POJOKSATU.id - Setiap tahun ribuan guru mengikuti UKPPPG (Uji Kompetensi Peserta Pendidikan Profesi Guru) sebagai tahap akhir untuk memperoleh Sertifikat Pendidik (Serdik).
Meski banyak guru sudah mempersiapkan diri dengan berbagai modul, video pembelajaran, dan latihan soal, kenyataannya masih banyak peserta yang gagal karena tidak memahami materi inti yang selalu muncul setiap tahun.
Padahal pola soal UKPPPG sebenarnya konsisten dari tahun ke tahun.
Ada sejumlah topik “langganan” yang hampir pasti keluar, baik di:
Ujian Pengetahuan (UP),
Ujian Kinerja (UKi),
Penilaian Video Praktik Pembelajaran,
maupun Penilaian Portofolio.
Artikel ini menguraikan materi-materi inti yang perlu dipahami guru agar peluang lulus meningkat signifikan
Kompetensi Pedagogik, Penguasaan Teori Belajar dan Pembelajaran
Ini adalah materi paling sering muncul dan selalu menjadi penentu kelulusan.
Topik inti yang selalu diujikan:
Teori belajar (konstruktivisme, behaviorisme, humanisme, sosiokultural).
Prinsip diferensiasi belajar.
Karakteristik peserta didik.
Pengembangan tujuan pembelajaran.
Baca Juga: Kejar Target PAD Depok, Supian Suri Minta Perangkat Daerah Genjot Kinerja Jelang Akhir Tahun
Strategi pembelajaran aktif.
Penilaian formatif dan sumatif.
Materi pedagogik mendominasi 30–40 persen soal Ujian Pengetahuan.
Penerapan Merdeka Belajar dan Kurikulum Merdeka
Sejak implementasi Kurikulum Merdeka, UKPPPG selalu memasukkan soal terkait:
Capaian Pembelajaran (CP).
Alur Tujuan Pembelajaran (ATP).
Modul Ajar.
Asesmen Diagnostik.
Pembelajaran berdiferensiasi.
Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).
Prinsip coaching dalam pembelajaran.
Ini materi wajib yang tidak bisa dilewatkan peserta.
Literasi, Numerasi, dan HOTS
Literasi dan numerasi hampir selalu menjadi fokus utama soal UP karena merupakan bagian dari kebijakan nasional.
Baca Juga: 450 VA Batal Dihapus, Pemerintah Tegaskan Subsidi Tetap Jadi Prioritas, Warga Jangan Panik!
Materi yang sering keluar:
Menyusun soal HOTS (C4–C6).
Analisis hasil belajar siswa.
Penyusunan rubrik penilaian.
Baca Juga: 8.320 Konten Radikal Terorisme Ditake Down Komdigi, Facebook Jadi Sarang Terbanyak
Interpretasi data numerasi sederhana.
Studi kasus pembelajaran berbasis data.
Topik-topik ini sering muncul dalam bentuk studi kasus, bukan teori murni.
Pembuatan Video Praktik Pembelajaran
Banyak peserta gagal di bagian ini karena tidak mengetahui kriteria penilaiannya.
Materi inti meliputi:
pembukaan pembelajaran yang efektif,
apersepsi,
Baca Juga: Parkir Liar Bikin Resah? Warga Depok Kini Bisa Lapor Langsung via Aplikasi DSW
diferensiasi strategi dan media,
penggunaan pertanyaan pemantik,
memberi umpan balik,
asesmen formatif di akhir sesi,
Baca Juga: Bantuan Minyak Akhir Tahun Disebut Double, Warga Heboh Terima 2–4 Liter, Ada Apa?
manajemen kelas,
interaksi dua arah.
Kesalahan umum peserta:
video terlalu panjang,
tujuan pembelajaran tidak muncul,
asesmen tidak tampak,
guru terlalu dominan,
tidak ada aktivitas siswa.
Penguasaan Konten (Content Knowledge) Sesuai Mapel
Materi sesuai mata pelajaran tetap diujikan.
