POJOKSATU.id - Seiring tren elektrifikasi yang terus berkembang, kendaraan listrik mulai semakin dipertimbangkan untuk perjalanan mudik antarkota.

Namun, tantangan khas musim mudik seperti kendaraan terisi penuh, kemacetan panjang, serta penggunaan AC dan fitur hiburan dalam waktu lama membuat sebagian masyarakat masih mempertanyakan apakah daya jelajah EV benar-benar cukup untuk menempuh ratusan kilometer secara aman dan nyaman.

Secara teori, sejumlah rute favorit mudik sebenarnya masih dalam jangkauan kendaraan listrik modern.

Baca Juga: Posko THR Jabar Diserbu Aduan, 344 Laporan Masuk Jelang Idulfitri 2026

Rute Jakarta–Semarang via tol Trans Jawa sejauh kurang lebih 445 kilometer dapat ditempuh dalam kondisi sekali pengisian daya penuh.

Bahkan perjalanan Jakarta–Yogyakarta dengan jarak sekitar 560 kilometer bisa dilakukan dengan satu kali pengecasan tambahan di rest area.

Sementara itu, rute Surabaya–Banyuwangi sejauh 300 kilometer juga memungkinkan ditempuh dalam kondisi perjalanan tertentu.

Baca Juga: Mudik Lebaran 2026 Pakai Mobil Hybrid? Wajib Cek dan Persiapkan Ban, Begini Langkahnya

Meski begitu, kondisi di lapangan tentu tidak selalu ideal.

Business Unit Director Jaecoo Indonesia, Jim Ma, mengingatkan bahwa perjalanan mudik memiliki karakter berbeda dibanding penggunaan harian.

“Dalam perjalanan mudik, kendaraan biasanya akan terisi penuh oleh keluarga dan barang bawaan, belum lagi kemacetan yang tidak terprediksi panjangnya, serta penggunaan AC dan fitur hiburan dalam waktu lama. Kondisi tersebut tentu mempengaruhi penggunaan daya baterai,” ujarnya.

Pahami Angka Jarak Tempuh Secara Realistis
Ia menambahkan bahwa angka jarak tempuh seperti hasil pengujian NEDC dilakukan dalam kondisi tertentu, sehingga bisa berbeda dari penggunaan nyata di Indonesia.

Baca Juga: Polres Karawang Usut Kasus Kekerasan Anak yang Viral di Tempuran

"Jarak tempuh menjadi salah satu pertimbangan utama saat menggunakan kendaraan listrik untuk mudik. Perlu dipahami bahwa angka pengujian seperti NEDC dilakukan dalam kondisi tertentu dan dapat berbeda dari penggunaan sehari hari yang dipengaruhi gaya berkendara, kondisi lalu lintas, penggunaan pendingin kabin, hingga beban kendaraan," katanya.

Karena itu, perencanaan menjadi kunci utama sebelum melakukan perjalanan jarak jauh dengan kendaraan listrik.

Susun Rencana dan Titik Pengisian Daya
Perencanaan perjalanan sebaiknya mempertimbangkan daya jelajah secara realistis serta menyesuaikannya dengan rute yang akan ditempuh.

Baca Juga: BoP Terancam Gagal Usai Serangan AS-Israel ke Iran, Prabowo Siap Evaluasi Keanggotaan Indonesia

Pengendara juga perlu mempelajari lokasi SPKLU di sepanjang jalur dan menyusun titik istirahat secara matang.

Dengan begitu, bukan hanya kendaraan yang tetap dalam kondisi optimal, tetapi pengemudi dan penumpang pun bisa beristirahat dengan nyaman selama perjalanan.

Antisipasi Jalur Alternatif
Mudik tidak selalu identik dengan jalan tol yang mulus. Sebagian pemudik memilih jalur alternatif untuk menghindari kepadatan.

Baca Juga: Terkait Penutupan Wilayah Udara di Sejumlah di Timur Tengah, Pemerintah Didesak Lindungi Keselamatan 58 Ribu Jemaah Umrah Indonesia

Jalur seperti ini bisa menghadirkan tantangan berupa genangan air, permukaan jalan tidak rata, hingga perubahan cuaca.

Dalam situasi tersebut, ketangguhan kendaraan menjadi faktor penting yang mendukung keamanan dan kenyamanan selama perjalanan.

Perhatikan Kenyamanan dan Layanan Pendukung
Perjalanan mudik kerap berlangsung berjam-jam, apalagi saat arus lalu lintas padat.

Kenyamanan kabin, efisiensi pendingin udara, serta manajemen penggunaan fitur hiburan perlu diperhatikan agar konsumsi daya tetap terkendali.

Baca Juga: Sampaikan Duka atas Wafatnya Ayatollah Ali Khamenei, Megawati Kirim Surat Resmi ke Kedubes Iran

Selain itu, dukungan layanan purnajual dan bantuan teknis juga tak kalah penting.

"Selain kesiapan kendaraan, dukungan layanan juga menjadi bagian penting dari perencanaan mudik dengan kendaraan listrik. Ketersediaan bantuan teknis dapat memberikan rasa aman tambahan, terutama dalam perjalanan jarak jauh," tutupnya. ***