POJOKSATU.id - Tes Kemampuan Akademik atau TKA Geografi tidak hanya menguji kemampuan mengingat istilah dan definisi.
Peserta perlu memahami hubungan antargejala geosfer serta mampu membaca persoalan wilayah berdasarkan data dan kondisi yang diberikan.
Materinya dapat berkaitan dengan pendekatan dan prinsip geografi, konsep esensial, kependudukan, lingkungan, sumber daya alam, posisi Indonesia, kebencanaan, sampai pemanfaatan Sistem Informasi Geografis (SIG) dan penginderaan jauh.
Berikut 60 contoh soal TKA Geografi 2026 yang dapat digunakan sebagai bahan latihan.
Baca Juga: Mendikdasmen Tegaskan PKL Tak Boleh Hentikan Pembelajaran Murid SMK, Ini Solusinya
Soal-soal ini dirancang untuk melatih pemahaman konsep sekaligus kemampuan menganalisis berbagai fenomena geografi.
1. Pendekatan Geografi
Peneliti mengkaji banjir perkotaan dengan melihat curah hujan, perubahan penggunaan lahan, kepadatan penduduk, kondisi drainase, dan karakteristik wilayah secara bersamaan.
Pendekatan yang paling sesuai untuk penelitian tersebut adalah...
A. Pendekatan keruangan saja
B. Pendekatan kewilayahan saja
C. Pendekatan kompleks wilayah yang menggabungkan aspek keruangan dan kelingkungan
D. Pendekatan historis
E. Pendekatan deskriptif
Jawaban: C
2. Konsep Esensial Geografi
Permukiman di sepanjang sungai cenderung membentuk pola memanjang, sedangkan permukiman di daerah pegunungan tertentu tampak mengelompok di sekitar sumber air.
Konsep geografi yang paling tepat untuk menjelaskan fenomena tersebut adalah...
A. Pola, karena berkaitan dengan bentuk persebaran fenomena dalam ruang
B. Interaksi dan interdependensi
C. Morfologi
D. Aglomerasi
E. Keterjangkauan
Jawaban: A
3. Konsep Keterjangkauan
Longsor menyebabkan jalan penghubung sentra sayuran dengan kota terputus. Akibatnya, pasokan sayuran berkurang dan harga di pasar perkotaan meningkat.
Konsep esensial geografi yang paling menonjol dalam kasus tersebut adalah...
A. Lokasi
B. Morfologi
C. Pola
D. Nilai kegunaan
E. Keterjangkauan
Jawaban: E
Baca Juga: FLAK 2026 Digelar, 56 Tim SSB se-Karawang Adu Talenta Muda
4. Prinsip Interelasi
Peneliti menemukan bahwa banjir di sebuah kota berkaitan dengan hujan deras, berkurangnya lahan resapan, perubahan penggunaan lahan, dan sistem drainase yang kurang baik.
Prinsip geografi yang digunakan untuk menjelaskan hubungan tersebut adalah...
A. Deskripsi
B. Interelasi
C. Persebaran
D. Korologi
E. Lokasi
Jawaban: B
5. Piramida Penduduk
Sebuah negara mempunyai piramida penduduk berbentuk ekspansif. Kelompok usia muda jauh lebih besar dibanding kelompok usia tua.
Kebijakan yang paling tepat untuk mengantisipasi kondisi tersebut adalah...
A. Memperbanyak fasilitas khusus lansia
B. Mengurangi pembangunan sekolah
C. Membatasi penciptaan lapangan kerja
D. Memperkuat layanan pendidikan dan menyiapkan lapangan kerja bagi penduduk yang akan memasuki usia produktif
E. Mengurangi pelayanan kesehatan ibu dan anak
Jawaban: D
6. Dependency Ratio
Sebuah daerah memiliki rasio ketergantungan tinggi karena jumlah penduduk usia nonproduktif relatif besar dibandingkan penduduk usia produktif.
Dampak ekonomi yang paling mungkin muncul adalah...
A. Penduduk usia produktif menghadapi beban tanggungan ekonomi yang lebih besar
B. Pertumbuhan ekonomi pasti meningkat
C. Pengangguran otomatis menghilang
D. Pendapatan per kapita langsung meningkat
E. Kebutuhan tenaga produktif semakin berkurang
Jawaban: A
Baca Juga: Talenta Muda Bina Patra Army, Nazeef Khan Masuk Jajaran Top Skor FLAK 26
7. Migrasi
Banyak penduduk desa pindah ke kota karena kesempatan kerja pertanian semakin terbatas. Pada saat yang sama, sektor industri perkotaan menawarkan lebih banyak lapangan pekerjaan.
Fenomena migrasi tersebut dipengaruhi oleh...
A. Faktor pendorong dari daerah asal dan faktor penarik dari daerah tujuan
B. Faktor penarik saja
C. Faktor pendorong saja
D. Kebijakan pemerintah pusat saja
E. Bencana alam saja
Jawaban: A
8. Sensus Penduduk
Dalam suatu sensus, seseorang dicatat berdasarkan keberadaannya di tempat saat pendataan dilakukan, meskipun tempat tersebut bukan alamat tempat tinggal tetapnya.
