POJOKSATU.ID — Isu hangat kembali beredar di kalangan masyarakat: subsidi listrik golongan 450 VA akan dihapus mulai tahun depan.
Warganet ramai membagikan tangkapan layar percakapan WhatsApp dan video singkat yang menyebut bahwa rumah tangga miskin pemegang daya 450 VA akan dipaksa naik ke daya 900 VA.
Bersama hilangnya subsidi yang selama ini mereka nikmati.
Keresahan masyarakat makin terasa karena banyak yang tidak yakin apakah isu ini benar atau tidak.
Baca Juga: 8.320 Konten Radikal Terorisme Ditake Down Komdigi, Facebook Jadi Sarang Terbanyak
Tapi, pemerintah dan pihak PLN segera angkat suara: subsidi 450 VA tidak akan dihapus.
Presiden Prabowo Subianto tegas menyatakan bahwa tidak ada rencana penghapusan daya 450 VA.
Dalam beberapa pernyataan publik, ia menegaskan bahwa subsidi untuk golongan ini akan tetap diberikan.
PLN dan pemerintah tidak punya niat untuk menghapus golongan 450 VA atau mengalihkan ke 900 VA tanpa subsidi.
Baca Juga: Parkir Liar Bikin Resah? Warga Depok Kini Bisa Lapor Langsung via Aplikasi DSW
Di sisi PLN, pihak manajemen menyatakan bahwa apapun keputusan kebijakan akan disampaikan setelah kajian bersama dengan DPR dan pemerintah, dan tidak serta-merta menonaktifkan golongan 450 VA.
Wacana awal soal penghapusan 450 VA muncul dari rapat antara pemerintah dan Badan Anggaran DPR.
Ada usulan untuk menaikkan daya listrik subsidi yang 450 VA menjadi 900 VA, dan 900 VA menjadi 1.200 VA.
Alasan di balik usulan ini bukan sekadar pemangkasan subsidi, melainkan dihubungkan dengan surplus pasokan listrik PLN (oversupply).
Baca Juga: Bantuan Minyak Akhir Tahun Disebut Double, Warga Heboh Terima 2–4 Liter, Ada Apa?
Dengan menaikkan daya pelanggan miskin, diharapkan PLN bisa menyerap listrik lebih banyak.
Namun, ketika usulan ini ramai di masyarakat, pemerintah langsung mengklarifikasi melalui sejumlah tokoh penting bahwa keputusan final belum diambil.
Dan subsidi 450 VA tetap dipertahankan untuk rumah tangga miskin.
Meskipun pemerintah menjamin subsidi tetap, kekhawatiran warganet tidak sepenuhnya hilang.
Berikut beberapa alasan ketakutan publik:
Kenaikan tagihan listrik: Jika benar ada perpindahan ke 900 VA tanpa subsidi yang sama, maka beban listrik bisa meningkat signifikan.
Salah sasaran kebijakan: Beberapa ahli anggaran menilai bahwa usulan penghapusan 450 VA bisa berdampak negatif bagi kelompok paling rentan jika tidak disertai kompensasi tepat.
Baca Juga: Banjir di Perumahan Pondok Karya Mampang, Ketinggian Air Mencapai 80 Sentimeter
Efisiensi vs kesejahteraan: Ada argumen bahwa menaikkan daya sebagai langkah efisiensi oversupply bisa merugikan masyarakat miskin karena potensi konsumsi berlebih.
Berdasarkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 29 Tahun 2016, subsidi listrik memang diberikan untuk rumah tangga dengan daya 450 VA dan juga 900 VA yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Artinya, hingga kebijakan resmi baru keluar, golongan 450 VA masih menjadi bagian dari skema subsidi.
Selain itu, dalam dokumen anggaran DPR, disebutkan bahwa pemerintah tetap berkomitmen menjaga subsidi listrik untuk 450–900 VA.
Baca Juga: Imigrasi & BP3MI Kencangkan Pengawasan Desa Binaan, Banten Siaga Lawan TPPO
Isu penghapusan subsidi listrik 450 VA menjadi viral di masyarakat, terutama melalui media sosial dan percakapan grup WhatsApp.
Namun, seturut klarifikasi PresidenPrabowo dan pihak PLN, subsidi 450 VA belum dihapus dan tetap menjadi prioritas.
Masyarakat yang khawatir bisa melakukan langkah-langkah berikut:
1. Pantau pengumuman resmi dari pemerintah dan PLN terkait kebijakan daya listrik.
2. Lapor jika menemukan kabar hoaks di media sosial atau grup komunitas.
3. Gunakan kanal pengaduan resmi seperti melalui kantor desa atau unit PLN untuk menanyakan status daya listrik.***

