POJOKSATU.id - Ketentuan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 tingkat Kabupaten/Kota penting diketahui siswa, guru, dan madrasah yang mengikuti kompetisi yang diselenggarakan Kementerian Agama (Kemenag).

OMI Kabupaten/Kota 2026 dijadwalkan berlangsung pada Senin-Selasa, 7-8 September 2026. 

Sebelum pelaksanaan, peserta terlebih dahulu mengikuti uji coba pada 4-5 September 2026.

Kemenag telah menerbitkan Petunjuk Teknis (Juknis) Pelaksanaan OMI 2026 sebagai pedoman bagi penyelenggara, madrasah, guru, siswa, dan pihak lain yang terlibat.

Baca Juga: Pendaftaran Magang Nasional 2026 di Kemendikdasmen Buka 1.200 Posisi, Cek Syarat dan Jadwalnya

Juknis tersebut mengatur rangkaian OMI mulai dari sosialisasi, seleksi tingkat satuan pendidikan, Kabupaten/Kota, Provinsi, hingga Nasional/Final.

OMI 2026 Punya Dua Bidang Kompetisi

OMI 2026 terbagi menjadi dua bidang utama, yakni OMI Sains dan OMI Riset.

OMI Sains diperuntukkan bagi siswa jenjang MI/SD/sederajat, MTs/SMP/sederajat, dan MA/SMA/sederajat.

Sementara OMI Riset diperuntukkan bagi siswa MTs/SMP/sederajat dan MA/SMA/sederajat.

Pada bidang Sains, seleksi dilakukan secara berjenjang dari tingkat satuan pendidikan, Kabupaten/Kota, Provinsi, hingga Nasional/Final.

Baca Juga: Persaingan Sekolah Kedinasan 2026 Ketat, Formasi dan Submit Terpaut Jauh, Cek Link Hasil Seleksi Administrasi

OMI Riset memiliki karakter berbeda karena berfokus pada karya atau proposal penelitian siswa.

11 Cabang OMI Sains 2026

OMI Sains Terintegrasi terdiri atas 11 cabang kompetisi yang dibagi berdasarkan jenjang pendidikan.

Untuk jenjang MI/SD/sederajat, terdapat:

  • Matematika Terintegrasi

  • IPAS Terintegrasi

Untuk jenjang MTs/SMP/sederajat, terdapat:

  • Matematika Terintegrasi

  • IPA Terintegrasi

  • IPS Terintegrasi

Baca Juga: Ketum FWJI: Ayoo Kita Bangun Media Center ATR/BPN Jakarta Utara yang Profesional

Sementara untuk jenjang MA/SMA/sederajat, terdapat:

  • Matematika Terintegrasi

  • Biologi Terintegrasi

  • Fisika Terintegrasi

  • Kimia Terintegrasi

  • Ekonomi Terintegrasi

  • Geografi Terintegrasi

Dengan demikian, peserta perlu memastikan kembali bidang studi yang diikuti karena materi dan karakter soal disesuaikan dengan jenjang serta cabang kompetisi.

Baca Juga: Jember Diterjang 5 Kali Gempa Sejak Awal 2026, Kepala BPBD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

OMI Riset 2026 Fokus pada Tiga Ruang Lingkup

Selain bidang Sains, OMI 2026 menyediakan bidang Riset sebagai wadah bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan penelitian.

Ruang lingkup OMI Riset 2026 meliputi tiga tema utama, yaitu:

  1. Ekoteologi: Integrasi Keislaman dan Keilmuan

  2. Sustainable Development Goals (SDGs)

  3. Transformasi Digital untuk Pembangunan Nasional

Bidang ini dirancang untuk meningkatkan kualitas riset siswa sekaligus mendorong mereka menghasilkan gagasan yang relevan dengan persoalan lingkungan, pembangunan berkelanjutan, dan perkembangan teknologi.