Metode sensus yang dimaksud adalah...
A. Survei sampel
B. Registrasi penduduk
C. Sensus de jure
D. Sensus de facto
E. Proyeksi penduduk
Jawaban: D
9. Kondisi Fisik Lingkungan
Penduduk daerah pantai banyak bekerja sebagai nelayan, sedangkan masyarakat di dataran tinggi dengan tanah subur lebih banyak mengembangkan pertanian.
Perbedaan mata pencaharian tersebut terutama menunjukkan pengaruh...
A. Kebijakan pemerintah
B. Pendidikan
C. Modal usaha
D. Kepadatan penduduk
E. Kondisi fisik lingkungan terhadap potensi dan aktivitas ekonomi masyarakat
Jawaban: E
Baca Juga: Daftar Delapan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pengurusan HGB di Kantor Menteri Nusron Wahid
10. Interaksi Manusia dengan Lingkungan
Petani di dataran tinggi mengembangkan sayuran dan tanaman hortikultura karena kondisi udara serta tanahnya mendukung. Sementara itu, masyarakat pesisir banyak menggantungkan hidup pada perikanan.
Fenomena tersebut mencerminkan...
A. Interaksi manusia dengan lingkungan yang memengaruhi aktivitas sosial-ekonomi antarruang
B. Aglomerasi penduduk
C. Diferensiasi administratif
D. Kesamaan tingkat keterjangkauan
E. Jarak mutlak
Jawaban: A
11. Interaksi Sosial Perkotaan
Kota besar dihuni masyarakat dengan latar belakang suku, pekerjaan, pendidikan, dan budaya yang beragam. Hubungan sosial di perkotaan umumnya berbeda dengan masyarakat desa yang lebih dekat secara kekeluargaan.
Pola interaksi sosial perkotaan cenderung...
A. Selalu bersifat kekeluargaan
B. Seragam
C. Tidak memiliki interaksi sosial
D. Lebih individualistis dan formal dibandingkan masyarakat pedesaan
E. Selalu menghasilkan konflik
Jawaban: D
12. Aksesibilitas dan Interaksi Wilayah
Sebuah desa yang sebelumnya sulit dijangkau kemudian terhubung dengan jalan baru menuju kota. Setelah itu, arus informasi, barang, budaya, dan gaya hidup dari kota semakin mudah masuk.
Faktor sosial yang paling berpengaruh adalah...
A. Struktur geologi
B. Peningkatan aksesibilitas dan interaksi dengan wilayah lain
C. Iklim
D. Curah hujan
E. Ketinggian tempat
Jawaban: B
13. Pendidikan dan Kesadaran Lingkungan
Masyarakat dengan tingkat pendidikan yang lebih baik cenderung lebih mudah memahami pentingnya pengurangan sampah, konservasi sumber daya, dan perlindungan lingkungan.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pendidikan berperan sebagai...
A. Faktor penting dalam membentuk kesadaran serta perilaku masyarakat terhadap lingkungan
B. Faktor yang tidak berkaitan dengan lingkungan
C. Penghambat pembangunan secara mutlak
D. Faktor yang hanya berlaku di kota
E. Penghapus kearifan lokal
Jawaban: A
Baca Juga: Perwakilan KM Virgo Transport 8 Lebih Banyak Diam, Tanggung Biaya Pemulangan Jenazah Korban
14. Kearifan Lokal
Masyarakat adat tertentu menetapkan kawasan hutan yang tidak boleh ditebang. Larangan tersebut diwariskan antar-generasi dan tetap dipatuhi meskipun tidak selalu tertulis dalam peraturan negara.
Fungsi kearifan lokal tersebut adalah...
A. Penghambat seluruh kegiatan ekonomi
B. Tidak relevan dalam pengelolaan lingkungan
C. Bentuk kontrol sosial informal untuk menjaga kelestarian lingkungan
D. Selalu bertentangan dengan hukum formal
E. Tradisi tanpa pengaruh ekologis
Jawaban: C
15. Population Pressure
Pertumbuhan penduduk yang tinggi di wilayah dengan luas lahan terbatas meningkatkan kebutuhan terhadap permukiman, fasilitas umum, dan ruang ekonomi.
Kondisi tersebut dapat menyebabkan...
A. Lahan pertanian bertambah otomatis
B. Kebutuhan hunian vertikal berkurang
C. Ruang terbuka hijau tidak terbatas
D. Harga tanah turun drastis
E. Persaingan penggunaan ruang dan alih fungsi lahan semakin meningkat
Jawaban: E
16. Keterjangkauan dan Lokasi
Penduduk di wilayah pinggiran harus menempuh perjalanan jauh untuk memperoleh layanan rumah sakit karena fasilitas kesehatan lebih banyak terkonsentrasi di pusat kota.
Konsep geografi yang paling sesuai untuk menganalisis persoalan tersebut adalah...
