POJOKSATU.id - Badan Kepegawaian Negara (BKN) menyiapkan 36 titik lokasi untuk pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Sekolah Kedinasan 2026 di berbagai wilayah Indonesia.

Kesiapan tersebut dilakukan setelah pendaftaran seleksi Sekolah Kedinasan 2026 berakhir pada 30 Agustus 2026. BKN memastikan dukungan pelaksanaan SKD, mulai dari lokasi, sarana dan prasarana, sistem Computer Assisted Test (CAT), hingga dukungan teknis telah dipersiapkan.

Kepala BKN Prof. Zudan Arif Fakrulloh mengatakan titik lokasi CAT disiapkan untuk menjangkau peserta di berbagai wilayah Indonesia. 

Fasilitas yang digunakan merupakan fasilitas BKN yang telah tersedia dan dipastikan siap digunakan untuk pelaksanaan ujian.

Baca Juga: Baru 43,9 Persen SMA Daftar TKA 2026, Kemendikdasmen Ingatkan Sekolah Jangan Menunda

SKD Sekolah Kedinasan 2026 dijadwalkan berlangsung pada 22 September-7 Oktober 2026 menggunakan sistem CAT BKN.

Jadwal Seleksi Sekolah Kedinasan 2026

Peserta perlu mencermati seluruh rangkaian seleksi karena setelah pendaftaran masih terdapat sejumlah tahapan sebelum mengikuti SKD.

Berikut jadwal Seleksi Sekolah Kedinasan 2026:

Bagi peserta yang dinyatakan lolos administrasi, tahapan berikutnya adalah menyelesaikan proses pembayaran PNBP SKD sesuai ketentuan sebelum mengikuti ujian CAT BKN.

Peserta juga perlu memperhatikan pengumuman dari instansi sekolah kedinasan yang dipilih karena seleksi lanjutan setelah SKD menjadi kewenangan kementerian atau lembaga penyelenggara.

BKN Siapkan 36 Titik Lokasi SKD

Sebanyak 36 titik lokasi CAT disiapkan BKN untuk pelaksanaan SKD Sekolah Kedinasan 2026.

Persiapan dilakukan dengan mengecek berbagai fasilitas yang akan digunakan peserta, termasuk perangkat komputer, jaringan, ruang ujian, serta aspek teknis dan pendukung lainnya.

Baca Juga: Ketentuan OMI Kabupaten dan Kota Kemenag 2026, Jumlah Soal, Sistem Penilaian, serta Jadwal Lengkap

BKN menyatakan seluruh fasilitas tersebut dipersiapkan untuk mendukung pelaksanaan SKD yang tertib, lancar, profesional, transparan, objektif, dan akuntabel.

Dengan tersedianya titik lokasi di berbagai wilayah, peserta tidak harus mengikuti SKD di satu lokasi pusat. Peserta perlu mencermati informasi lokasi ujian yang ditetapkan dalam tahapan seleksi dan mempersiapkan diri sesuai jadwal yang diberikan.

SKD Sekolah Kedinasan 2026 Terdiri dari 110 Soal

SKD Sekolah Kedinasan 2026 terdiri atas tiga jenis tes, yakni Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Inteligensi Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP).

Total terdapat 110 butir soal yang harus diselesaikan dalam waktu 100 menit.

Baca Juga: Pendaftaran Magang Nasional 2026 di Kemendikdasmen Buka 1.200 Posisi, Cek Syarat dan Jadwalnya

Rinciannya adalah:

  • TWK: 30 soal

  • TIU: 35 soal

  • TKP: 45 soal

Dengan jumlah soal tersebut, peserta harus mampu mengatur waktu pengerjaan sejak awal. Jangan sampai terlalu lama berada pada satu soal sehingga waktu untuk mengerjakan bagian lain menjadi berkurang.

Nilai Ambang Batas SKD Sekolah Kedinasan 2026

Pemerintah telah menetapkan nilai ambang batas SKD Sekolah Kedinasan 2026 melalui Keputusan Menteri PANRB Nomor 406 Tahun 2026 yang ditetapkan pada 27 Juli 2026. Keputusan tersebut berstatus berlaku.

Baca Juga: Digitalisasi Bansos Segera Berlaku, Dispendukcapil Jember Kebut Aktivasi IKD Ratusan Ribu Warga

Untuk peserta pada ketentuan umum, nilai ambang batasnya adalah:

  • TWK: 65

  • TIU: 80

  • TKP: 156

Nilai tersebut merupakan batas minimal yang harus diperhatikan peserta pada masing-masing komponen SKD.

Artinya, peserta tidak cukup hanya mengejar nilai total tinggi. Capaian pada setiap komponen juga harus memenuhi ketentuan ambang batas yang berlaku.

Ada Ketentuan Khusus untuk Jalur Afirmasi

Peserta juga perlu mengetahui bahwa terdapat ketentuan berbeda bagi peserta yang berasal dari daerah tertentu yang memperoleh afirmasi sesuai ketentuan pemerintah.

Baca Juga: Aturan Tata Ruang Jember Segera Berubah Total, Bapemperda Sebut Draft RTRW Baru Masih Divalidasi Pusat

Untuk peserta yang termasuk ketentuan afirmasi tersebut, nilai yang ditetapkan adalah:

  • Nilai kumulatif SKD minimal: 281

  • Nilai TIU minimal: 55

Ketentuan afirmasi tersebut berlaku bagi peserta dari daerah tertentu yang diusulkan oleh kementerian/lembaga penyelenggara Sekolah Kedinasan dan telah memperoleh persetujuan Menteri.

Karena itu, peserta sebaiknya memastikan jalur atau kebutuhan yang diikuti sebelum menggunakan angka ambang batas sebagai patokan.

