POJOKSATU.id - Calon peserta sekolah kedinasan 2026 perlu menyiapkan biaya seleksi yang berbeda-beda sesuai instansi yang dipilih. 

Sebagian besar biaya tersebut berkaitan dengan pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) menggunakan Computer Assisted Test (CAT) Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Biaya SKD CAT BKN umumnya dibayarkan setelah peserta dinyatakan memenuhi syarat seleksi administrasi. 

Selain SKD, beberapa sekolah kedinasan juga menetapkan biaya untuk tahapan seleksi khusus yang diselenggarakan masing-masing instansi.

Baca Juga: PSSN Buka 50 Formasi Sekolah Kedinasan 2026, Cek Syarat, Jadwal dan Link Pendaftaran Resmi

Rincian Biaya Sekolah Kedinasan 2026

Berikut rincian biaya seleksi sekolah kedinasan 2026 berdasarkan komponen biaya masing-masing instansi:

  • PKN STAN: biaya SKD CAT BKN Rp100.000 dan seleksi PKN STAN Rp300.000. Total biaya mencapai Rp400.000.

  • STMKG: biaya pendaftaran Rp75.000, SKD CAT BKN Rp100.000, serta SKB CAT BKN Rp100.000. Total biaya sebesar Rp275.000.

  • Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan (Poltekimipas): seluruh tahapan seleksi tidak dipungut biaya atau Rp0.

  • Politeknik Pengayoman Indonesia (Poltekpin): biaya seleksi kompetensi dasar atau SKD sebesar Rp100.000.

    Baca Juga: Pendaftar Sekolah Kedinasan 2026 Tembus 22.728 Orang, Cek Kuota dan Tingkat Persaingannya

  • STIN: biaya Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) sebesar Rp100.000.

  • Sekolah kedinasan Kementerian Perhubungan: biaya pendaftaran masing-masing sekolah sebesar Rp200.000.

  • Polstat STIS: biaya pendaftaran yang mencakup SKD sebesar Rp300.000.

  • IPDN: biaya SKD CAT BKN sebesar Rp100.000, sedangkan Seleksi Penerimaan Calon Praja (SPCP) ditanggung melalui APBN Kemendagri.

  • Poltek SSN: biaya Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) sebesar Rp100.000.

Rincian tersebut belum mencakup kebutuhan pribadi selama proses seleksi. 

Peserta tetap perlu menyiapkan biaya untuk pengadaan meterai dokumen maupun transportasi menuju lokasi tes.

Baca Juga: Bukan Cuma Pembangunan Fisik, Gus Fawait akan Gandeng Pengurus Baru MUI Jember Atasi Masalah Stunting hingga Kemiskinan

PKN STAN hingga Poltek SSN

PKN STAN menjadi salah satu sekolah kedinasan dengan biaya seleksi paling tinggi pada penerimaan 2026, yakni Rp400.000. 

Biaya tersebut terdiri atas Rp100.000 untuk SKD CAT BKN dan Rp300.000 untuk seleksi PKN STAN.

Sementara itu, biaya seleksi STMKG mencapai Rp275.000. Rinciannya terdiri dari biaya pendaftaran Rp75.000, SKD CAT BKN Rp100.000, serta SKB CAT BKN Rp100.000.

Di sisi lain, Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan atau Poltekimipas menetapkan seluruh tahapan penerimaan calon taruna 2026 tidak dipungut biaya.

Sejumlah sekolah lainnya menetapkan biaya Rp100.000 untuk SKD, seperti Poltekpin, STIN, IPDN, dan Poltek SSN. Khusus IPDN, biaya Seleksi Penerimaan Calon Praja 2026 ditanggung melalui APBN Kemendagri.

Baca Juga: Ketika Senter jadi Satu-satunya Penerangan Gerakan Anak Negeri saat Berikan Layanan Kesehatan bagi Warga Terdampak Gempa NTT

Ada Tarif CAT BKN Rp0 untuk Peserta Kurang Mampu

Kabar baiknya, pemerintah menyediakan fasilitas pembebasan biaya atau tarif Rp0 untuk pelaksanaan seleksi menggunakan CAT BKN bagi peserta yang memenuhi persyaratan tertentu.

Kebijakan tersebut diatur dalam Peraturan BKN Nomor 3 Tahun 2024 yang telah diperbarui melalui Peraturan BKN Nomor 3 Tahun 2026.

