POJOKSATU.id - Menjelang mudik Lebaran 2026, persiapan kendaraan menjadi prioritas utama, terutama bagi pengguna mobil hybrid.
Lonjakan pemudik tahun ini diperkirakan mencapai 76 juta orang yang menggunakan kendaraan pribadi, sehingga kondisi kendaraan harus benar-benar prima.
Berbeda dengan mobil konvensional, mobil hybrid memiliki bobot lebih berat karena mengusung kombinasi mesin bensin dan motor listrik.
Baca Juga: Lampu Depan Jangan Diabaikan Saat Mudik Lebaran 2026, Ini Dampaknya Jika Kusam dan Berjamur
Kondisi ini membuat peran ban menjadi sangat krusial, bukan hanya untuk kenyamanan, tetapi juga efisiensi energi dan keselamatan selama perjalanan jauh.
Presiden Direktur Bridgestone Indonesia, Mukiat Sutikno, menegaskan pentingnya persiapan tersebut.
“Mudik Lebaran adalah momen penting bagi masyarakat Indonesia untuk merayakan hari kemenangan bersama keluarga dan sanak saudara di kampung halaman tercinta. Persiapan ban yang tepat, khususnya bagi pengguna mobil hybrid, akan sangat membantu menjaga efisiensi energi sekaligus keselamatan di jalan,” ujarnya melalui keterangan resmi.
Baca Juga: Polres Karawang Usut Kasus Kekerasan Anak yang Viral di Tempuran
Agar perjalanan mudik lebih aman dan efisien, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan.
Pilih Ban dengan Hambatan Gulir Rendah
Ban dengan teknologi low rolling resistance sangat direkomendasikan untuk mobil hybrid.
Jenis ban ini dirancang untuk mengurangi hambatan gulir, sehingga kendaraan dapat menempuh jarak lebih jauh dengan konsumsi energi lebih hemat dan emisi CO2 lebih rendah.
Untuk mobil hybrid yang mengandalkan efisiensi, pemilihan ban bukan sekadar soal ukuran, tetapi juga teknologi yang digunakan.
Cek Tekanan Angin Sesuai Rekomendasi
Tekanan angin yang sesuai standar pabrikan berperan penting dalam menjaga stabilitas, kenyamanan, dan efisiensi kendaraan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
1. Periksa tekanan saat ban dalam kondisi dingin menggunakan alat ukur yang akurat.
2. Lakukan pengecekan rutin minimal setiap dua minggu.
3. Ikuti standar tekanan yang tercantum pada stiker di pilar pintu pengemudi.
Tekanan yang kurang atau berlebih bisa memengaruhi daya cengkeram, mempercepat keausan, hingga membuat konsumsi energi menjadi boros.
Pastikan Kondisi Fisik Ban Prima
Selain tekanan angin, kondisi fisik ban wajib diperiksa sebelum menempuh perjalanan jarak jauh. Caranya dengan:
- Memeriksa kedalaman alur ban agar tidak melewati batas TWI (tread wear indicator).
- Memastikan tidak ada retakan, benjolan, atau keausan tidak merata.
- Melakukan spooring, balancing, dan rotasi ban untuk menjaga kestabilan.
Baca Juga: Masjid Agung Palembang, Jejak Kejayaan Islam di Bumi Sriwijaya
Langkah ini penting mengingat bobot mobil hybrid yang lebih berat bisa memberikan tekanan ekstra pada ban.
Jangan Lupakan Ban Cadangan
Ban cadangan dan perlengkapan darurat juga harus dalam kondisi siap pakai.
Pastikan tekanan ban cadangan sedikit lebih tinggi dari ban utama. Periksa juga kompresor serta cairan sealant jika menggunakan tire repair kit.
Baca Juga: Resmi! Ini Skema Rekayasa Lalu Lintas Mudik Lebaran 2026, One Way hingga Contra Flow Berlaku
Selain itu, siapkan kunci roda, dongkrak, dan senter untuk berjaga-jaga jika terjadi kendala di perjalanan.
Mudik bukan hanya soal sampai tujuan, tetapi juga bagaimana perjalanan berlangsung dengan aman dan nyaman.
Ban mungkin terlihat sederhana, tetapi perannya sangat besar, apalagi untuk mobil hybrid yang mengutamakan efisiensi.
Baca Juga: Jangan Sampai Ketinggalan! Mudik Gratis Perumnas 2026 Siapkan Rute Jakarta–Solo dan Jakarta–Surabaya
Persiapan matang sebelum berangkat bisa menjadi pembeda antara perjalanan lancar dan pengalaman tak terlupakan yang kurang menyenangkan di jalan. ***