Nilai Maksimal SKD Mencapai 550

Jika seluruh nilai maksimal berhasil diperoleh, skor kumulatif SKD Sekolah Kedinasan 2026 mencapai 550 poin.

Rinciannya:

  • TWK: maksimal 150 poin

  • TIU: maksimal 175 poin

  • TKP: maksimal 225 poin

Dengan demikian, total nilai tertinggi yang dapat diperoleh peserta adalah 550 poin.

Baca Juga: Keracunan MBG Terus Berulang dan tak Pernah Dipidana, tapi Keracunan Hajatan Langsung Proses

Bagaimana Sistem Pembobotan SKD 2026?

Sistem pembobotan TWK dan TIU berbeda dengan TKP.

Untuk TWK dan TIU, setiap jawaban benar memperoleh 5 poin. Sementara jawaban salah atau tidak dijawab memperoleh 0 poin.

Pada TKP, setiap pilihan jawaban memiliki nilai antara 1 hingga 5 poin, sedangkan soal yang tidak dijawab mendapatkan 0 poin.

Karena sistem penilaiannya berbeda, peserta perlu memiliki strategi tersendiri ketika mengerjakan setiap bagian.

Materi TWK, TIU dan TKP yang Diujikan

1. Tes Wawasan Kebangsaan (TWK)

Materi TWK meliputi:

  • Nasionalisme

  • Integritas

  • Bela negara

  • Pilar negara

  • Bahasa negara

Baca Juga: Pemerintah Klaim Ekonomi Indonesia Tumbuh tapi 64,2 Persen Penduduk di Bawah Standar Bank Dunia, Siapa 'Bermain' Data?

TWK menguji pemahaman peserta terhadap wawasan kebangsaan serta nilai-nilai yang berkaitan dengan kehidupan bernegara.

2. Tes Inteligensi Umum (TIU)

TIU terdiri atas beberapa kemampuan utama.

Kemampuan verbal, meliputi:

  • Analogi

  • Silogisme

  • Analitis

Kemampuan numerik, meliputi:

  • Berhitung

  • Deret angka

  • Perbandingan kuantitatif

  • Soal cerita

Kemampuan figural, meliputi:

  • Analogi

  • Ketidaksamaan

  • Serial

Peserta sebaiknya memperbanyak latihan karena soal TIU membutuhkan kecepatan dalam mengenali pola dan menggunakan logika.

Baca Juga: Intip Perjalanan Susu AceKid dari Peternakan hingga Smart Factory di China

3. Tes Karakteristik Pribadi (TKP)

Materi TKP meliputi:

  • Pelayanan publik

  • Jejaring kerja

  • Sosial budaya

  • Teknologi informasi dan komunikasi

  • Profesionalisme

  • Antiradikalisme

Berbeda dengan TWK dan TIU, TKP menggunakan rentang skor pada setiap pilihan jawaban. Karena itu, peserta harus mampu memilih respons yang paling mencerminkan karakter dan perilaku yang sesuai dengan situasi yang diberikan.

Baca Juga: Fraksi DPRD Jabar Soroti Pinjaman Rp3,4 Triliun dalam Pembahasan APBD Perubahan 2026

Lolos Ambang Batas Belum Berarti Otomatis Diterima

Hal penting lain yang perlu dipahami peserta adalah memenuhi nilai ambang batas bukan berarti otomatis diterima di sekolah kedinasan.

Peserta yang memenuhi ketentuan SKD masih harus mengikuti mekanisme seleksi berikutnya sesuai instansi yang dipilih.

BKN menjadwalkan seleksi lanjutan pada 11-28 Oktober 2026, sedangkan pengumuman kelulusan akhir dijadwalkan pada 21 Oktober-1 November 2026. 

Bentuk dan ketentuan seleksi lanjutan mengikuti kebijakan kementerian atau lembaga penyelenggara masing-masing.

Karena itu, peserta sebaiknya tidak menjadikan angka ambang batas sebagai target akhir. Dalam persaingan sekolah kedinasan, mendapatkan skor setinggi mungkin akan menjadi modal penting untuk menghadapi proses seleksi berikutnya.

Baca Juga: Kajari Mandailing Natal Tegaskan Banding atas 3 Vonis Bebas Pejabat Madina, Silaturahmi ke SMSI

Tips Persiapan Menjelang SKD Sekolah Kedinasan 2026

Menjelang pelaksanaan SKD, peserta dapat mulai menyusun strategi belajar dengan membagi waktu berdasarkan tiga komponen tes.

Untuk TWK, perkuat pemahaman mengenai nasionalisme, integritas, bela negara, pilar negara, dan bahasa negara.

Untuk TIU, lakukan latihan rutin soal numerik, verbal, dan figural. Kecepatan membaca pola menjadi salah satu kemampuan yang perlu dibangun.

Sementara untuk TKP, biasakan membaca setiap situasi dengan teliti sebelum menentukan pilihan jawaban.

Selain itu, lakukan simulasi CAT dengan durasi 100 menit untuk 110 soal agar terbiasa mengatur waktu.

Baca Juga: Barantin Dorong Dokter Hewan Karantina Perkuat Integritas dan Kompetensi

Yang tidak kalah penting, peserta harus memantau pengumuman resmi BKN dan instansi sekolah kedinasan yang dipilih. Jadwal, lokasi ujian, mekanisme pembayaran, hingga ketentuan seleksi lanjutan harus mengikuti informasi resmi yang berlaku.

Dengan mengetahui jumlah soal, durasi, materi, sistem pembobotan, nilai ambang batas, serta lokasi pelaksanaan sejak awal, peserta dapat mempersiapkan diri dengan lebih terarah untuk menghadapi SKD Sekolah Kedinasan 2026. ***