POJOKSATU.id - Salat Tarawih berjamaah di masjid memang sangat dianjurkan pada bulan Ramadan. Namun dalam kondisi tertentu, seperti pekerjaan, perjalanan, atau uzur lainnya, tidak semua orang bisa menunaikannya secara berjamaah.

Meski begitu, tak perlu khawatir. Salat Tarawih tetap bisa dikerjakan sendiri di rumah dengan tata cara yang sah dan sesuai tuntunan. 

Ibadah ini memiliki keutamaan besar karena termasuk qiyamul lail yang dianjurkan Rasulullah.

Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan, “Barang siapa yang melaksanakan shalat malam di bulan Ramadan karena iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

Artinya, peluang meraih ampunan tetap terbuka lebar, baik dilakukan berjamaah maupun sendiri.

Baca Juga: 8 Waktu Mustajab untuk Doa di Bulan Ramadan, dari Berbuka hingga Lailatul Qadar

Keutamaan Salat Tarawih

Salat Tarawih bukan sekadar sunnah biasa. Ibadah ini menjadi amalan khas Ramadan yang penuh nilai pahala.

Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya siapa yang berdiri (salat malam) bersama imam hingga selesai, maka akan dicatat baginya pahala shalat semalam suntuk.” (HR Tirmidzi).

Meski hadis ini menekankan berjamaah, melaksanakan Tarawih sendiri dengan ikhlas dan khusyuk tetap bernilai besar di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Salat ini juga menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah, memperbanyak doa, dzikir, dan memperkuat iman selama bulan suci.

Baca Juga: THR ASN Maros Rp30 Miliar Siap Cair! Ini Daftar Penerima, PPPK Paruh Waktu Termasuk?

Niat Salat Tarawih Sendiri (Tulisan Latin)

Niat dilakukan di dalam hati saat takbiratul ihram. Berikut lafal niat salat Tarawih dua rakaat secara sendiri dalam tulisan latin:

Ushalli sunnatat tarawihi rak’ataini mustaqbilal qiblati adaa’an lillahi ta’ala.

Artinya: Aku menyengaja shalat sunnah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Niat ini penting karena menjadi pembeda antara shalat Tarawih dan salat sunnah lainnya. 

Dalam kitab Nihayatuz Zain karya Syekh M Nawawi Banten dijelaskan bahwa shalat Tarawih tidak sah jika diniatkan secara mutlak tanpa menyebut Tarawih atau qiyam Ramadhan dalam hati.

Baca Juga: Sidang Gaji Dosen Ditunda, DPR dan Pemerintah Belum Siap! MK Jadwalkan Ulang 26 Februari 2026

Jumlah Rakaat Shalat Tarawih

Jumlah rakaat salat Tarawih sendiri sama dengan berjamaah. Dalam Mazhab Syafii, jumlahnya adalah 20 rakaat yang disepakati kesunnahannya.

Pelaksanaannya dilakukan dua rakaat satu salam. Tidak sah jika dikerjakan empat rakaat dengan satu salam, karena salat malam mengikuti kaidah dua rakaat satu salam.

Namun sebagian ulama juga membolehkan 8 rakaat sesuai kemampuan. Yang terpenting adalah kekhusyukan dan konsistensi menjalankannya.

Baca Juga: Disorot Komisi III soal Adies Kadir, Palguna Pasang Badan: MKMK Tak Bisa Diintervensi Siapa Pun

Tata Cara Salat Tarawih Sendiri di Rumah

Secara teknis, berikut langkah-langkah salat Tarawih sendiri:

  1. Bersuci dan berwudhu dengan sempurna.

  2. Menutup aurat dan memilih tempat yang tenang.

  3. Membaca niat dalam hati saat takbiratul ihram.

  4. Membaca doa iftitah.

  5. Membaca ta’awudz dan surat Al-Fatihah.

  6. Membaca surat pendek Al-Quran setelah Al-Fatihah. Boleh membaca surat pendek atau panjang sesuai kemampuan.

  7. Rukuk.

  8. Itidal.

  9. Sujud pertama.

  10. Duduk di antara dua sujud.

  11. Sujud kedua.

  12. Bangkit ke rakaat kedua dan mengulang gerakan yang sama.

  13. Tasyahud akhir.

  14. Salam pada setiap dua rakaat.

Baca Juga: Wacana Penghapusan PPPK Paruh Waktu Gunungkidul Disambut Gembira! Guru Minta Konversi Otomatis Tanpa Seleksi Lagi

Setelah dua rakaat selesai, dianjurkan membaca istighfar atau doa kamilin, lalu melanjutkan rakaat berikutnya hingga genap 8 atau 20 rakaat.

Menutup dengan Salat Witir

Setelah selesai Tarawih, dianjurkan menutupnya dengan salat Witir, minimal satu rakaat. Bisa juga tiga atau lima rakaat sesuai kemampuan.

Witir menjadi penutup shalat malam agar ibadah terasa lebih sempurna.

Tips Agar Tarawih di Rumah Tetap Khusyuk

Agar ibadah tetap optimal meski dilakukan sendiri, beberapa hal ini bisa diperhatikan:

  • Laksanakan setelah shalat Isya dan jangan terlalu ditunda agar tidak tertidur.

  • Matikan televisi atau suara yang mengganggu.

  • Jaga niat agar murni karena Allah.

  • Perbanyak doa setelah shalat karena malam Ramadhan adalah waktu mustajab.

Baca Juga: Resmi Teken Kontrak! PPPK Paruh Waktu di Pamekasan Terima Gaji Mulai Rp500 Ribu, Ada yang Tembus Rp2 Juta

Salat Tarawih adalah kesempatan emas yang hanya hadir setahun sekali. Jika tak bisa ke masjid, bukan berarti kehilangan pahala. Ibadah ini tetap bisa dilakukan di rumah dengan sederhana namun penuh makna.

Ramadan selalu memberi ruang bagi siapa saja yang ingin mendekat. Jangan sampai malam-malamnya berlalu begitu saja tanpa sujud terbaik kita. ***