POJOKSATU.id - Berbicara tentang evaluasi pendidikan, hasil belajar siswa bukan satu-satunya hal yang perlu dilihat. 

Sekolah juga perlu memahami bagaimana proses pembelajaran berlangsung dan apakah lingkungan belajar sudah mendukung perkembangan peserta didik.

Karena itu, ada beberapa instrumen yang digunakan pemerintah untuk mendapatkan gambaran pendidikan dari sudut pandang berbeda, di antaranya Tes Kemampuan Akademik (TKA), Asesmen Nasional (AN), dan Survei Lingkungan Belajar (Sulingjar).

Ketiganya sama-sama menghasilkan data pendidikan, tetapi tidak mengukur hal yang persis sama.

Baca Juga: TKA, ANBK, dan AKM 2026 Bedanya Apa? Jangan Gagal Paham, Cek Fungsi, Peserta, Jadwalnya

TKA berfokus pada capaian akademik individu murid. AN digunakan untuk melihat mutu pendidikan secara lebih luas. 

Sementara Sulingjar memberikan informasi mengenai kondisi lingkungan belajar.

Perbedaan fungsi inilah yang perlu dipahami sebelum melihat hasil maupun jadwal pelaksanaannya.

TKA melihat capaian akademik murid

TKA merupakan asesmen terstandar untuk memperoleh informasi mengenai capaian akademik individu murid.

Hasilnya melekat pada murid yang mengikuti tes dan menunjukkan capaian pada mata pelajaran yang diujikan. 

Baca Juga: Jadwal Belajar 30 Hari Menuju TKA 2026, Lengkap Link Resmi yang Dibutuhkan, Ini Strategi Belajar Tanpa Panik

TKA dapat digunakan untuk kebutuhan yang memerlukan informasi akademik terstandar, termasuk seleksi akademik, tetapi bukan penentu kelulusan.

Untuk SMA/MA/sederajat dan SMK/MAK, TKA mencakup Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, serta mata pelajaran pilihan sesuai ketentuan.

TKA diberikan kepada murid kelas akhir. Jadi, pada jenjang SMA/MA peserta TKA adalah kelas XII, sedangkan SMK/MAK mengikuti ketentuan kelas akhir program pendidikannya.

AN melihat mutu pendidikan

Berbeda dengan TKA, AN tidak dirancang untuk memberikan nilai akademik individual kepada setiap murid.

Baca Juga: Cara Cek Pengumuman Hasil Tes Wawancara PPG Calon Guru 2026, Cek Linknya

AN merupakan evaluasi sistem pendidikan yang digunakan untuk melihat mutu pembelajaran dan kondisi satuan pendidikan secara lebih luas. 

Instrumennya mencakup Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar.

AKM mengukur literasi membaca dan numerasi, sedangkan hasil AN dilaporkan pada tingkat satuan pendidikan, bukan sebagai nilai individu peserta.

Pada jenjang SMP, peserta murid AN berasal dari kelas VIII, sedangkan pada jenjang SMA/SMK berasal dari kelas XI. 

Pesertanya dipilih melalui mekanisme sampling, sehingga tidak seluruh siswa pada kelas tersebut mengikuti AN.

Dengan demikian, TKA dan AN memang sama-sama menjadi bagian dari evaluasi pendidikan, tetapi titik ukurnya berbeda: TKA melihat capaian akademik individu, sedangkan AN memotret mutu pendidikan pada tingkat satuan pendidikan.

Baca Juga: YOGREEN UMS Lolos KMI Expo XVII 2026, Bawa Inovasi Yoghurt dari Ekstrak Daun Pakis

Kelas 7 sampai 12 mengikuti apa?

Posisi setiap kelas dapat dilihat secara sederhana:

  • Kelas 7 SMP: bukan peserta TKA dan bukan kelompok sasaran murid AN.

  • Kelas 8 SMP: menjadi kelompok sasaran AN, dengan peserta dipilih melalui sampling.

  • Kelas 9 SMP: menjadi peserta TKA karena merupakan kelas akhir SMP.

  • Kelas 10 SMA/SMK: bukan peserta TKA dan bukan kelompok sasaran murid AN.

  • Kelas 11 SMA/SMK: menjadi kelompok sasaran AN, dengan peserta dipilih melalui sampling.

  • Kelas 12 SMA/MA: menjadi peserta TKA karena merupakan kelas akhir SMA/MA.

Baca Juga: Rotasi Besar Polresta Karawang, Sejumlah Pejabat Utama Berganti Posisi

Untuk SMK program empat tahun, TKA juga diberikan pada kelas XIII sebagai kelas akhir.

Pembagian tersebut menunjukkan perbedaan tujuan keduanya. TKA ditempatkan pada akhir jenjang untuk memperoleh gambaran capaian akademik murid, sedangkan AN menggunakan sampel murid yang masih berada dalam proses pembelajaran untuk memotret mutu pendidikan.

Sulingjar melengkapi gambaran sekolah

Sulingjar tidak menguji kemampuan akademik siswa.

Survei ini diisi oleh kepala satuan pendidikan dan pendidik untuk memperoleh informasi mengenai kondisi lingkungan belajar. 

Data tersebut menjadi bagian penting dalam pelaporan AN dan Rapor Pendidikan.

Karena itu, Sulingjar dapat memberikan konteks terhadap data asesmen. Jika TKA menunjukkan capaian akademik dan AN memberikan gambaran mutu pendidikan, Sulingjar membantu melihat kondisi lingkungan belajar yang menyertai proses tersebut. ***