A. Morfologi
B. Keterjangkauan dan lokasi
C. Aglomerasi
D. Diferensiasi area
E. Nilai kegunaan
Jawaban: B
Baca Juga: 45 Contoh Soal TKP SKD Sekolah Kedinasan 2026 Lengkap dengan Jawaban dan Pembahasan
17. Urban Sprawl
Harga tanah yang tinggi di pusat kota mendorong pembangunan perumahan dan kawasan komersial ke daerah pinggiran. Perluasan tersebut berlangsung semakin luas dan tidak selalu terkendali.
Fenomena urban sprawl terutama berkaitan dengan...
A. Iklim dan curah hujan
B. Kondisi geologi
C. Bencana alam
D. Faktor ekonomi dan sosial yang memengaruhi pola penggunaan ruang
E. Ketinggian wilayah
Jawaban: D
18. Prinsip Korologi
Seorang geograf mengkaji sebuah wilayah dengan memperhatikan persebaran penduduk, penggunaan lahan, aktivitas ekonomi, serta hubungan berbagai unsur tersebut secara bersamaan.
Prinsip geografi yang diterapkan adalah...
A. Persebaran
B. Interelasi
C. Korologi
D. Deskripsi
E. Lokasi
Jawaban: C
19. Kebijakan Kependudukan
Pertumbuhan penduduk yang sangat cepat tidak diikuti peningkatan kesempatan kerja dan kualitas sumber daya manusia. Kondisi tersebut dapat memperbesar risiko pengangguran dan kemiskinan.
Kebijakan yang paling tepat adalah...
A. Mengendalikan kelahiran melalui program keluarga berencana sekaligus meningkatkan kualitas SDM dan lapangan kerja
B. Membiarkan pertumbuhan penduduk tanpa kebijakan
C. Mengurangi pelayanan kesehatan
D. Mendorong migrasi tanpa perencanaan
E. Mengurangi anggaran pendidikan
Jawaban: A
Baca Juga: Panja KM Virgo Transport 8 akan Dibentuk Komisi V DPR, Kalau Cuaca Kurang Bagus Kenapa Berlayar
20. Kajian Geografi Terpadu
Karakter suatu wilayah terbentuk melalui hubungan antara kondisi topografi, iklim, sumber daya alam, penduduk, budaya, dan aktivitas ekonomi.
Hal tersebut menunjukkan bahwa geografi mengkaji wilayah secara...
A. Terpisah antara aspek fisik dan sosial
B. Terbatas pada aspek fisik
C. Terbatas pada aspek sosial
D. Statis
E. Terpadu dengan melihat keterkaitan berbagai unsur dalam satu sistem wilayah
Jawaban: E
21. Penurunan Muka Tanah
Penurunan muka tanah menjadi persoalan di sejumlah kota pesisir yang memiliki aktivitas permukiman dan industri tinggi. Salah satu faktor manusia yang mempercepat proses tersebut adalah...
A. Curah hujan tinggi
B. Aktivitas gunung api
C. Migrasi musiman
D. Pemompaan air tanah secara berlebihan
E. Pasang surut harian
Jawaban: D
22. Ketimpangan Kontrol Sumber Daya
Sebuah daerah di pedalaman Kalimantan memiliki kepadatan penduduk relatif rendah. Namun, pembukaan hutan untuk perkebunan berskala besar menimbulkan tekanan ekologis, sementara masyarakat setempat memiliki kendali terbatas atas sumber daya.
Fenomena tersebut menggambarkan...
A. Urbanisasi berlebihan
B. Ketimpangan kontrol sumber daya antara masyarakat lokal dan pihak eksternal
C. Kepadatan penduduk berlebih
D. Sengketa batas administratif
E. Kekurangan tenaga kerja pertanian
Jawaban: B
23. Daerah Aliran Sungai
Tutupan vegetasi di daerah hulu sebuah DAS berkurang drastis. Dalam beberapa tahun berikutnya, sedimentasi di bagian hilir meningkat.
Hubungan kedua kondisi tersebut yang paling tepat adalah...
A. Keduanya tidak berhubungan
B. Sedimentasi hanya disebabkan penambangan pasir
C. Penurunan curah hujan menyebabkan sedimentasi
D. Bertambahnya hutan menyebabkan sedimentasi
E. Berkurangnya vegetasi meningkatkan limpasan dan erosi sehingga material tanah terbawa menuju hilir
Jawaban: E
Baca Juga: 50 Mahasiswa Indonesia Lolos Beasiswa Maroko 2026, Cek Daftar Nama dan Kampus Tujuan
24. Pencemaran Udara
Konsentrasi PM2.5 di sebuah kota meningkat seiring bertambahnya kendaraan pribadi. Pada saat yang sama, luas ruang terbuka hijau mengalami penurunan.
Langkah yang paling tepat untuk menangani akar masalah tersebut adalah...
A. Mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan memperluas ruang terbuka hijau
B. Menambah lampu lalu lintas
C. Memperbanyak pos pemadam kebakaran
D. Memindahkan terminal bus saja
E. Menambah pasar tradisional
Jawaban: A
25. Letak Astronomis Indonesia
Indonesia berada pada 6° LU–11° LS dan 95° BT–141° BT. Wilayahnya dilalui garis khatulistiwa dan terbagi menjadi tiga zona waktu.
Dampak utama letak astronomis tersebut adalah...
A. Mengalami empat musim secara jelas
B. Terbebas dari gempa
C. Beriklim tropis dengan penerimaan sinar matahari relatif tinggi sepanjang tahun
D. Hanya mempunyai satu zona waktu
E. Tidak dipengaruhi angin muson
Jawaban: C
26. Letak Geografis Indonesia
Indonesia berada di antara Benua Asia dan Australia serta Samudra Hindia dan Pasifik. Posisi tersebut menjadikan Indonesia berada di jalur pergerakan manusia dan barang sejak dahulu.
Dampak sosial budaya jangka panjang yang paling tepat adalah...
A. Budaya lokal sepenuhnya terisolasi
B. Muncul keragaman budaya akibat interaksi perdagangan, migrasi, dan pertukaran budaya
C. Konflik maritim antarnegara hilang
D. Jalur pelayaran tradisional menghilang
E. Interaksi dengan negara lain berkurang
Jawaban: B
Baca Juga: 30 Contoh Soal TWK SKD Sekolah Kedinasan 2026 Lengkap dengan Jawaban dan Pembahasan
27. Resource Curse
Sebuah provinsi kaya akan mineral strategis untuk industri baterai kendaraan listrik. Namun, kesejahteraan masyarakatnya belum sebanding dengan besarnya nilai ekonomi sumber daya tersebut.
Fenomena tersebut dikenal sebagai...
A. Efisiensi SDA
B. Kesetaraan distribusi SDA
C. Ketahanan pangan berbasis tambang
D. Resource curse atau kutukan sumber daya alam
E. Deindustrialisasi
Jawaban: D
28. Energi Panas Bumi
Potensi panas bumi Indonesia sangat besar karena kondisi geologis dan banyaknya gunung api aktif. Meski demikian, tidak seluruh potensi tersebut mudah dikembangkan.
Salah satu hambatan utama adalah...
A. Biaya eksplorasi dan investasi awal yang tinggi serta kompleksitas penentuan lokasi pembangkit
B. Tidak adanya kebutuhan listrik
C. Aktivitas vulkanik Indonesia rendah
D. Temperatur bawah permukaan rendah
E. Adanya larangan internasional
Jawaban: A
29. Sengketa Batas Wilayah
Dua daerah berselisih mengenai wilayah pengelolaan di sekitar muara sungai. Dalam beberapa tahun terakhir, sedimentasi menyebabkan posisi garis pantai mengalami perubahan.
Masalah wilayah tersebut terutama berkaitan dengan...
A. Konflik penduduk lokal
B. Kegagalan transmigrasi
C. Ketimpangan ekonomi
D. Migrasi akibat bencana
E. Perubahan batas alam akibat sedimentasi yang berdampak pada batas administratif dan pengelolaan sumber daya
Jawaban: E
Baca Juga: 25 PTN-BH di Indonesia 2026, Universitas Udayana Jadi yang Terbaru, Cek Daftar Lengkapnya
30. Masalah Lingkungan Pesisir
Limbah dari kawasan industri dibuang ke laut tanpa pengolahan memadai. Terumbu karang mengalami kerusakan dan hasil tangkapan nelayan di sekitar wilayah tersebut menurun.
Penilaian masalah yang paling komprehensif harus mencakup...
A. Perbandingan volume limbah dengan industri lain
B. Kepentingan pihak industri saja
C. Dampak ekologis, kerugian ekonomi masyarakat, dan kepatuhan terhadap aturan lingkungan
D. Kondisi estetika pantai saja
E. Dampak terhadap permukiman saja
Jawaban: C
31. Iklim dan Pertanian
Indonesia memperoleh penyinaran matahari relatif tinggi dan memiliki kondisi iklim tropis. Kondisi tersebut mendukung kegiatan pertanian di banyak wilayah.
Dampak yang paling tepat adalah...
A. Pertanian tropis dapat berkembang dengan beragam komoditas dan periode tanam yang relatif panjang
B. Semua pertanian harus bergantung pada irigasi buatan
C. Keanekaragaman hayati menjadi rendah
D. Seluruh wilayah mengalami kekeringan permanen
E. Potensi perikanan laut menurun
Jawaban: A
32. Deforestasi
Hutan tropis Sumatera memiliki fungsi sebagai habitat flora dan fauna, penyimpan karbon, serta pengatur tata air. Jika deforestasi terus meningkat, dampak yang paling mungkin terjadi adalah...
