POJOKSATU.id — Peluang untuk membuka usaha ritel modern seperti Alfamart kian diminati masyarakat, terutama karena jaringannya yang sudah tersebar luas di berbagai kota di Indonesia hingga merambah pasar internasional.

Selain itu, sistem waralaba yang ditawarkan turut menjadi faktor utama yang mendorong pertumbuhan pesat jaringan minimarket ini.

Bagi kamu yang berminat untuk berinvestasi, penting untuk mengetahui besaran modal yang diperlukan sekaligus memahami pilihan skema kerja sama yang tersedia.

Baca Juga: Beasiswa LPDP-Glasgow 2026 Dibuka! Kuliah S3 Gratis di Skotlandia, Cek Syarat dan Jadwalnya

Alfamart menawarkan beberapa opsi franchise yang dapat disesuaikan dengan kemampuan finansial serta kondisi usaha calon mitra.

Secara umum, terdapat tiga skema kerja sama waralaba yang bisa dipilih, mulai dari membuka gerai baru hingga mengambil alih toko yang telah beroperasi.

Skema pertama adalah franchise gerai baru, yang memberikan kesempatan bagi mitra untuk membuka toko dari awal dengan lokasi yang diusulkan sendiri.

Baca Juga: CPNS 2026 Segera Dibuka? Ini Bocoran Jadwal, Formasi, dan Syarat Lengkapnya!

Tahapannya dimulai dari presentasi awal, dilanjutkan evaluasi lokasi, hingga akhirnya pembukaan gerai.

Estimasi investasi berbeda-beda tergantung ukuran toko, mulai dari sekitar Rp300 juta untuk tipe 9 rak (30 m2) hingga Rp500 juta untuk tipe 45 rak (100 m2).

Biaya investasi tersebut sudah mencakup franchise fee sebesar Rp45 juta untuk jangka waktu lima tahun, instalasi listrik, perlengkapan toko, sistem kasir, pendingin ruangan, serta biaya promosi pembukaan.

Baca Juga: PBB 2026 Bisa Nol Rupiah! Ini Kriteria Rumah yang Lolos Pembebasan

Meski begitu, angka tersebut belum termasuk biaya properti dan masih dapat berubah menyesuaikan kondisi di lapangan.

Skema kedua adalah franchise gerai baru melalui sistem konversi. Program ini ditujukan bagi pemilik toko kelontong atau minimarket lokal yang ingin meningkatkan skala usahanya menjadi Alfamart.

Keunggulannya, stok barang dan rak yang sudah dimiliki dapat diperhitungkan sebagai bagian dari investasi, selama memenuhi standar yang ditetapkan.

Prosesnya meliputi presentasi awal, stock opname, hingga pembukaan gerai hasil konversi.

Baca Juga: DPR Soroti Implementasi UU PPRT, Pelanggaran Hak Pekerja Bisa Kena Sanksi Berat

Sementara itu, skema ketiga adalah franchise take over, yaitu kerja sama dengan cara mengambil alih gerai Alfamart yang sudah berjalan.

Untuk skema ini, modal yang diperlukan mulai dari Rp800 juta. Biaya tersebut sudah mencakup franchise fee, sewa lokasi selama lima tahun, perlengkapan toko, sistem operasional, hingga goodwill.

Tahapannya meliputi kesepakatan pembelian sampai proses pengambilalihan gerai.

Baca Juga: Kabar Baik! Rusun Subsidi Kini Lebih Luas dan Cicilan Lebih Ringan, Ini Aturan Terbarunya

Di luar modal awal, mitra juga dikenakan biaya royalti yang dihitung secara bertahap berdasarkan penjualan bersih.

Tarif royalti dimulai dari 0 persen untuk penjualan hingga Rp150 juta, dan dapat meningkat hingga 4 persen untuk penjualan di atas Rp250 juta.

Untuk dapat membuka gerai Alfamart, calon mitra wajib memenuhi sejumlah persyaratan.

Di antaranya memiliki minat di bidang ritel, berstatus Warga Negara Indonesia dengan badan usaha resmi seperti CV atau PT, serta memiliki lokasi usaha dengan luas minimal sekitar 100 m2 untuk area penjualan.

Baca Juga: Mau Daftarkan Anak Masuk Sekolah Dasar? Simak SPMB SD Tahun Ajaran 2026-2027, Mulai dari Aturan Usia hingga Tiga Jalur Penerimaan

Selain itu, calon mitra juga harus mengurus berbagai perizinan, seperti NIB, NPWP, hingga izin usaha toko modern.

Tidak hanya itu, mereka juga harus bersedia mengikuti seluruh sistem dan prosedur operasional yang telah ditetapkan oleh Alfamart.

Dengan beragam pilihan skema serta potensi pasar yang besar, bisnis franchise Alfamart menjadi salah satu peluang yang menarik bagi kamu yang ingin terjun ke sektor ritel modern.

Meski demikian, perencanaan yang matang dan kesiapan modal tetap menjadi faktor utama sebelum memulai investasi tersebut.***