannya, beliau membantu memperkuat posisi Maluku Utara dalam kerangka nasional dan menjaga integrasi wilayah ke dalam Indonesia.

Itu dia dereta 10 Nama yang dianugerahkan gelar Pahlawan Oleh Presiden Prabowo, Semoga dengan gelar pahlawan baru tersebut membuat Indonesia tidak pernah lupa.

Baca Juga: Bongkar Tuntas Arti Kode 08 di Info GTK, Bukan Gagal, Tapi Tahapan Administrasi yang Masih Tertahan!

Akan jasa para pejuang-pejuang hak dan kemerdekaan.***