POJOKSATU.id - Hasil polling Indo Satu Media Group mengungkap publik meyakini kasus korupsi BGN bukan saja menyeret mereka yang sudah ditangkap Kejaksaan Agung (Kejagung) saja.
Akan tetapi kasus korupsi yang sudah menjerat Dadan Hindayana Cs itu juga sejatinya melibatkan sejumlah pihak lain yang lebih luas.
Hal itu tercermin dalam hasil polling delapan media di bawah naungan Indo Satu Media Group yang digelar selama pekan ketiga Juni 2026.
Yakni Pojoksatu.id, Pojok Seleb, Metropolitan.id, Metro Bogor, Radar Bandung, Radar Bekasi, Radar Depok, dan Radar Cianjur.
Baca Juga: Hasil Polling: dari 1.497 Responden 67 Persen Setuju Tuntutan Demo Mahasiswa Hentikan MBG dan KDKMP
Polling dilakukan secara serentak melalui platform TikTok dan Instagram.
Total sebanyak 2.865 responden terlibat dan memberikan jawaban pada tiga pertanyaan yang fokus pada isu kasus korupsi BGN, antara lain:
1. Menurutmu, apakah kasus korupsi di BGN akan menyeret banyak pihak lainnya?
2. Dengan perkembangan sekarang, apakah kamu yakin kasus korupsi di BGN yang ditangani Kejagung bisa diungkap sampai tuntas?
3. Dengan berbagai upaya Kejagung saat ini, apakah efektif menekan potensi korupsi di BGN dan program MBG?
Sementara untuk fokus isu tentang demo mahasiswa tuntut hentikan MBG dan KDKMP serta kaitan program MBG dengan KDKMP ada di artikel lainnya.
Pada pertanyaan pertama menjaring total 1.053 responden.
Hasilnya, mayoritas publik meyakini bahwa kasus korupsi BGN tidak hanya melibatkan mereka yang saat ini sudah ditangkap Kejagung.
Akan tetapi diyakini melibatkan pihak-pihak lain yang lebih luas.
Keyakinan tersebut disampaikan sebanyak 875 responden atau 83,10 persen dengan menjawab "kemungkinan besar" pada pertanyaan tersebut.
Sementara sebanyak 178 responden atau 16,90 persen menjawab "kemungkinan kecil".
Yang artinya, mereka cukup meyakini bahwa pelaku korupsi BGN saat ini telah semuanya ditangkap Kejaksaan Agung.
Baca Juga: Taufik Hidayat Ternyata Residivis dari Keluarga Berantakan, Ibunya Meninggal Depresi Gara-gara Anak
Fakta ini sejalan ketika tim memberikan pertanyaan "Dengan perkembangan sekarang, apakah kamu yakin kasus korupsi di BGN yang ditangani Kejagung bisa diungkap sampai tuntas?"
Dimana sebanyak 595 responden atau 62,96 persen yakin Kejagung akan bisa menuntaskan kasus korupsi BGN tersebut.
Sedangkan sebanyak 350 atau 37,04 persen lainnya menjawab "tidak yakin".
Kendati penegakan hukum tengah dilakukan, pesimistis publik pada potensi korupsi di BGN maupun program MBG ternyata masih cukup tinggi.
Hal ini terungkap dalam pertanyaan "Dengan berbagai upaya Kejagung saat ini, apakah efektif menekan potensi korupsi di BGN dan program MBG?".
Dimana sebanyak 490 responden atau 56,52 persen menyatakan "tidak yakin akan efektif".
Ini berarti bahwa publik melihat potensi korupsi di BGN maupun program MBG masih sangat besar.
Hal ini menilik pada super jumbonya anggaran serta perputaran rupiah di BGN maupun MBG.
Artinya pula, bahwa penegakan hukum yang saat ini berjalan di Kejagung, diyakini publik tidak akan membuat jera para garong-garong anggaran menumpuk kekayaan pribadi dari uang rakyat.
Sementara lainnya, sebanyak 377 responden atau 43,48 persen memberikan jawaban "yakin efektif".***




