POJOKSATU.ID – Minat masyarakat menggunakan transportasi kereta api terus menunjukkan tren positif. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 3 Cirebon mencatat sebanyak 188.502 pelanggan menggunakan KA Gunungjati relasi Cirebon-Jakarta sepanjang Januari hingga Juli 2026.

Tingginya angka tersebut menjadi salah satu indikator bahwa kereta api masih menjadi pilihan masyarakat untuk melakukan perjalanan antarkota, terutama karena menawarkan kenyamanan, keamanan, serta ketepatan waktu.

Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, mengatakan tingginya jumlah pelanggan KA Gunungjati tidak terlepas dari kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api.

“Sepanjang Januari hingga Juli 2026, KA Gunungjati telah melayani 188.502 pelanggan. Angka ini menjadi gambaran tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api,” kata Muhibbuddin, Kamis (3/9/2026).

Baca Juga: Sudah Ditebak Sejak Awal, Habis Karhutla Muncul Bibit Sawit, Masa Iya Nggak Ada yang Menanam

Menurutnya, kebutuhan masyarakat saat bepergian saat ini tidak hanya sebatas mencapai tujuan. Kenyamanan selama perjalanan juga menjadi salah satu pertimbangan dalam memilih moda transportasi.

Muhibbuddin menyebut perjalanan menggunakan KA Gunungjati memberikan pengalaman tersendiri bagi para pelanggan. Sepanjang perjalanan lintas utara Jawa, penumpang dapat menikmati berbagai panorama, mulai dari hamparan persawahan, kawasan pesisir, hingga suasana perdesaan.

“Perjalanan dengan kereta api memiliki keunikan karena pelanggan bisa menikmati pemandangan dari balik jendela tanpa harus berkonsentrasi mengemudi,” ujarnya.

Kondisi tersebut, lanjut Muhibbuddin, membuat perjalanan kereta api bagi sebagian pelanggan bukan sekadar aktivitas berpindah dari satu kota ke kota lain. Perjalanan juga dapat menjadi waktu untuk beristirahat dan menikmati suasana yang lebih tenang di tengah rutinitas.

“Bagi sebagian pelanggan, momen menikmati panorama perjalanan ini menjadi kesempatan untuk beristirahat sejenak dari rutinitas, menikmati suasana yang lebih tenang, bahkan bisa menjadi bagian dari pengalaman healing selama perjalanan,” tambahnya.

Baca Juga: RUU Perampasan Aset Dikebut, Mahfud Bongkar Kekhawatiran Megawati: Jangan Sampai Jadi Alat Pemerasan!

KAI Daop 3 Cirebon pun terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan. Selain mengutamakan aspek keselamatan dan ketepatan waktu, kenyamanan penumpang menjadi perhatian dalam menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih baik.

Dari Stasiun Cirebon, layanan KA Gunungjati dapat menjadi salah satu alternatif perjalanan bagi masyarakat menuju Jakarta maupun sebaliknya. Tarif perjalanan disebut mulai dari Rp25.000, menyesuaikan kelas, relasi, serta ketentuan tarif yang berlaku.

KA Gunungjati sendiri melayani perjalanan dengan relasi Semarang-Cirebon-Jakarta, sehingga turut menghubungkan sejumlah wilayah di jalur utara Jawa.

Muhibbuddin menegaskan, capaian lebih dari 188 ribu pelanggan selama tujuh bulan pertama 2026 merupakan bentuk kepercayaan yang harus dijaga oleh KAI.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelanggan yang telah memilih KA Gunungjati sebagai bagian dari perjalanan mereka. Kepercayaan ini menjadi motivasi bagi KAI untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan,” katanya.

Ia berharap perjalanan menggunakan kereta api tidak hanya memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mencapai tujuan, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang nyaman dan berkesan.

“Harapannya, perjalanan dengan kereta api bukan hanya sampai pada tujuan, tetapi juga menjadi pengalaman yang nyaman, menyenangkan, dan berkesan bagi setiap pelanggan,” pungkas Muhibbuddin.***