POJOKSATU.id - Survei Lingkungan Belajar atau Sulingjar bukan sekadar daftar pertanyaan yang harus diisi guru dan kepala sekolah.

Jawaban responden digunakan untuk menggambarkan kondisi lingkungan belajar dan proses pembelajaran di satuan pendidikan. 

Data tersebut kemudian menjadi bagian dari Profil Pendidikan dan Rapor Pendidikan.

Sulingjar 2026 sendiri telah ditutup. Pengisian sempat diperpanjang pada 2–4 September 2026 untuk melengkapi data yang dibutuhkan dalam Asesmen Nasional dan pemetaan pendidikan.

Baca Juga: Beasiswa Garuda 2026, Ini Daftar 26 Universitas di AS, Cek Kemungkinan Penambahan Kampus

Bagaimana jawaban Sulingjar digunakan?

Hasil Sulingjar tidak menjadi nilai atau skor pribadi guru maupun kepala sekolah. 

Data diolah secara agregat untuk melihat kondisi sekolah.

Karena itu, satu jawaban responden tidak secara otomatis mengubah hasil Rapor Pendidikan. Semakin lengkap partisipasi responden, semakin representatif gambaran kondisi satuan pendidikan.

Secara sederhana, jawaban responden digunakan untuk memetakan indikator pendidikan, melihat kondisi sekolah, menemukan masalah yang perlu diperbaiki, kemudian menjadi bahan perencanaan peningkatan mutu.

Baca Juga: Cara Cek Rapor Pendidikan 2026 Terbaru, Link Resmi, Login Kepala Sekolah dan Cara Download

Perlu dicatat, 25 pertanyaan berikut merupakan contoh ilustratif untuk memahami hubungan antara pertanyaan dan indikator. Bukan daftar soal resmi Sulingjar 2026.

25 Contoh Pertanyaan dan Indikator Sulingjar

Iklim Keamanan

  1. "Saya merasa aman dari perundungan di lingkungan sekolah."
    Indikator: keamanan dan pencegahan perundungan. Jawaban positif menunjukkan lingkungan dipersepsikan aman, sedangkan jawaban negatif menjadi sinyal perlunya perhatian terhadap isu perundungan.

  2. "Sekolah memiliki aturan yang jelas untuk mencegah kekerasan."
    Indikator: kebijakan dan pencegahan kekerasan.

  3. "Guru dapat melaporkan masalah keamanan tanpa merasa takut."
    Indikator: mekanisme pelaporan dan perlindungan warga sekolah.

    Baca Juga: Rekrutmen Psikolog TNI Gelombang II 2026, Simak Syarat, Formasi dan Cara Daftar

  4. "Sekolah menindaklanjuti laporan terkait kekerasan atau perundungan."
    Indikator: respons sekolah terhadap masalah keamanan.

  5. "Saya merasa nyaman berada di lingkungan sekolah."
    Indikator: rasa aman dan kenyamanan warga sekolah.

Iklim Kebinekaan dan Inklusivitas

  1. "Sekolah menghargai perbedaan latar belakang siswa."
    Indikator: kebinekaan dan penghargaan terhadap keberagaman.

  2. "Semua siswa mendapatkan kesempatan belajar yang sama."
    Indikator: kesetaraan akses dan perlakuan.

  3. "Guru menghargai pendapat siswa yang berbeda."
    Indikator: sikap inklusif dalam pembelajaran.

    Baca Juga: Ortu Wajib Tahu, TKA, AN, dan Sulingjar 2026 untuk Siapa? Bagaimana Hasil Evaluasi Itu Digunakan?

  4. "Sekolah mencegah perlakuan diskriminatif."
    Indikator: pencegahan diskriminasi.

  5. "Perbedaan budaya dan agama dihormati di sekolah."
    Indikator: toleransi dan penghargaan terhadap keberagaman.

Kualitas Pembelajaran

  1. "Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya."
    Indikator: partisipasi siswa dalam pembelajaran. Jawaban positif menunjukkan adanya ruang bagi siswa untuk aktif, sementara jawaban negatif dapat menjadi tanda bahwa partisipasi perlu diperkuat.

  2. "Guru menjelaskan materi dengan cara yang mudah dipahami."
    Indikator: kualitas penyampaian pembelajaran.

