POJOKSATU.id - Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyiapkan program pembentukan karakter bagi para siswa Sekolah Rakyat yang akan mulai beroperasi di berbagai daerah.

Program tersebut akan melibatkan sekira 1.000 Taruna Akademi Militer (Akmil) yang ditugaskan untuk mendampingi siswa dalam membangun kedisiplinan, kerapian, serta kebiasaan hidup yang lebih tertata selama menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat.

Kolaborasi itu dibahas dalam pertemuan antara Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono dengan Komandan Jenderal Akademi TNI Letjen R Sidharta Wisnu Graha, Kepala Staf Teritorial Letjen Bambang Trisnohadi, dan Direktur Pendidikan Akademi TNI Brigjen Ari Novian di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat.

Baca Juga: BEI Buka Suara Soal IPO RANS Milik Raffi Ahmad, Free Float Ternyata Sudah Penuhi Aturan

Agus Jabo menjelaskan, pembinaan karakter menjadi bagian penting dalam proses pendidikan di Sekolah Rakyat, terutama untuk membantu siswa beradaptasi dari lingkungan sebelumnya menuju kehidupan baru yang lebih disiplin dan teratur.

Menurutnya, aspek kerapian menjadi salah satu perhatian khusus yang mendapat arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

"Nanti setelah ada skema ya antara Mabes TNI dengan Kemensos, cq di bawah Kemenhan, itu nanti rencananya di tiap Sekolah Rakyat akan ada lima taruna. Lima taruna yang akan membimbing, baik siswa maupun guru-gurunya dalam masalah kerapian," kata Agus Jabo.

Baca Juga: HPCI Karawang Matangkan Persiapan Anniversary Sewindu dalam Kopdar Rutin

Lima Taruna untuk Satu Sekolah

Dalam skema yang sedang disusun, setiap Sekolah Rakyat akan didampingi oleh lima taruna. 

Mereka tidak hanya memberikan pembinaan kepada siswa, tetapi juga kepada tenaga pendidik dan pengelola sekolah terkait budaya disiplin dan kerapian.

Agus Jabo menegaskan, kebutuhan pembinaan tersebut telah menjadi perhatian sejak awal pembentukan Sekolah Rakyat.

"Karena memang kita butuh. Sejak awal Pak Menteri itu justru untuk mendisiplinkan dari habitat lama ke habitat baru di Sekolah Rakyat itu memang butuh pembinaan. 

Baca Juga: Hasil Polling: Publik Yakin Kasus Korupsi BGN Meluas tapi Pesimis Potensi Korupsi di BGN dan MBG Bisa Ditekan

Dan sejak awal kita sudah minta sebetulnya ke TNI/Polri untuk ikut terlibat dalam proses pembinaan itu," ujarnya.

Ia menambahkan, keterlibatan TNI dalam program tersebut sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 yang menjadi dasar pelaksanaan Sekolah Rakyat.

Diterjunkan ke 178 Titik Sekolah Rakyat

Sementara itu, Komandan Jenderal Akademi TNI Letjen R Sidharta Wisnu Graha mengatakan pihaknya siap mengirimkan sekira 1.000 taruna tingkat pertama dan tingkat kedua untuk mendukung program tersebut.

Para taruna nantinya akan ditempatkan di 178 titik Sekolah Rakyat yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

"Nanti kami siapkan seribu orang, itu termasuk pengasuhnya Taruna. Jadi nanti Taruna yang kami kirim itu Tingkat 1 dan Tingkat 2," ujar Wisnu.

Baca Juga: Hendak Bawa 112 Paket Ganja ke Medan, Dua Kurir Ditangkap usai Kecelakaan Mobil vs Truk di Siborongborong

Saat ini Mabes TNI dan Kemensos masih menyusun mekanisme teknis pelaksanaan program pembinaan karakter tersebut. 

Rencananya kegiatan akan mulai dijalankan pada awal Agustus 2026 dengan durasi pembinaan sekitar satu minggu.

Materi Kerapian hingga Tata Kelola Asrama

Materi yang diberikan dalam pembinaan karakter akan berfokus pada kebiasaan-kebiasaan sederhana yang mendukung kedisiplinan sehari-hari.

Taruna Akmil akan mengajarkan berbagai keterampilan dasar seperti cara menyetrika seragam sekolah, merapikan tempat tidur dan seprei, menata lemari pakaian, hingga menyemir sepatu dengan benar.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Kritik Pelatihan ASN Rp5 Miliar: Lebih Baik Bangun 100 Rumah Warga

Selain membentuk kebiasaan hidup yang lebih tertib, pembinaan tersebut diharapkan dapat menanamkan rasa tanggung jawab, kemandirian, dan kedisiplinan kepada para siswa Sekolah Rakyat sejak dini. ***