POJOKSATU.id - Upaya pencegahan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan penyelundupan manusia di Banten kini semakin diperketat.
Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Banten bersama BP3MI Banten resmi memperkuat kolaborasi melalui program desa binaan yang kini menjadi garda terdepan dalam menangkal kejahatan berkedok pekerja migran.
Program desa binaan ini tidak hanya sebatas sosialisasi formal.
Imigrasi Banten menegaskan bahwa pendekatan lapangan harus lebih agresif, terutama di wilayah pesisir dan desa-desa yang selama ini rawan dijadikan jalur pengiriman pekerja migran non-prosedural.
Kepala Kanwil Imigrasi Banten menekankan bahwa masyarakat harus memahami risiko besar ketika memilih jalur ilegal.
Menurutnya, banyak kasus TPPO dimulai dari minimnya informasi, bujuk rayu calo, hingga iming-iming pekerjaan cepat yang berujung tragedi.
Baca Juga: Diterjang Angin, Pohon Tumbang Timpa Empat Rumah di Citereup, Kabupaten Bogor
BP3MI Banten ikut memperkuat langkah ini dengan membangun jejaring langsung di desa.
Aparat desa, tokoh masyarakat, hingga kalangan muda dilibatkan agar edukasi tidak hanya berhenti di ruang rapat, tetapi benar-benar sampai ke warga yang rentan menjadi korban.
Di beberapa titik desa binaan, Imigrasi menggelar dialog terbuka tentang prosedur membuat paspor, syarat resmi bekerja ke luar negeri, serta tanda-tanda penipuan yang sering dilakukan perekrut ilegal.
Baca Juga: Hadapi Tantangan Digital, Disdik Depok Dorong Profesionalisme Guru Lewat Uji Kompetensi
Warga diajak lebih kritis dan diminta melapor jika melihat indikasi pergerakan mencurigakan.
Program lain yang didorong adalah peningkatan capacity building bagi perangkat desa, agar mereka mampu mendeteksi sedini mungkin praktik yang mengarah ke TPPO.
Sebab, desa disebut sebagai lokasi “awal mula masalah” sekaligus “awal mula pencegahan”.
Kerja sama dua lembaga ini dipandang penting mengingat Banten memiliki wilayah pesisir luas yang kerap dilirik sebagai jalur penyeberangan ilegal.
Dengan adanya desa binaan, pemerintah berharap pengawasan dari akar rumput semakin kuat dan masyarakat tidak lagi mudah dijebak oleh jaringan perdagangan orang.
Baca Juga: CPNS 2026 Diprediksi Lebih Ketat, Ini Instansi yang Paling Diburu Pelamar
Kolaborasi ini akan terus diperluas, bukan hanya pada wilayah pesisir, tetapi juga desa dengan tingkat keberangkatan pekerja migran yang tinggi.
Imigrasi menegaskan, pencegahan adalah strategi utama, dan desa binaan menjadi senjata paling efektif untuk memutus rantai TPPO sejak dari kampung halaman.***