A. Produksi pertanian otomatis meningkat tanpa dampak lain
B. Risiko kebakaran menurun
C. Kualitas udara meningkat
D. Habitat dan fungsi ekologis hutan berkurang, emisi karbon meningkat, serta gangguan tata air semakin besar
E. Pendapatan daerah meningkat tanpa konsekuensi lingkungan
Jawaban: D
33. Ketimpangan Pembangunan Antarwilayah
Pembangunan jalan, listrik, investasi, dan fasilitas pendidikan lebih terkonsentrasi di wilayah tertentu, sementara sebagian daerah di Indonesia timur masih menghadapi keterbatasan infrastruktur.
Persoalan tersebut merupakan contoh...
A. Persebaran penduduk yang merata
B. Disparitas pembangunan antarwilayah
C. Kelebihan tenaga terampil di Indonesia timur
D. Persaingan SDA antarprovinsi
E. Persebaran migrasi yang merata
Jawaban: B
Baca Juga: PPG Daljab Kemenag 2026 Kapan Dibuka? Cek Syarat dan Dokumen yang Perlu Disiapkan
34. Sampah Plastik di Laut
Sampah plastik dari kawasan permukiman dapat terbawa aliran sungai hingga akhirnya masuk ke laut. Penanganan yang hanya dilakukan di laut tidak cukup untuk menyelesaikan persoalan.
Strategi yang paling tepat adalah...
A. Memperbanyak TPA di pesisir
B. Melarang sungai sebagai jalur transportasi
C. Hanya membersihkan laut
D. Menyerahkan penanganan kepada nelayan
E. Memperbaiki pengelolaan sampah dari hulu, meningkatkan edukasi, dan memperkuat regulasi terhadap produsen plastik
Jawaban: E
35. Illegal Fishing
Penangkapan ikan secara ilegal dapat mengurangi stok ikan dan menimbulkan persaingan tidak sehat dengan nelayan yang beroperasi secara legal.
Dampak yang paling mungkin dirasakan nelayan lokal adalah...
A. Pendapatan meningkat
B. Kuota tangkap bertambah
C. Hasil tangkapan dan pendapatan menurun akibat tekanan terhadap sumber daya ikan serta persaingan ilegal
D. Investasi asing selalu meningkatkan kesejahteraan nelayan
E. Tidak ada dampak
Jawaban: C
36. Alur Laut Kepulauan Indonesia
ALKI menjadi salah satu jalur yang memungkinkan pelayaran internasional melewati wilayah perairan Indonesia dan menghubungkan kawasan Samudra Hindia dengan Pasifik.
Konsekuensi strategis bagi Indonesia adalah...
A. Peran geopolitik Indonesia menurun
B. Kerja sama maritim semakin tidak diperlukan
C. Risiko pencemaran laut berkurang
D. Indonesia harus memperkuat pengawasan keamanan maritim sekaligus dapat memanfaatkan peluang ekonomi dari lalu lintas perdagangan
E. Hubungan antarpulau terputus
Jawaban: D
Baca Juga: Sosok Menkeu Suahasil Nazara Ternyata Orang Nias, Bapaknya Hanati Nazara Dulu Bupati di Sana
37. Ketimpangan Persebaran Penduduk
Kawasan metropolitan Jakarta dan sekitarnya memiliki konsentrasi penduduk serta kegiatan ekonomi yang tinggi. Arus tenaga kerja menuju kawasan tersebut juga relatif besar.
Permasalahan utama yang dapat muncul adalah...
A. Ketimpangan persebaran penduduk yang meningkatkan tekanan pada infrastruktur, hunian, dan lingkungan perkotaan
B. Kelebihan lahan pertanian
C. Turunnya kebutuhan perumahan
D. Surplus tenaga kerja di semua wilayah sekitar Jakarta
E. Daya dukung kota meningkat tanpa batas
Jawaban: A
38. Kebakaran Lahan Gambut
Kebakaran gambut berulang pada musim kemarau dapat menghasilkan asap tebal yang menyebar hingga wilayah lain dan mengganggu kesehatan maupun transportasi.
Penyebab utama yang paling sesuai dengan fenomena tersebut adalah...
A. Curah hujan berlebihan
B. Pembukaan atau pembersihan lahan dengan pembakaran ketika gambut dalam kondisi kering
C. Aktivitas gunung api
D. Hutan primer terlalu rapat
E. Penduduk sekitar terlalu sedikit
Jawaban: B
39. Energi Surya
Indonesia memiliki potensi energi surya besar karena menerima penyinaran matahari sepanjang tahun. Namun, pemanfaatannya belum optimal dibandingkan potensinya.
Hambatan yang paling relevan adalah...
A. Intensitas radiasi matahari sangat rendah
B. Semua lahan kosong tidak dapat dimanfaatkan
C. Infrastruktur energi fosil telah lebih mapan dan investasi awal pembangkit surya masih menjadi tantangan
D. Panel surya dilarang pemerintah
E. Kebutuhan listrik tidak meningkat
Jawaban: C
Baca Juga: 30 Contoh Soal TIU SKD Sekolah Kedinasan 2026 Lengkap dengan Jawaban dan Pembahasan
40. Letak Indonesia dan Dinamika Kehidupan
Letak Indonesia di sekitar khatulistiwa serta posisinya di antara dua benua dan dua samudra memberikan keuntungan sekaligus tantangan.
