POJOKSATU.id, SUMUT - PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) terus memperluas peran Sisternet sebagai ekosistem pemberdayaan perempuan dengan menyasar penguatan ekonomi dari hulu ke hilir.
Melalui rangkaian program berkelanjutan, Sisternet tak hanya membekali perempuan dengan keterampilan, tetapi juga membuka akses nyata menuju kemandirian usaha.
Komitmen tersebut diwujudkan lewat pelaksanaan Sisternet SheInspire di Balai Pemasyarakatan (Bapas) Denpasar pada 18–19 Desember 2025, yang berfokus pada peningkatan kapasitas dan kepercayaan diri perempuan binaan.
Baca Juga: Sekolah Kedinasan Baru Dibuka 2026, Poltekpin Siapkan 200 Kuota Taruna CPNS, Simak Lengkapnya
Sejalan dengan itu, Sisternet juga resmi membuka pendaftaran Kompetisi Modal Pintar Sisternet 2026 (KMP 2026) bertema Go Export, sebagai upaya mendorong womenpreneurs lokal agar mampu menembus pasar global.
Melalui dua inisiatif ini, XLSMART menegaskan peran Sisternet sebagai jembatan transformasi ekonomi perempuan mulai dari pemberdayaan individu hingga penguatan daya saing usaha di tingkat internasional.
Perencana Ahli Muda, Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian PPPA, Setiorini, mengatakan program SheInspire Denpasar sebagai ruang aman yang penting bagi perempuan klien pemasyarakatan untuk memulai kembali hidupnya secara bermartabat.
Baca Juga: Tunjangan Guru Terdampak Bencana Bukan TPG atau THR, Ini Penjelasan dan Hal yang Perlu Dipahami
"Upaya pemulihan pasca-lapas tidak cukup berhenti pada pendampingan psikososial, tetapi perlu dilengkapi dengan penguatan kapasitas, kepercayaan diri, serta akses terhadap keterampilan dan peluang ekonomi agar mereka dapat berdaya dan terlindungi dari berbagai risiko kerentanan.” ujarnya
Setiorini menambahkan kolaborasi Sisternet dan XLSMART bersama Balai Pemasyarakatan Denpasar yang menghadirkan pembinaan praktis, mulai dari keterampilan, kewirausahaan, hingga literasi keuangan, sebagai bekal reintegrasi sosial yang lebih kuat.
"KemenPPPA mendukung inisiatif lintas pihak seperti ini agar semakin banyak perempuan pasca-lapas memiliki jalan untuk bangkit, mandiri secara ekonomi, dan berkontribusi positif bagi keluarga serta komunitasnya”, imbuhnya.
Baca Juga: UMP DKI 2026 Dinilai Tak Layak, KSPI Desak Revisi dan Gelar Aksi Besar Dua Hari
Sementara itu, Kepala Balai Pemasyarakatan Kelas I Denpasar, I Kadek Dedy Wirawan Arintama, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program She Inspire sebagai bentuk sinergi strategis dalam upaya pemberdayaan klien pemasyarakatan perempuan.
Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi sarana penguatan kapasitas, kepercayaan diri, serta kemandirian klien melalui proses pembinaan yang berkelanjutan.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Balai Pemasyarakatan Kelas I Denpasar berkomitmen untuk terus mendukung program yang mendorong reintegrasi sosial klien secara produktif, mandiri, dan berdaya guna di tengah masyarakat.
Baca Juga: Tanda Tangan Kontrak Kerja? Ini Alasan Gaji Harus Jelas Agar Iuran BPJS Ketenagakerjaan Tidak Salah
Program Sisternet SheInspire merupakan respons atas tantangan reintegrasi sosial perempuan pasca-lapas, terutama terkait kepercayaan diri, akses ekonomi, dan keberlanjutan hidup mandiri.
Berlangsung secara offline pada 18–19 Desember 2025 di Balai Pemasyarakatan Denpasar, program ini menyasar sekitar 50 peserta klien pemasyarakatan perempuan yang telah atau akan selesai menjalani masa pembinaan. Peserta dipilih melalui kurasi dan rekomendasi Bapas.
Lebih lanjut, Direktur & Chief Regulatory Officer XLSMART, Merza Fachys, mengatakan, melalui pendekatan yang menggabungkan peningkatan kapasitas, pendampingan, dan ekosistem dukungan, Sisternet menargetkan lahirnya lebih banyak perempuan pelaku usaha yang siap berkembang berkelanjutan.
Baca Juga: Bersih-Bersih TPU di Plawad Jadi Awal Gerakan Operasi Sapu Jagat
"Sekaligus membuka ruang aman dan produktif bagi perempuan yang sedang mempersiapkan reintegrasi sosial pasca-lapas agar mampu membangun hidup mandiri.” tegasnya.
Merza Fachys juga mengatakan bahwa SheInspireDenpasar dilaksanakan melalui kolaborasi lintas pihak, yaitu Sisternet sebagai perancang program, penyusun kurikulum, fasilitator, serta pendukung literasi digital dan kewirausahaan.
Kemudian KemenPPPA RI yang memberikan dukungan kebijakan serta perspektif perlindungan dan pemberdayaan perempuan, Sementara Balai Pemasyarakatan Denpasar yang memfasilitasi peserta, lokasi, serta pendampingan klien pemasyarakatan.