    Baca Juga: Rotasi Besar Polresta Karawang, Sejumlah Pejabat Utama Berganti Posisi

  3. "Guru memberikan umpan balik terhadap pekerjaan siswa."
    Indikator: asesmen dan umpan balik pembelajaran.

  4. "Pembelajaran mendorong siswa untuk berpikir kritis."
    Indikator: pengembangan kemampuan berpikir.

  5. "Guru menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan siswa."
    Indikator: pembelajaran yang sesuai kebutuhan peserta didik.

  6. "Siswa dilibatkan dalam kegiatan diskusi atau kerja kelompok."
    Indikator: pembelajaran aktif dan kolaboratif.

  7. "Guru menggunakan hasil penilaian untuk memperbaiki pembelajaran."
    Indikator: pemanfaatan asesmen.

  8. "Siswa mendapatkan bantuan ketika mengalami kesulitan belajar."
    Indikator: dukungan terhadap kebutuhan belajar siswa.

    Baca Juga: 176 Mahasiswa Terpilih Jadi Tanoto Scholars 2026, Disiapkan Jadi Pemimpin Masa Depan Indonesia

Pengelolaan sekolah

  1. "Kepala sekolah memberikan dukungan kepada guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran."
    Indikator: kepemimpinan pembelajaran.

  2. "Guru dilibatkan dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan pembelajaran."
    Indikator: partisipasi dan kolaborasi warga sekolah.

  3. "Sekolah memiliki program peningkatan kompetensi guru."
    Indikator: pengembangan profesional pendidik.

  4. "Sekolah menggunakan data untuk menentukan program perbaikan."
    Indikator: pengelolaan berbasis data.

    Baca Juga: TKA, ANBK, dan AKM 2026 Bedanya Apa? Jangan Gagal Paham, Cek Fungsi, Peserta, Jadwalnya

Fasilitas dan Perbaikan Mutu

  1. "Fasilitas belajar di sekolah mendukung kegiatan pembelajaran."
    Indikator: dukungan sarana terhadap proses belajar.

  2. "Sekolah mengevaluasi program yang telah dilaksanakan."
    Indikator: evaluasi dan peningkatan mutu.

  3. "Hasil evaluasi digunakan untuk memperbaiki program sekolah."
    Indikator: tindak lanjut evaluasi.

Apa hasil yang diperoleh dari Sulingjar?

Jawaban guru dan kepala sekolah diolah bersama data pendidikan lainnya untuk menghasilkan gambaran kondisi satuan pendidikan. 

Baca Juga: Jadwal Belajar 30 Hari Menuju TKA 2026, Lengkap Link Resmi yang Dibutuhkan, Ini Strategi Belajar Tanpa Panik

Dalam konteks Asesmen Nasional, terdapat pula data dari responden siswa melalui instrumen yang digunakan dalam AN.

Hasil tersebut tidak dimaksudkan sebagai nilai individu. Data digunakan untuk membaca berbagai indikator, seperti iklim keamanan, kebinekaan, kualitas pembelajaran, kepemimpinan, serta aspek lain sesuai kerangka penilaian pendidikan.

Gambaran tersebut kemudian dapat muncul dalam Rapor Pendidikan dan dimanfaatkan sekolah untuk Perencanaan Berbasis Data (PBD). 

Sekolah dapat melihat indikator yang perlu dipertahankan, diperbaiki, atau ditindaklanjuti.

Rapor Pendidikan menggunakan tampilan kategori atau warna untuk membantu membaca capaian indikator. Namun, makna kategori tersebut perlu dilihat sesuai indikator yang bersangkutan.

Baca Juga: Minta Maaf Lagi Gegara Hujatan Tak Kunjung Usai, Maudy Ayunda: Aku Perlu Lebih Berempati

Apakah Sudah Ada Hasil Sulingjar 2026?

Hingga September 2026, belum tersedia hasil nasional Sulingjar 2026 yang dapat digunakan untuk menyebut rata-rata atau peringkat sekolah secara nasional.

Rapor Pendidikan yang tersedia pada 2026 juga perlu dibedakan dari hasil Sulingjar 2026 karena menggunakan tahun data yang telah ditetapkan dalam sistem. ***