POJOKSATU.id — Google bersiap memperkenalkan secara resmi Googlebook, lini laptop premium terbaru yang mengandalkan kecerdasan buatan Gemini.

Perangkat ini dijadwalkan diperkenalkan dalam acara khusus di New York, Amerika Serikat, pada 15 September 2026.

Googlebook sebelumnya telah diperkenalkan pada Mei 2026 sebagai kategori laptop baru yang menggabungkan kemampuan Android dan ChromeOS.

Baca Juga: Sekolah Kedinasan 2026 Punya Aturan Khusus untuk Calon Taruna Perempuan, Ini yang Perlu Dicek

Kehadirannya membuat masyarakat mulai membandingkan Googlebook dengan Chromebook maupun laptop Windows yang selama ini lebih dikenal.

Lantas, apa perbedaan Googlebook, Chromebook, dan laptop Windows?

Secara umum, ketiganya memiliki pendekatan yang berbeda.

Laptop Windows menggunakan sistem operasi Windows besutan Microsoft, sedangkan Chromebook menggunakan ChromeOS dari Google.

Baca Juga: Silent Hill: Townfall Eksklusif PS5 Selama 6 Bulan, Versi PC Langsung Tersedia

Sementara itu, Googlebook diperkenalkan sebagai kategori laptop premium dengan fondasi teknologi Android dan integrasi yang lebih mendalam dengan ekosistem Google.

Laptop Windows selama ini dikenal memiliki kompatibilitas software yang luas.

Pengguna dapat menjalankan berbagai aplikasi untuk kebutuhan pekerjaan, pendidikan, desain, editing, pemrograman hingga gaming, tergantung pada spesifikasi perangkat.

Baca Juga: Networking Rebahan

Keunggulan lainnya terletak pada fleksibilitas dalam memilih software.

Pengguna laptop Windows dapat memasang berbagai program desktop yang memang dirancang untuk sistem operasi tersebut.

Namun, kemampuan tersebut biasanya membutuhkan spesifikasi perangkat yang lebih tinggi, terutama apabila laptop digunakan untuk menjalankan aplikasi berat.

Harga laptop Windows pun sangat beragam, mulai dari perangkat dengan spesifikasi dasar hingga laptop premium untuk kebutuhan profesional dan gaming.

Baca Juga: Rekening Rp80,9 Juta Diblokir Jelang Demo, Bank Mandiri Ungkap Alasan hingga Disorot Jefri Nichol

Berbeda dengan Windows, Chromebook menggunakan ChromeOS yang dikembangkan Google.

Perangkat ini sejak awal dirancang untuk aktivitas yang banyak dilakukan melalui internet dan layanan berbasis cloud.

Chromebook umumnya cocok digunakan untuk browsing, mengetik dokumen, mengakses Google Drive, mengikuti pembelajaran daring, melakukan video conference hingga menjalankan berbagai aplikasi berbasis web.

Karena kebutuhan perangkat kerasnya relatif ringan untuk penggunaan sehari-hari, Chromebook banyak dikenal sebagai laptop yang sederhana, ringan dan praktis.

Baca Juga: Simak Tujuh Hal Wajib Diperhatikan, Ini Ketentuan Pas Foto dan Dokumen Sekolah Kedinasan 2026

Meski demikian, Chromebook memiliki keterbatasan ketika pengguna membutuhkan software desktop tertentu yang hanya tersedia atau lebih optimal di Windows.

Sementara itu, Googlebook hadir dengan konsep yang berbeda.

Google memposisikannya bukan sekadar sebagai penerus Chromebook, tetapi sebagai kategori laptop premium dengan integrasi Android dan Gemini yang lebih kuat.

Salah satu kemampuan yang ditonjolkan adalah konektivitas dengan smartphone Android.

Baca Juga: Jadi Tersangka Dugaan Penipuan, Ruben Onsu Gandeng Jhon LBF sebagai Kuasa Hukum

Melalui fitur Quick Access, pengguna dapat mengakses file dari ponsel melalui laptop tanpa harus memindahkan data secara manual terlebih dahulu.

Integrasi tersebut membuat Googlebook diarahkan untuk memberikan pengalaman yang lebih menyatu antara perangkat Android dan laptop.

Selain konektivitas dengan smartphone, kecerdasan buatan Gemini menjadi salah satu bagian utama dari Googlebook.

Google telah memperkenalkan sejumlah fitur berbasis AI, termasuk kemampuan membuat widget serta Magic Pointer yang dirancang untuk membantu pengguna berinteraksi dengan konten di layar.

Baca Juga: Biaya Sekolah Kedinasan 2026 Beragam, Ada yang Gratis hingga Rp400 Ribu, Simak Sebelum Daftar

Dengan pendekatan tersebut, Googlebook memiliki fokus yang lebih kuat pada pemanfaatan AI dalam aktivitas komputasi sehari-hari.

Jika dibandingkan secara sederhana, laptop Windows lebih menonjolkan fleksibilitas dan kompatibilitas software.

Chromebook mengutamakan kesederhanaan, layanan cloud dan aktivitas berbasis web, sedangkan Googlebook diarahkan menjadi laptop premium yang menggabungkan ekosistem Android dengan kemampuan AI Gemini.

Perbedaan tersebut membuat pilihan perangkat sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.

Baca Juga: PSSN Buka 50 Formasi Sekolah Kedinasan 2026, Cek Syarat, Jadwal dan Link Pendaftaran Resmi

Bagi pengguna yang membutuhkan berbagai software desktop, termasuk aplikasi pekerjaan, desain, editing atau gaming, laptop Windows dapat menjadi pilihan yang lebih fleksibel.

Chromebook lebih sesuai bagi pengguna yang kebutuhan utamanya adalah browsing, mengerjakan dokumen, belajar secara daring dan menggunakan layanan Google.

Sementara itu, Googlebook menarik bagi pengguna yang menginginkan perangkat premium dengan integrasi lebih erat bersama smartphone Android serta berbagai fitur berbasis Gemini.

Dengan demikian, Googlebook tidak dapat begitu saja disebut sebagai versi terbaru Chromebook.

Google justru menempatkannya sebagai kategori laptop baru yang membawa pendekatan berbeda melalui integrasi Android, layanan Google dan kecerdasan buatan Gemini.

Kepastian mengenai spesifikasi, harga, fitur lengkap dan ketersediaan Googlebook akan menjadi salah satu hal yang ditunggu dalam acara resmi Google di New York pada 15 September 2026.***