Baca Juga: Aturan Tata Ruang Jember Segera Berubah Total, Bapemperda Sebut Draft RTRW Baru Masih Divalidasi Pusat

Jadwal OMI Kabupaten/Kota 2026

Bagi peserta OMI tingkat Kabupaten/Kota, beberapa tanggal penting yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:

  • Pendaftaran: 27 Agustus-2 September 2026

  • Uji coba: 4-5 September 2026

  • Pelaksanaan: 7-8 September 2026

  • Pengumuman: 12 September 2026

Jadwal pendaftaran dan uji coba tersebut juga telah disampaikan dalam informasi pelaksanaan OMI di sejumlah Kantor Kemenag daerah.

Peserta sebaiknya tidak hanya memperhatikan jadwal ujian, tetapi juga memastikan akun, perangkat, jaringan, dan lokasi pelaksanaan sudah siap sebelum hari-H.

Baca Juga: Bupati Jember Usul Ada Tenaga Ahli Pribadi untuk Setiap Anggota DPRD, Ahmad Halim: Kami Konsultasi Aturan Dulu

OMI Kabupaten/Kota 2026 Digelar Berbasis Komputer

Salah satu hal penting yang perlu diketahui peserta adalah sistem pelaksanaan OMI Kabupaten/Kota.

Seleksi dilaksanakan berbasis komputer di titik lokasi atau tilok yang ditetapkan oleh Komite OMI Kabupaten/Kota.

Karena itu, kesiapan perangkat komputer dan jaringan internet menjadi bagian penting dalam pelaksanaan seleksi. 

Sejumlah Kantor Kemenag daerah juga melakukan pengecekan titik lokasi dan fasilitas komputer menjelang pelaksanaan.

Peserta juga mengikuti uji coba sebelum kompetisi utama. Uji coba tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengenali sistem yang digunakan sekaligus memastikan kesiapan teknis.

Baca Juga: Polres Purwakarta Bongkar Kasus Pembegalan di Cikumpay, Empat Pelaku Diamankan

Jumlah Soal OMI Kabupaten/Kota 2026

Untuk tingkat Kabupaten/Kota, peserta OMI Sains mengerjakan sebanyak 25 soal pilihan ganda.

Soal disiapkan oleh Komite Ahli OMI Nasional, sedangkan pelaksanaan dilakukan dengan sistem berbasis komputer dan penilaian dilakukan secara terpusat oleh Komite OMI Nasional.

Artinya, peserta perlu mempersiapkan diri bukan hanya dengan menguasai materi, tetapi juga mampu mengerjakan soal secara cepat dan teliti.

Baca Juga: Ketakutan Tinggal di Dalam Rumah! Wamen yang Turun Langsung Bongkar Kondisi Psikologis Warga NTT

Jangan Tertukar dengan Jumlah Soal Tingkat Provinsi dan Nasional

Jumlah serta bentuk soal OMI berubah pada tahapan berikutnya.

Jika berhasil lolos ke tingkat Provinsi, peserta akan menghadapi:

  • 20 soal pilihan ganda

  • 5 soal pilihan ganda kompleks

Sementara pada tingkat Nasional/Final, tes terdiri atas:

  • 10 soal isian singkat

  • 5 soal esai

Tahap Nasional juga menggunakan sistem berbasis komputer yang dipadukan dengan eksplorasi/eksperimen.

Karena bentuk tes berbeda di setiap tahap, peserta yang menargetkan lolos hingga tingkat lebih tinggi perlu mempersiapkan kemampuan secara bertahap, bukan hanya berlatih pilihan ganda.

Baca Juga: Pabrik Sabun Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei Terbakar, 3 Orang Melompat dari Gedung Tinggi

Bagaimana Sistem Penilaian OMI Kabupaten/Kota 2026?

Penilaian OMI dilakukan berdasarkan rubrik yang ditetapkan oleh Juri Komite OMI Nasional.

Hal yang perlu diperhatikan, ketentuan tingkat Kabupaten/Kota menetapkan 25 soal pilihan ganda. 

Sementara bentuk pilihan ganda kompleks dan eksplorasi/eksperimen berlaku pada tahapan seleksi berikutnya, sehingga peserta perlu membedakan mekanisme setiap tingkat kompetisi.

Jika terdapat peserta dengan total nilai yang sama, penentuan peringkat dilakukan berdasarkan kriteria secara berurutan.