Fasilitas tarif Rp0 dapat diberikan kepada peserta sekolah kedinasan yang berasal dari Daerah Tertinggal dan berasal dari keluarga tidak mampu.

Selain itu, peserta dari daerah yang tidak termasuk Daerah Tertinggal tetapi berasal dari keluarga tidak mampu juga dapat memperoleh fasilitas tersebut. 

Namun, untuk kategori ini tersedia kuota maksimal 2 persen dari jumlah formasi dalam satu tahun anggaran.

Baca Juga: Ketika Senter jadi Satu-satunya Penerangan Gerakan Anak Negeri saat Berikan Layanan Kesehatan bagi Warga Terdampak Gempa NTT

Syarat Mendapatkan Biaya CAT BKN Gratis

Peserta yang ingin memperoleh tarif Rp0 harus menyatakan kesediaan mengikuti skema tersebut dengan mencentang pernyataan yang tersedia pada tahap Resume Pendaftaran di SSCASN.

Validasi dilakukan oleh sistem setelah instansi menyelesaikan finalisasi hasil seleksi administrasi pascasanggah. 

Artinya, mencentang pilihan tarif Rp0 tidak otomatis membuat peserta langsung terbebas dari biaya.

Peserta tetap harus memenuhi persyaratan dan dinyatakan lolos seleksi administrasi.

Untuk menentukan status wilayah, sistem menggunakan data domisili pada KTP dengan mengacu pada ketentuan Daerah Tertinggal. 

Sementara status keluarga kurang mampu mengacu pada data Kementerian Sosial dengan kriteria Desil 1 hingga Desil 4.

Baca Juga: Gak Cuma Pecah Rekor, Kirab Ancak Agung Jember Bikin Petani dan Pedagang Sayur Kebanjiran Pesanan

Bagaimana Jika Peminat Tarif Rp0 Melebihi Kuota?

Khusus peserta kurang mampu dari wilayah yang bukan Daerah Tertinggal, jumlah penerima dibatasi maksimal 2 persen dari total formasi.

Jika jumlah peserta yang memenuhi syarat melebihi kuota, sistem akan melakukan pemeringkatan berdasarkan urutan prioritas berikut:

  1. Desil kesejahteraan paling rendah.

  2. Nilai rata-rata rapor semester 1 sampai 6 paling tinggi.

  3. Usia peserta paling tinggi.

Dengan mekanisme tersebut, peserta tidak cukup hanya berasal dari keluarga kurang mampu. 

Sistem juga akan menentukan prioritas apabila jumlah calon penerima melebihi kuota yang tersedia.

Baca Juga: DPC PKB Madina Silaturahmi dengan Bupati, Kita Satu Rumah dalam Pemerintahan Mandailing Natal

Tarif Rp0 Hanya untuk CAT BKN

Hal penting yang perlu diperhatikan calon peserta adalah fasilitas tarif Rp0 tidak berarti seluruh proses pendaftaran sekolah kedinasan otomatis gratis.

Pembebasan tersebut secara khusus berlaku untuk pembayaran kepada BKN pada jenis seleksi yang menggunakan metode CAT BKN. 

Biaya seleksi yang ditetapkan langsung oleh sekolah kedinasan tetap mengikuti ketentuan masing-masing instansi.

Peserta yang mendapatkan fasilitas tarif Rp0 akan menerima notifikasi melalui akun SSCASN. 

Setelah menerima pemberitahuan tersebut, peserta tidak perlu membayar Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) kepada BKN untuk tahapan seleksi CAT BKN yang mendapatkan fasilitas pembebasan.

Baca Juga: Dari Angklung hingga Peuyeum, Pertamina Regional JBB Dorong Pelestarian Budaya Sunda

Karena itu, calon peserta sekolah kedinasan 2026 sebaiknya tidak hanya menghitung biaya pendaftaran. 

Persiapkan pula kebutuhan transportasi, dokumen, dan keperluan lain selama rangkaian seleksi berlangsung.

Bagi pendaftar dari keluarga kurang mampu, jangan lupa mengecek peluang memperoleh fasilitas tarif CAT BKN Rp0 melalui akun SSCASN. Dengan begitu, biaya seleksi bisa ditekan dan kesempatan mengikuti sekolah kedinasan tetap terbuka. ***