POJOKSATU.id– Siapa bilang bisnis harus nunggu punya modal besar dan jas formal?

Gen Z sudah membuktikan yang penting ide, bukan dasi.

Dari kamar kos, kafe, sampai tongkrongan, banyak anak muda Indonesia sekarang bisa dapet penghasilan cuma bermodal HP, WiFi, dan keberanian posting.

Baca Juga: Atlet Terbaik Asia Taklukkan Kejuaraan Dunia Lewat Brand Indonesia

Nggak heran, istilah “bisnis receh tapi cuan” makin viral di TikTok.


1. Jual Barang Thrift, Tapi Dibungkus Aesthetic

Bisnis thrift bukan hal baru, tapi Gen Z bikin tampilannya beda.

Bukan cuma jual baju bekas, tapi jual vibe.

Baca Juga: PSMS Medan Tumbang di Markas FC Bekasi City, Langsung Turun Peringkat, Bakal Evaluasi Problem Finishing di Putaran II

Banyak kreator muda di Bandung dan Jakarta menjadikan thrifting sebagai gaya hidup berkelanjutan.

Mereka bikin feed Instagram kayak lookbook majalah, lengkap dengan packaging lucu dan caption jenaka.

Harga modal Rp50 ribu bisa balik berkali-kali kalau dikemas keren.


2. Jadi Jasa Admin Online dan Copywriter Dadakan

Gen Z jago multitasking.

Ada yang pagi kuliah, siang jadi admin toko online.

Bahkan banyak yang buka jasa nulis caption atau deskripsi produk.

Bisnis ini nggak butuh modal besar, cuma kemampuan ngetik cepat dan tahu gaya bahasa media sosial.

Baca Juga: Presiden Prabowo Sikapi Pengeboman SMAN 72 Kelapa Gading, Mau Batasi Game Online Tembak-tembakan

Kamu bisa mulai dari circle kecil teman yang butuh bantu promosi jualannya.


3. Buka Jasa Ngonten

Kalau kamu sering diminta motret atau ngedit video teman, itu tanda kamu bisa cuan dari skill.

Banyak Gen Z mulai karier dari “jasa ngonten murah” dan berkembang jadi kreator profesional.

Baca Juga: LANJUTAN Contoh Soal dan Pembahasan TKA SMA 2025 Bahasa Inggris!

Contohnya, Naufal Rinaldi dari Yogyakarta, awalnya cuma bantu temen bikin video kafe, sekarang punya agensi mini yang ngelola konten brand lokal.

 

4. Jualan Digital Product

Modal WiFi dan kreativitas aja cukup.

Gen Z sadar bahwa pengetahuan juga bisa dijual. Banyak yang bikin template Canva, preset filter foto, atau e-book kecil berisi tips konten.

Baca Juga: Presiden Prabowo Sikapi Pengeboman SMAN 72 Kelapa Gading, Mau Batasi Game Online Tembak-tembakan

Harganya terjangkau, tapi bisa dijual berkali-kali. Istilahnya, sekali bikin cuannya bisa selamanya.


5. Jadi Reseller Produk Viral dari TikTok Shop

Nggak semua orang bisa jadi kreator, tapi semua orang bisa jualan.

Gen Z tahu betul produk viral itu cepat berganti.

Baca Juga: Presiden Prabowo Sikapi Pengeboman SMAN 72 Kelapa Gading, Mau Batasi Game Online Tembak-tembakan

Dari case HP lucu sampai camilan pedas, semua bisa dijual ulang dengan margin manis.

Banyak mahasiswa mulai jadi reseller kecil-kecilan, promosi lewat story atau video lucu yang relate banget.


6. Buka Bisnis Jasa Curhat Online

Kedengarannya aneh, tapi nyata.

Di TikTok, banyak akun Gen Z yang membuka jasa curhat anonim berbayar.

Baca Juga: 2,4 Juta Situs Judi Diblokir, Tapi Jaringannya Masih Hidup Di Mana Celahnya?

Orang-orang membayar bukan untuk solusi, tapi didengarkan.

Modalnya? Empati dan waktu. Salah satu kreator asal Surabaya, misalnya, berhasil punya klien rutin cuma karena bisa dengerin tanpa nge-judge.


7. Konten Edukasi Receh tapi Berguna

Siapa bilang belajar harus serius? Banyak Gen Z bikin konten edukatif yang ringan dan lucu, dari tips belajar sampai keuangan pribadi.

Dengan gaya santai dan meme-friendly, mereka berhasil menarik jutaan penonton.

Kamu bisa mulai dari hal yang kamu tahu cara hemat uang jajan, tips presentasi, atau trik dapetin beasiswa.

Bisnis versi Gen Z bukan cuma soal cuan, tapi juga ekspresi diri.

Baca Juga: LANJUTAN Contoh Soal dan Pembahasan TKA SMA 2025 Bahasa Inggris!

Mereka jual bukan hanya barang, tapi identitas, gaya hidup, dan cerita.

Jadi kalau kamu nunggu waktu “tepat” buat mulai, itu nggak akan datang.

Mulai aja dulu walau receh, yang penting jalan.

Karena dari ide kecil yang dikerjakan konsisten, kadang lahir cerita besar.***