Baca Juga: Imigrasi & BP3MI Kencangkan Pengawasan Desa Binaan, Banten Siaga Lawan TPPO
Untuk guru mapel (IPA, IPS, Matematika, Bahasa Indonesia, PPKn, PJOK, Seni, dan lain-lain), konten mapel tetap menjadi komponen besar dalam UP:
konsep inti mapel,
miskonsepsi umum peserta didik,
kompetensi dasar,
penilaian berbasis mapel,
materi prasyarat.
Khusus guru kelas SD, soal mencakup:
Bahasa Indonesia dasar,
Matematika dasar,
Sains dasar,
IPS dasar,
Pembelajaran tematik.
Manajemen Kelas dan Interaksi Pembelajaran
Hampir setiap tahun muncul sebagai penilaian kinerja guru.
Baca Juga: Parkir Liar Bikin Resah? Warga Depok Kini Bisa Lapor Langsung via Aplikasi DSW
Elemen yang dinilai:
pengelolaan ruang belajar,
pengaturan waktu,
komunikasi efektif,
pembelajaran kolaboratif,
hubungan guru–siswa,
pengoptimalan media pembelajaran.
Penilaian manajemen kelas sangat memengaruhi skor Ujian Kinerja.
Perangkat Ajar, ATP, Modul Ajar, RPP, dan LKPD
Guru wajib memahami bagaimana,
menyusun modul ajar lengkap,
menurunkan ATP menjadi tujuan pembelajaran,
Baca Juga: Bonus Penebalan dan Rapelan Bansos PKH BPNT BLT Kesra Membanjiri Rekening KPM di Penutupan Tahun
membuat LKPD yang kontekstual,
menyusun asesmen autentik,
membuat rubrik penilaian,
merancang refleksi pembelajaran.
Ini menjadi salah satu materi yang sering diminta dalam portofolio.
Penggunaan TIK dalam Pembelajaran
Nilai plus dalam UKPPPG diperoleh ketika guru:
mampu memanfaatkan platform digital (Google Classroom, Canva, Wordwall),
membuat media interaktif,
mengajar menggunakan perangkat TIK,
melakukan asesmen berbasis aplikasi,
menggunakan sumber digital resmi.
Materi ini semakin sering muncul sejak pandemi hingga sekarang.
Etika dan Profesionalisme Guru
Kompetensi sosial dan kepribadian menjadi salah satu komponen penilaian nasional.
Baca Juga: Sidang KIP Memanas, Arsip Ijazah Jokowi Hilang, Pengamat Kritik UGM dan KPU Surakarta
Materi yang sering diujikan:
etika interaksi guru–siswa,
komunikasi dengan orang tua,
integritas guru profesional,
refleksi diri guru,
budaya kerja positif,
sikap terhadap keberagaman.
Walau terlihat ringan, materi ini menentukan skor portofolio.
Analisis Kasus Pembelajaran Nyata
Tren terbaru UKPPPG adalah soal berbasis kasus nyata, misalnya:
konflik siswa,
perbedaan gaya belajar,
Baca Juga: Najib Hamas Tegaskan Proyek PSEL Serang Masih Jalan, Hanya Tertunda
kelas heterogen,
pembelajaran remedial,
kesalahan asesmen,
siswa kesulitan literasi/numerasi.
Guru harus menunjukkan kemampuan mengambil keputusan yang tepat, bukan sekadar hafalan teori.
Materi UKPPPG sebenarnya tidak berubah banyak dari tahun ke tahun.
Yang berubah hanya cara pengujian dan variasi konteks soal.
Jika guru menguasai 10 materi inti di atas, peluang lulus UKPPPG meningkat signifikan, terutama pada:
Ujian Pengetahuan,
Video Praktik Pembelajaran,
Modul Ajar,
Penilaian Portofolio.
Yang paling penting UKPPPG bukan ujian hafalan, tetapi ujian kemampuan guru menerapkan ilmu dalam situasi nyata.***