Kesimpulan yang paling tepat adalah...
A. Letak Indonesia hanya berpengaruh terhadap ekonomi
B. Posisi Indonesia membuatnya bebas bencana
C. Pengaruh posisi tersebut hanya penting pada masa lalu
D. Posisi Indonesia menyebabkan keterisolasian
E. Letak tersebut memberikan peluang ekologis dan ekonomi, tetapi juga menghadirkan tantangan kebencanaan yang perlu dikelola secara berkelanjutan
Jawaban: E
41. Gempa Bumi dan Tsunami
Gempa kuat terjadi di wilayah pesisir selatan Jawa yang berada dekat zona subduksi. Setelah gempa, potensi tsunami perlu segera diperhitungkan.
Faktor yang paling menentukan apakah gempa berpotensi menghasilkan tsunami besar adalah...
A. Jarak pusat gempa dari kota
B. Kedalaman dan mekanisme gempa yang dapat menyebabkan perpindahan dasar laut secara vertikal
C. Jumlah penduduk pesisir
D. Waktu terjadinya gempa
E. Tinggi bangunan
Jawaban: B
42. Mitigasi Erupsi Gunung Api
Aktivitas sebuah gunung api meningkat dan statusnya dinaikkan menjadi Siaga. Pemerintah kemudian meningkatkan pemantauan dan memberikan arahan kepada masyarakat di kawasan rawan.
Tindakan mitigasi yang paling tepat adalah...
A. Menunggu erupsi sebelum melakukan persiapan
B. Memperluas permukiman ke arah puncak
C. Mengurangi pemantauan
D. Meningkatkan kesiapsiagaan, memastikan jalur evakuasi, dan mengevakuasi warga pada zona yang direkomendasikan berdasarkan informasi resmi
E. Membiarkan setiap warga mengambil keputusan tanpa arahan
Jawaban: D
Baca Juga: Bukan 11.744 Lagi, Pemerintah Siapkan Revitalisasi 100 Ribu Sekolah pada 2027, Ini Skemanya
43. Banjir Bandang dan Tutupan Hutan
Hujan sangat deras mengguyur daerah hulu yang mengalami pengurangan tutupan hutan. Beberapa jam kemudian, banjir bandang menerjang wilayah hilir.
Hubungan faktor penyebab yang paling tepat adalah...
A. Berkurangnya hutan menurunkan kemampuan infiltrasi sehingga limpasan permukaan meningkat ketika hujan deras
B. Banjir sepenuhnya disebabkan hujan dan tidak berkaitan dengan tutupan lahan
C. Berkurangnya hutan memperlambat aliran air
D. Kondisi hulu tidak memengaruhi banjir
E. Pendangkalan sungai menjadi satu-satunya faktor
Jawaban: A
44. Ingatan dan Kesiapsiagaan Bencana
Sebuah masyarakat pesisir pernah mengalami tsunami besar puluhan tahun lalu. Karena kejadian tersebut sudah lama berlalu, latihan evakuasi mulai ditinggalkan dan sebagian warga tidak lagi memahami jalur penyelamatan.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa...
A. Semua pengalaman bencana pasti membuat masyarakat semakin siap
B. Jarak waktu yang panjang dapat melemahkan ingatan risiko dan kewaspadaan masyarakat
C. Risiko tsunami hilang setelah beberapa generasi
D. Sistem peringatan dini tidak diperlukan
E. Edukasi bencana tidak penting bagi masyarakat pesisir
Jawaban: B
45. Mitigasi Kekeringan
El Niño menyebabkan musim kering berkepanjangan di suatu wilayah pertanian. Kondisi tersebut memicu gagal panen dan berkurangnya ketersediaan air.
Mitigasi nonstruktural yang paling tepat adalah...
A. Membangun bendungan secara cepat tanpa kajian
B. Memindahkan semua penduduk
C. Menghentikan seluruh pertanian
D. Membiarkan petani menghadapi risiko sendiri
E. Menerapkan diversifikasi tanaman, penyuluhan adaptasi iklim, dan sistem peringatan dini berdasarkan data cuaca
Jawaban: E
46. Tata Ruang dan Risiko Longsor
Permukiman berkembang di lereng dengan kemiringan tinggi. Pembangunan dilakukan tanpa memperhatikan karakter tanah, drainase, dan zonasi rawan longsor.
Masalah utama dalam kasus tersebut adalah...
A. Ketidaksesuaian pembangunan dan tata ruang dengan zonasi risiko longsor
B. Curah hujan terlalu rendah
C. Kepadatan penduduk terlalu rendah
D. Tidak adanya kegiatan pertanian
E. Tanah terlalu keras
Jawaban: A
47. Abrasi dan Mangrove
Citra satelit dari dua periode menunjukkan garis pantai mundur sekitar 200 meter. Pada wilayah yang sama, tutupan mangrove juga berkurang secara signifikan.
Interpretasi yang paling tepat adalah...