Baca Juga: Barantin Dorong Dokter Hewan Karantina Perkuat Integritas dan Kompetensi

Urutannya adalah:

  1. Jumlah jawaban benar terbanyak.

  2. Jumlah jawaban salah tersedikit.

  3. Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan soal.

  4. Jumlah jawaban benar terbanyak pada OMI Bidang Sains tahap sebelumnya.

  5. Jumlah jawaban salah tersedikit pada OMI Bidang Sains tahap sebelumnya.

Dengan mekanisme tersebut, kemampuan menjawab benar tetap menjadi faktor utama. 

Namun, ketelitian dan kecepatan juga dapat menjadi pembeda ketika terdapat peserta dengan nilai yang sama.

Baca Juga: KA Gunungjati Makin Diminati, 188 Ribu Penumpang Pilih Naik Kereta dari Cirebon ke Jakarta

Soal OMI Tidak Sekadar Menguji Hafalan

Peserta juga perlu memahami karakter soal OMI 2026.

Soal OMI Sains dirancang dengan pendekatan yang mendorong peserta untuk memahami konsep, menganalisis informasi, memecahkan masalah, dan berpikir secara kreatif serta mendalam.

Materi juga mengintegrasikan nilai-nilai Islam, ilmu pengetahuan, teknologi, budaya lokal, serta kepedulian terhadap lingkungan. 

Pendekatan tersebut sejalan dengan tema OMI 2026, yaitu “Islam, Sains, dan Ekoteologi: Menumbuhkan Talenta serta Menggerakkan Inovasi Madrasah untuk Indonesia Maju.”

Karena itu, peserta sebaiknya tidak hanya menghafalkan rumus atau definisi. 

Latihan soal berbasis kasus, data, fenomena sehari-hari, dan pemecahan masalah juga penting dilakukan.

Baca Juga: Bukan Salah Data, Ini Alasan Angka Kemiskinan Indonesia Versi Bank Dunia 64,2 Persen dan BPS 8,07 Persen

Peserta OMI Kabupaten/Kota Perlu Siapkan Ini

Menjelang pelaksanaan 7-8 September 2026, ada beberapa hal yang sebaiknya dipastikan peserta.

  • Pertama, pastikan sudah mengikuti proses pendaftaran dan verifikasi yang dilakukan melalui mekanisme resmi OMI.
  • Kedua, ikuti uji coba pada 4-5 September untuk mengenali sistem ujian berbasis komputer.
  • Ketiga, pelajari kembali materi sesuai cabang yang diikuti. Peserta Matematika, misalnya, perlu memperbanyak latihan soal penalaran dan pemecahan masalah, bukan hanya soal hitungan rutin.
  • Keempat, latih manajemen waktu. Hal ini penting karena waktu pengerjaan dapat menjadi faktor pembeda apabila terdapat peserta dengan nilai yang sama.
  • Kelima, tetap menjaga integritas selama kompetisi. Komite OMI Nasional memiliki kewenangan untuk menggugurkan peserta yang terbukti melanggar tata tertib atau tidak berintegritas.

 Baca Juga: Keracunan MBG Terus Berulang dan tak Pernah Dipidana, tapi Keracunan Hajatan Langsung Proses

Setelah Kabupaten/Kota, Ada Tahap Provinsi dan Nasional

OMI Kabupaten/Kota bukan tahap akhir. Peserta yang berhasil meraih hasil terbaik akan memiliki kesempatan melanjutkan perjuangan ke tingkat Provinsi.

Selanjutnya, peserta terbaik akan bersaing di tingkat Nasional/Final.

Dengan sistem seleksi berjenjang tersebut, persiapan sejak tingkat Kabupaten/Kota menjadi penting. 

Selain mengejar nilai, peserta perlu mulai membiasakan diri dengan berbagai tipe soal agar tidak kesulitan ketika bentuk tes berubah pada tahap Provinsi dan Nasional.

Bagi siswa yang akan mengikuti OMI Kabupaten/Kota 2026, memahami jumlah soal, sistem penilaian, jadwal, dan karakter kompetisi dapat menjadi modal penting untuk menghadapi ujian dengan lebih percaya diri. ***