POJOKSATU.id - Jogjakarta selalu punya cara lembut untuk menyambut siapa pun yang datang.

Di akhir tahun, kota ini berubah menjadi panggung besar wisata rasa.

Jalanan dipenuhi pelancong, aroma masakan tradisional bercampur dengan hiruk pikuk pasar oleh-oleh, dan malam-malam Jogja terasa lebih hidup.

Baca Juga: Penetapan UMP 2026 Ditentukan Rumus Baru, Ini Reaksi Serikat Pekerja

Tak hanya soal gudeg, kota ini terus melahirkan oleh-oleh dan kuliner viral yang membuat wisatawan rela antre demi membawa pulang rasa khas yang tak mudah dilupakan.

Berikut 10 rekomendasi oleh-oleh dan wisata kuliner terbaik Jogjakarta yang paling menarik dinikmati saat liburan akhir tahun.

1. Bakpia Kukus Tugu Jogja
Bakpia Kukus Tugu Jogja menjadi salah satu oleh-oleh modern yang viral dan banyak diburu wisatawan.

Baca Juga: Ribuan PPPK Paruh Waktu Kuningan Akhirnya Pegang SK, Bupati Tekankan Tanggung Jawab Pelayanan

Berbeda dari bakpia klasik, teksturnya lebih lembut dengan isian lumer seperti cokelat, keju, dan kacang hijau.

Gerainya mudah ditemukan di kawasan Malioboro dan Jalan Kaliurang. Suasana toko biasanya ramai sejak siang, dengan pengunjung memilih kemasan praktis untuk dibawa pulang.

Harga per kotak berada di kisaran menengah.

Baca Juga: Top 5 Daerah ber-UMP Tertinggi 2025 Siap Melonjak Lagi di 2026, Kenaikannya Diprediksi Makin Kencanng!

2. Bakpia Pathok 25
Untuk cita rasa tradisional, Bakpia Pathok 25 di Jalan AIP II KS Tubun No.25 tetap menjadi pilihan utama.

Bakpia di sini dibuat dengan proses panggang klasik, kulit tipis, dan isian kacang hijau yang legit.

Lokasinya berada di Kampung Pathok, mudah dijangkau dari pusat kota.

Banyak wisatawan sengaja datang langsung untuk menikmati suasana kampung bakpia yang autentik.

Baca Juga: Komitmen Tuntaskan Honorer, Pemkot Ambon Resmi Lantik 170 PPPK Paruh Waktu

3. Gudeg Yu Djum
Gudeg Yu Djum di Jalan Wijilan No.167 adalah ikon kuliner Jogja yang tak pernah sepi.

Gudeg keringnya dimasak berjam-jam dengan santan dan gula aren hingga meresap sempurna.

Rasanya manis, gurih, dan kaya rempah. Tempatnya sederhana namun selalu ramai, terutama pagi hingga siang.

Gudeg juga tersedia dalam kemasan besek atau kaleng untuk oleh-oleh.

Baca Juga: Bahlil Buka Arah Kebijakan Energi Prabowo, Papua Diproyeksikan Jadi Lumbung Bahan Baku Etanol

4. Gudeg Pawon
Berbeda dari gudeg kebanyakan, Gudeg Pawon di Jalan Janturan Umbulharjo justru paling ramai pada malam hari.

Wisatawan masuk langsung ke dapur untuk mengambil gudeg hangat yang baru matang.

Suasana antre di gang sempit menjadi pengalaman unik tersendiri.

Gudeg basah dengan kuah santan gurih ini terasa nikmat disantap saat udara malam Jogja yang sejuk.

Baca Juga: UMP 2026 Tinggal Tunggu Tanda Tangan Presiden, Yassierli Ungkap Skema Baru!

5. Jogja Scrummy
Jogja Scrummy di Jalan Magelang Km 5 menawarkan oleh-oleh kekinian berbentuk cake kukus dan brownies dengan berbagai varian rasa.