A. Terjadi akresi
B. Abrasi semakin kuat dan berkurangnya mangrove mengurangi perlindungan alami pesisir terhadap gelombang serta meningkatkan kerentanan wilayah
C. Citra tidak dapat digunakan untuk mengkaji pesisir
D. Mangrove tidak berhubungan dengan perubahan pantai
E. Wilayah tetap aman dari kenaikan muka laut
Jawaban: B
48. Overlay dalam SIG
Untuk menentukan wilayah rawan longsor, analis SIG menggabungkan beberapa layer berupa kemiringan lereng, curah hujan, dan karakteristik tanah.
Fungsi utama teknik overlay tersebut adalah...
A. Mempercepat terjadinya longsor
B. Menghapus kebutuhan survei lapangan sepenuhnya
C. Membatasi SIG hanya untuk batas administrasi
D. Mengidentifikasi wilayah yang memiliki kombinasi faktor fisik pendukung terjadinya longsor
E. Menurunkan akurasi karena terlalu banyak data
Jawaban: D
Baca Juga: Bukan Sekadar Bawa Perlengkapan, Peserta PPSN VI 2026 Wajib Sumbang Buku untuk Masyarakat
49. Penginderaan Jauh dan Hotspot
Satelit digunakan untuk memperoleh data titik panas di kawasan hutan dan lahan gambut secara berkala.
Keunggulan metode tersebut adalah...
A. Hanya dapat digunakan malam hari
B. Tidak mampu memantau wilayah luas
C. Dapat memantau wilayah yang luas secara cepat dan berulang tanpa mendatangi seluruh lokasi secara langsung
D. Menggantikan seluruh verifikasi lapangan
E. Tidak mampu menunjukkan indikasi kebakaran
Jawaban: C
50. SIG untuk Evakuasi
Pemerintah kota memanfaatkan SIG untuk menentukan jalur evakuasi banjir dengan memasukkan data ketinggian tempat, persebaran penduduk, jaringan jalan, dan lokasi titik aman.
Peran SIG dalam kondisi tersebut adalah...
A. Sekadar menampilkan peta
B. Tidak berguna untuk evakuasi
C. Hanya digunakan setelah bencana
D. Menggantikan seluruh petugas kebencanaan
E. Mengintegrasikan berbagai data spasial untuk membantu menentukan keputusan evakuasi yang lebih efisien
Jawaban: E
51. Risiko Erupsi dan Tata Ruang
Sebuah kawasan di kaki gunung api pernah dilalui aliran piroklastik dalam erupsi sebelumnya. Beberapa dekade kemudian, kawasan tersebut berkembang menjadi permukiman padat.
Penilaian risiko yang paling tepat adalah...
A. Kawasan pasti aman karena erupsi besar sudah pernah terjadi
B. Jumlah penduduk tidak berpengaruh terhadap risiko
C. Riwayat bencana tidak diperlukan dalam tata ruang
D. Risiko meningkat karena penduduk bertambah di kawasan yang secara historis dan geomorfologis masih berada dalam jalur bahaya
E. Aliran piroklastik hanya terjadi pada gunung tidak aktif
Jawaban: D
52. Mitigasi Banjir Rob
Banjir rob di pesisir Semarang bagian utara semakin sering terjadi. Kondisinya diperparah oleh penurunan muka tanah dan kenaikan muka laut.
Solusi jangka panjang yang paling komprehensif adalah...
A. Hanya membangun tanggul sementara
B. Mengendalikan pengambilan air tanah, membangun infrastruktur pengendali rob, serta menata ruang berdasarkan risiko
C. Membiarkan rob karena merupakan siklus alam
D. Hanya memindahkan penduduk
E. Menghentikan seluruh kegiatan ekonomi
Jawaban: B
53. Kearifan Lokal dan Teknologi Mitigasi
Sebuah desa di kawasan gunung api menggunakan kentongan sebagai sarana peringatan kepada warga. Sistem tersebut kemudian dihubungkan dengan informasi aktivitas gunung dari pos pemantauan resmi.
Keunggulan kombinasi tersebut adalah...
A. Kearifan lokal tidak dapat dipadukan dengan teknologi
B. Teknologi modern harus menghapus sistem tradisional
C. Kentongan memperlambat respons
D. Data ilmiah tidak dapat digunakan bersama sistem lokal
E. Sistem lokal mempercepat penyampaian peringatan kepada warga, sedangkan data ilmiah memperkuat dasar informasinya
Jawaban: E
54. Penginderaan Jauh Pascabencana
Kebakaran besar terjadi di kawasan hutan. Citra sebelum dan sesudah kejadian kemudian dibandingkan untuk mengetahui perubahan tutupan lahan.
Manfaat utama penginderaan jauh pada tahap tersebut adalah...
