POJOKSATU.id - Program revitalisasi sekolah bakal memasuki tahap yang jauh lebih besar pada 2027.
Pemerintah menyiapkan target revitalisasi untuk 100 ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia.
Angka tersebut jauh melampaui target awal revitalisasi 2026 yang berjumlah 11.744 satuan pendidikan. Sasaran program tahun ini kemudian diperluas hingga mencapai 71.744 satuan pendidikan.
Untuk 2027, pemerintah kembali memperluas sasaran dengan target 100 ribu satuan pendidikan.
Baca Juga: Bukan Sekadar Bawa Perlengkapan, Peserta PPSN VI 2026 Wajib Sumbang Buku untuk Masyarakat
Dengan tambahan tersebut, jumlah satuan pendidikan yang telah mendapatkan revitalisasi diharapkan mendekati 200 ribu sekolah.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan bahwa prioritas revitalisasi pada 2027 tetap diarahkan kepada sekolah yang paling membutuhkan.
“Tahun 2027 prioritas kami juga tetap sama. Jadi sekolah-sekolah yang kami prioritaskan adalah sekolah yang terdampak bencana, sekolah yang di daerah 3T, dan sekolah yang rusak berat,” jelas Abdul Mu’ti.
Artinya, target 100 ribu sekolah tersebut bukan sekadar pembagian kuota berdasarkan jumlah sekolah di setiap provinsi.
Kondisi dan kebutuhan nyata satuan pendidikan menjadi pertimbangan penting dalam penentuan sasaran.
Belum Ada Rincian 100 Ribu Sekolah per Provinsi
Lalu, provinsi mana saja yang mendapatkan berapa banyak sekolah?
Sampai informasi terbaru yang disampaikan pemerintah, belum ada daftar atau kuota resmi 100 ribu satuan pendidikan tahun 2027 berdasarkan provinsi.
Informasi yang sudah dipastikan baru mencakup target nasional dan kategori sekolah yang diprioritaskan.
Berikut rincian yang sudah bisa diketahui:
-
Target revitalisasi 2027 mencapai 100 ribu satuan pendidikan.
-
Sekolah terdampak bencana menjadi salah satu sasaran prioritas.
Baca Juga: Kemah Santri PPSN VI 2026 Kemenag Dibuka, Cek Jadwal, Rangkaian Kegiatan dan Link Unduh Juknis
-
Sekolah di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) menjadi prioritas.
-
Sekolah dengan kondisi rusak berat juga menjadi sasaran utama.
-
Jumlah satuan pendidikan yang telah direvitalisasi ditargetkan mendekati 200 ribu sekolah.
-
Rincian penerima berdasarkan provinsi belum diumumkan secara resmi.
Jadi, sekolah atau orang tua yang ingin mengetahui apakah satuan pendidikan tertentu akan menerima revitalisasi masih perlu menunggu penetapan sasaran dan informasi resmi pemerintah.
Tetap Menggunakan Skema Swakelola
Selain memperluas jumlah penerima, pemerintah juga melanjutkan pola pelaksanaan revitalisasi secara swakelola.
Pengerjaan fisik dilakukan langsung oleh satuan pendidikan penerima manfaat dengan pendampingan pemerintah daerah.
Pola ini membuat masyarakat sekitar juga dapat terlibat dalam pekerjaan pembangunan atau perbaikan sekolah.
Abdul Mu’ti meminta pemerintah daerah ikut mengawal pelaksanaan program karena tidak semua sekolah memiliki pengalaman teknis dalam mengelola anggaran.
Baca Juga: Jerit Pedagang Legal Pasar Tanjung Jember: Kita Bayar Pajak Mahal, Tapi Kalah Sama yang Ilegal!
“Kami mengharapkan para Kepala Dinas dan Kepala Daerah dapat memberikan dukungan dan mendampingi serta memastikan bahwa program revitalisasi terlaksana dengan sebaik-baiknya,” pesan Abdul Mu’ti.
Pendampingan tersebut juga diperlukan agar pengelolaan keuangan dan pekerjaan fisik berjalan sesuai ketentuan.
Sekolah Diminta Jangan Manipulasi Data
Ada hal penting lain yang perlu diperhatikan sekolah. Data kondisi sekolah menjadi dasar dalam menentukan penerima bantuan revitalisasi.
Karena itu, sekolah yang kondisinya masih layak tidak boleh sengaja dilaporkan rusak demi mendapatkan bantuan. Sebaliknya, kondisi kerusakan harus disampaikan sesuai keadaan sebenarnya.
Dengan target 100 ribu satuan pendidikan, akurasi data menjadi semakin penting agar program benar-benar sampai kepada sekolah yang membutuhkan.
Baca Juga: Tumpukan Sampah Menggunung, Pramono Perintahkan TPS Ilegal Kapuk Muara Ditutup
Target Besar hingga 2029
Perluasan revitalisasi juga menjadi bagian dari target pemerintah untuk memperbaiki seluruh satuan pendidikan yang membutuhkan.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menargetkan revitalisasi terus dipercepat pada 2027 dan 2028, sebelum seluruh sekolah yang membutuhkan dituntaskan paling lambat pada 2029.
Kemendikdasmen sendiri telah menyiapkan alokasi Rp9,28 triliun untuk revitalisasi satuan pendidikan dalam pagu anggaran 2027 yang telah diperoleh kementerian.
Dengan demikian, target 100 ribu sekolah pada 2027 bukan sekadar angka tambahan.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat pemerataan sarana pendidikan.
Bagi sekolah yang menunggu revitalisasi, kondisi bangunan harus tercatat secara akurat. Sementara untuk daftar penerima berdasarkan provinsi, masyarakat masih perlu menunggu pengumuman resmi berikutnya. ***




