POJOKSATU.id - Rencana penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS) menjadi perhatian pelaku pasar.
Penyebabnya, perusahaan milik Raffi Ahmad itu hanya melepas sekitar 20,02 persen saham ke publik, sementara aturan terbaru Bursa Efek Indonesia (BEI) mengatur ketentuan free float minimal 25 persen bagi perusahaan dengan kapitalisasi pasar di bawah Rp5 triliun.
Jika mengacu pada prospektus, RANS menawarkan saham dengan kisaran harga Rp135 hingga Rp170 per lembar.
Baca Juga: HPCI Karawang Matangkan Persiapan Anniversary Sewindu dalam Kopdar Rutin
Dengan rentang harga tersebut, kapitalisasi pasar perusahaan diperkirakan berada di kisaran Rp1,7 triliun hingga Rp2,14 triliun.
Kondisi tersebut sempat memunculkan pertanyaan mengenai kelayakan RANS untuk melantai di Bursa karena secara sekilas porsi saham yang dilepas terlihat belum mencapai batas minimal sesuai aturan terbaru.
Namun, Direktur Penilaian BEI I Gede Nyoman Yetna menjelaskan bahwa proses evaluasi terhadap pencatatan saham RANS tetap mengacu pada regulasi yang berlaku saat perusahaan mengajukan permohonan pencatatan.
Menurutnya, dokumen permohonan pencatatan saham RANS telah diterima BEI sebelum Peraturan Bursa Nomor I-A Tahun 2026 resmi diberlakukan pada 31 Maret 2026.
"Perlu kami sampaikan bahwa, maka proses evaluasi dilakukan dengan mengacu pada ketentuan yang berlaku pada saat permohonan diterima," ujarnya kepada wartawan, dikutip Kamis, 25 Juni 2026.
Penjelasan tersebut juga mengacu pada Surat Keputusan Direksi Nomor Kep-00045/BEI/03-2026 Ketetapan 5 yang menjadi dasar evaluasi pencatatan saham perusahaan.
Tak hanya itu, BEI menegaskan bahwa perhitungan free float tidak hanya berasal dari saham yang ditawarkan saat IPO.
Perseroan juga telah memiliki sejumlah pemegang saham eksisting yang memenuhi kriteria free float.
Dengan memperhitungkan seluruh struktur kepemilikan saham setelah IPO, porsi free float RANS diperkirakan mencapai sekitar 28,85 persen sehingga telah memenuhi ketentuan yang berlaku.
"Oleh karena itu, struktur kepemilikan saham Perseroan setelah IPO telah memenuhi ketentuan free float yang berlaku," tutupnya.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Kritik Pelatihan ASN Rp5 Miliar: Lebih Baik Bangun 100 Rumah Warga
Berdasarkan prospektus perusahaan, Raffi Farid Ahmad atau Raffi Ahmad masih menjadi pemegang saham terbesar dengan kepemilikan mencapai 78,68 persen.
Sementara itu, PT Indonesia Entertainment Grup menguasai 9,04 persen saham.
Perusahaan tersebut merupakan anak usaha PT Surya Citra Media Tbk (SCMA).
Pemegang saham lainnya adalah PT Ekonomi Baru Investasi Teknologi, perusahaan teknologi milik Pieter Tanuri di bawah PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA), dengan kepemilikan sebesar 0,76 persen.
Beberapa nama publik juga tercatat sebagai pemegang saham sebelum IPO, di antaranya Dony Oskaria sebesar 3,42 persen, Sutanto Hartono 1,43 persen, Kaesang Pangarep 1,14 persen, Nagita Slavina Mariana Tengker 1,24 persen, Soultan Ariq Rachman 3,43 persen, serta Hikmat Janika sebesar 0,86 persen.
Masuknya RANS ke Bursa menjadi salah satu IPO yang paling dinantikan tahun ini.***