Teksturnya lembut, topping melimpah, dan dikemas modern. Tokonya luas dan nyaman, cocok untuk singgah sejenak setelah perjalanan jauh.

Harga relatif terjangkau untuk oleh-oleh keluarga.

6. Oseng Mercon Bu Narti
Bagi pencinta pedas, Oseng Mercon Bu Narti di Jalan KH Ahmad Dahlan menjadi magnet tersendiri.

Baca Juga: PPPK Paruh Waktu Tetap Dapat Gaji, THR, dan Tunjangan, Begini Aturan Resminya

Daging dan kikil dimasak dengan cabai rawit melimpah hingga menghasilkan rasa pedas menyengat.

Suasana warung sederhana, namun selalu penuh terutama malam hari.

Seporsi oseng mercon biasanya disantap dengan nasi hangat, memberi sensasi hangat di tubuh.

7. Sate Klathak Pak Pong
Sate Klathak Pak Pong di Jalan Imogiri Timur dikenal unik karena hanya dibumbui garam dan dipanggang menggunakan jeruji besi.

Baca Juga: Formula Baru UMP 2026 Bikin Pengusaha Waspada, Beban Biaya Diprediksi Meningkat

Daging kambingnya empuk dan juicy, disajikan dengan kuah gulai ringan.

Lokasinya agak ke pinggiran kota, namun mudah dijangkau kendaraan. Harga per porsi sebanding dengan kualitas rasa yang khas.

8. Angkringan Kopi Jos Lik Man
Menyusuri malam Jogja belum lengkap tanpa mampir ke angkringan.

Baca Juga: Nomor Serdik Belum Muncul di Info GTK Meski Dapodik Sudah Sinkron, Ini Penjelasan Resmi dan Solusi Guru Lulus PPG 2025

Angkringan Kopi Jos Lik Man di kawasan Stasiun Tugu menawarkan pengalaman minum kopi dengan arang panas langsung dicelupkan ke gelas.

Suasananya hangat, santai, dan penuh obrolan. Menu pendamping seperti nasi kucing dan gorengan membuatnya jadi favorit wisatawan.

9. Wedang Ronde Alun-Alun Kidul
Di malam hari, kawasan Alun-Alun Kidul dipenuhi penjual wedang ronde.

Minuman jahe hangat dengan isian bola ketan, kacang, dan kolang-kaling ini cocok dinikmati saat udara dingin akhir tahun.

Baca Juga: Harapan PPPK Paruh Waktu, Jalan Menuju Status Penuh Waktu Masih Terbuka, Tapi Bertahap! Cek Kriterianya

Duduk lesehan sambil menikmati wedang ronde memberi pengalaman Jogja yang sederhana namun berkesan.

Harga terjangkau dan porsinya menghangatkan badan.

10. Kawasan Kuliner Malioboro
Menutup perjalanan rasa di Jogjakarta, Malioboro tetap menjadi pusat kuliner yang selalu hidup.

Di sepanjang jalan ini, wisatawan bisa menemukan gudeg, sate, bakmi Jawa, jajanan tradisional, hingga oleh-oleh khas Jogja.

Baca Juga: Undip Kirim Mesin Penjernih Air ke Sumbar, Respons Kebutuhan Mendesak Korban Banjir

Suasana malam yang ramai, lampu jalan, dan seniman jalanan menjadikan Malioboro bukan sekadar tempat makan, melainkan pengalaman wisata yang utuh.

Jogjakarta selalu berhasil membuat siapa pun ingin kembali.

Dari rasa manis gudeg hingga hangatnya wedang ronde, setiap oleh-oleh dan kuliner menyimpan cerita yang melekat di ingatan.

Baca Juga: Upah Naik tapi Buruh Ngamuk Besar! Ada Apa dengan UMP 2026?

Liburan akhir tahun pun terasa lebih lengkap ketika Jogja menjadi bagian dari perjalanan pulang membawa rasa.***