A. Mengestimasi luas dan persebaran kerusakan secara cepat untuk mendukung rehabilitasi dan pemulihan
B. Sekadar menjadi dokumentasi
C. Tidak dapat menunjukkan luas area terbakar
D. Menggantikan bantuan bagi korban
E. Hanya berguna sebelum bencana
Jawaban: A
Baca Juga: Kemah Santri PPSN VI 2026 Kemenag Dibuka, Cek Jadwal, Rangkaian Kegiatan dan Link Unduh Juknis
55. Peta Multiancaman
Sebuah daerah menyusun peta yang menggabungkan ancaman gempa, tsunami, dan likuefaksi sebagai dasar perencanaan pembangunan setelah bencana.
Pemanfaatan peta tersebut yang paling tepat adalah...
A. Mengabaikannya karena bencana jarang terjadi
B. Membangun kembali semua kawasan seperti kondisi sebelumnya
C. Menyesuaikan pemanfaatan ruang dan membatasi pembangunan pada zona dengan ancaman serta risiko sangat tinggi sesuai kajian
D. Menggunakannya hanya untuk wisata edukasi
E. Menyerahkan keputusan kepada investor
Jawaban: C
56. Likuefaksi
Setelah gempa kuat, tanah berpasir di sebuah kawasan yang jenuh air kehilangan kekuatan sehingga sejumlah bangunan ambles dan bergeser.
Kondisi geologis yang paling menjelaskan peristiwa tersebut adalah...
A. Batuan vulkanik keras
B. Tanah berpasir jenuh air mengalami kehilangan kekuatan akibat guncangan sehingga berperilaku seperti cairan
C. Curah hujan tinggi tanpa pengaruh gempa
D. Penambangan pasir semata
E. Episentrum sangat dalam
Jawaban: B
57. Drone untuk Pemetaan Pascagempa
Setelah gempa, pemerintah daerah membutuhkan peta detail mengenai retakan tanah di kawasan permukiman. Drone digunakan untuk merekam kondisi lapangan dari udara.
Keunggulan drone dalam situasi tersebut adalah...
A. Tidak mampu menjangkau kawasan terdampak
B. Selalu kalah detail dibanding semua citra satelit
C. Hanya dapat beroperasi malam hari
D. Mampu menghasilkan data beresolusi spasial tinggi dengan waktu perekaman yang fleksibel sehingga detail retakan dapat dipetakan
E. Tidak dapat digunakan bersama SIG
Jawaban: D
58. Pembangunan di Kawasan Rawan Bencana
Kawasan pesisir yang semakin sering mengalami rob tetap dikembangkan menjadi area komersial. Perencanaan tersebut tidak memasukkan proyeksi kenaikan muka laut dalam jangka panjang.
Evaluasi yang paling tepat adalah...
A. Pembangunan benar karena sesuai permintaan pasar
B. Kenaikan muka laut tidak perlu masuk pertimbangan perizinan
C. Kebijakan tersebut mengabaikan mitigasi berbasis risiko jangka panjang dan dapat memperbesar potensi kerugian di masa mendatang
D. Rob tidak berpengaruh terhadap investasi
E. Pembangunan komersial otomatis mengurangi risiko
Jawaban: C
59. Analisis Spasial Curah Hujan
Data curah hujan selama tiga dekade dianalisis menggunakan SIG. Hasilnya menunjukkan adanya perubahan distribusi musim hujan yang berkaitan dengan perubahan pola banjir di sebuah DAS.
Kegunaan hasil analisis tersebut adalah...
A. Membantu memahami pola spasial dan temporal curah hujan sehingga pengelolaan lahan dan perencanaan infrastruktur dapat disesuaikan
B. Membuktikan data masa lalu tidak penting
C. Hanya bermanfaat untuk penelitian akademik
D. Menunjukkan perubahan hujan tidak berkaitan dengan tata ruang
E. Membuktikan SIG tidak dapat mengolah data hujan
Jawaban: A
60. Mitigasi Bencana Berkelanjutan
Sebuah wilayah memiliki ancaman gempa, tsunami, dan banjir. Pemerintah menyusun rencana kontingensi yang memadukan peta risiko SIG, sistem peringatan dini, serta latihan evakuasi bersama masyarakat.
Kesimpulan yang paling tepat mengenai strategi tersebut adalah...
A. Teknologi saja sudah cukup untuk mitigasi
B. Simulasi tidak diperlukan jika peringatan dini tersedia
C. Peta risiko sudah cukup tanpa edukasi masyarakat
D. Rencana kontingensi hanya digunakan setelah bencana
E. Mitigasi berkelanjutan membutuhkan keterpaduan teknologi geospasial, sistem peringatan, perencanaan, dan kesiapsiagaan masyarakat
Jawaban: E
Baca Juga: Tumpukan Sampah Menggunung, Pramono Perintahkan TPS Ilegal Kapuk Muara Ditutup
Soal-soal di atas merupakan bahan latihan dan bukan soal resmi TKA.
Gunakan sebagai referensi untuk mengasah pemahaman konsep, kemampuan membaca fenomena wilayah, serta keterampilan menganalisis persoalan geografi.
Tetap sesuaikan pembelajaran dengan materi dan ketentuan TKA yang berlaku. ***




