POJOKSATU.id - Ada-ada saja kelakuan 4 siswa SMA di Jakarta Utara. Bukannya sekolah yang bener malah membuat ancaman teror bom Koja Trade Mall.
4 siswa SMA bikin teror bom Koja Trade Mall itu yakni FA, RF, KH, SAL.
Akibat ancaman teror bom itu mereka pun akhirnya diamankan polisi.
Baca Juga: Aktivis Islam Karawang Siap Bergabung dalam Aksi Solidaritas untuk Palestina di Monas
Berdasarkan pemeriksaan, siswa SMA tersebut sama sekali tidak terafiliasi dengan jaringan teroris.
"Mereka belum terafiliasi ataupun tidak terafiliasi dengan jaringan-jaringan teroris tertentu," ujar Kapolsek Koja Kompol Muhamad Syahroni, dikutip Pojoksatu.id, Jumat 3 November 2023.
Pemeriksaan tidak hanya dilakukan terhadap siswa SMA tersebut.
Tapi juga dilakukan terhadap pihak sekolah dan keluarga siswa SMA.
"Semuanya kita nyatakan steril,” sambung dia.
Syahroni menuturkan, motif ancaman teror bom tersebut adalah prank yang dilakukan terhadap teman keempat siswa SMA tersebut, berinisial H.
"Motif mereka berdasarkan pengakuan FA dan H, mereka ingin ngeprank. Jadi, menge-prank H,” beber Syahroni.
H sendiri adalah teman sekelas dari para pelaku.
Sementara peran RF yakni memberikan nomor H kepada FA.
FA kemudian mengirimkan prank teror bom tersebut kepada H.
Baca Juga: Kasus Perundungan Siswa SD di Jatimulya Bekasi Naik ke Penyidikan, Siswa SD Bakal Tersangka?
Agar semakin meyakinkkan, FA menggunakan nama Noordin M Top yang merupakan teroris.
"Isi (pesannya) kurang lebih, 'Kami akan melakukan pengeboman di daerah Koja atau KTM, jika kamu peduli dengan Nurdin M Top, kamu harus mengikuti acara pengeboman'," bebernya.
Karena ketakutan, H lantas meneruskan teror bom tersebut langsung melalui media sosial Koja Trade Mall.
Baca Juga: Diaz Wayuu
Sementara KH merupakan ketua kelas dan juga admin grup bersama dengan SAL.
“Karena menurut mereka, maaf, H ini katanya cupu atau lemah gemulai, makanya diprank dengan cara seperti itu," bebernya.
Karena itu, Shayroni kembali menekankan bahwa tidak ada ancaman teror bom.
"Sekali lagi, ini hanya motif ngeprank di antara mereka,” tekan dia.
Atas peristiwa ini, polisi sudah memanggil pihak sekolah dan orang tua masing-masing siswa SMA tersebut.
Baca Juga: Khoiri Ditanya Kenapa Ingin Perkosa Menantu Hamil 7 Bulan? Kenapa Tidak Jajan saja? Jawabnya Mahal
Selain itu juga Kepala Suku Dinas Pendidikan Jakarta.
Kepada mereka, polisi meminta agar dilakukan pembinaan terhadap para siswa tersebut.***