Baca Juga: Tips dan Strategi Memilih Jurusan Kuliah untuk SNBP agar Peluang Lolos Lebih Besar
Rangkaian kegiatan mencakup opening ceremony, sesi kelas mental health, kelas keterampilan tangan (handcraft) dengan output produk sederhana bernilai jual, kelas baking untuk memperkuat pemahaman dasar produksi dan peluang usaha kuliner, serta kelas kewirausahaan yang membekali peserta dengan mindset usaha, pengelolaan keuangan dasar, dan rencana tindak lanjut.
Dengan kombinasi praktik dan materi pembinaan, peserta diharapkan memperoleh peningkatan pengetahuan, keterampilan praktis, rencana usaha sederhana, serta kesiapan untuk mandiri.
Total penerima manfaat program SheInspire sebanyak lebih dari 1.000 perempuan Indonesia, yang sudah berjalan dari Desember 2024 – Desember 2025 dan pendampingan kan lanjut Kembali di tahun 2026 dengan jumlah peserta yang lebih banyak lagi.
Baca Juga: Siap-Siap! Ini Daftar Formasi CPNS 2026 yang Diprediksi Jadi Prioritas Pemerintah
KMP 2026: Program Inkubasi Siapkan UMKM Perempuan Go Export
Saat ini Aplikasi Sisternet hadir dengan fitur baru, tampilan lebih nyaman, dan mudah di akses.
Perempuan Indonesia mendapatkan ribuan konten digital melalui fitur DigiHer, Ai Assistant untuk mendapatkan beragam informasi, Acara Sister untuk dapat mengikuti event seru secara gratis, dan fitur Kompetisi.
Salah satunya untuk mengikuti Kompetisi Modal Pintar Sisternet 2026 (KMP 2026) yang merupakan program kompetisi sekaligus inkubasi bisnis bagi womenpreneurs Indonesia yang telah menjalankan usaha dan ingin naik kelas.
Baca Juga: LOWONGAN KERJA UMY Posisi Dosen Teknik Elektro dan Sipil, Pendaftaran hingga 10 Januari 2026
Program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas bisnis perempuan melalui pendampingan, literasi keuangan, strategi pemasaran, serta akses modal agar usaha dapat tumbuh berkelanjutan dan siap menembus pasar yang lebih luas, termasuk ekspor.
Tahun 2026, KMP menghadirkan sejumlah penguatan dibanding periode sebelumnya. Salah satu pembeda utama adalah pendekatan yang lebih komprehensif melalui sesi advisory intensif bersama mentor dan praktisi bisnis untuk finalis.
Selain itu, tema Go Export ditekankan untuk mendorong kesiapan usaha perempuan menuju pasar internasional, sekaligus memperkuat fondasi bisnis melalui kurikulum yang lebih aplikatif, mulai dari strategi finansial, legalitas, hingga market expansion.
Baca Juga: Kecelakaan di Luar Jam Kerja, Begini Cara Klaim BPJS Ketenagakerjaan
Merza Fachys menambahkan bahwa KMP 2026 juga memberikan perhatian pada aspek keberlanjutan dan dampak sosial, sehingga pertumbuhan bisnis diharapkan berjalan seiring dengan kontribusi positif bagi lingkungan dan komunitas.
KMP 2026 diselenggarakan oleh Sisternet bekerja sama dengan FUZZ sebagai mitra komunikasi dan aktivasi digital.
Sebagai bagian dari mekanisme publikasi, transparansi informasi, dan engagement komunitas, peserta diwajibkan menjadi member di aplikasi Sisternetdan terdaftar menjadi anggota FUZZ.
Pada KMP 2026, total hadiah modal usaha yang diperebutkan sebesar Rp200.000.000.
Baca Juga: Catat, Ini Perkiraan Jadwal Pendaftaran CPNS 2026 dan Besaran Gajinya
Hadiah akan dibagikan kepada beberapa pemenang terpilih, sementara jumlah pemenang serta pembagian nominal per pemenang akan diumumkan secara resmi pada tahap final.
Pendaftaran KMP 2026 dibuka hingga Februari2026. Adapun rangkaian program direncanakan berlangsung sebagai berikut:
- Pendaftaran dan submit profil bisnis: hingga 15 Februari2026
- Seleksi administrasi dan kurasi awal: Februari 2026
- Pembinaan dan mentoring finalis:Maret 2026
- Pitching & grand final: April 2026
Timeline dapat disesuaikan dengan kebutuhan program dan akan diinformasikan melalui kanal resmi Sisternet.
Baca Juga: Beasiswa IsDB MSP Buka S3 dan Postdoktoral Fully Funded, Ini Syarat dan Bidang Studinya
KMP 2026 menetapkan syarat utama untuk memastikan peserta sudah operasional dan siap dikembangkan secara profesional, sehingga modal dan pendampingan yang diberikan tepat sasaran dan berkelanjutan.
Persyaratan tersebut meliputi perempuan WNI dan memiliki e-KTP, usaha telah berjalan minimal 1 tahun serta aktif di akun bisnis Instagram, memiliki NPWP dan NIB/P-IRT sesuai jenis usaha, dan memiliki omzet aktif.
Untuk mengikuti KMP 2026, peserta perlu mengunduh dan registrasi di aplikasi Sisternet, mengisi form pendaftaran resmi KMP 2026, mengunggah konten partisipasi (twibbon/fitur kompetisi), serta membagikan IG Story dengan menandai akun resmi Sisternet dan FUZZ.
Baca Juga: Beasiswa Afirmasi ADik! Syarat, Sasaran Penerima, dan Cakupan Bantuan Kuliah Gratis
Tautan pendaftaran akan dirilis melalui aplikasi Sisternet dan media sosial Sisternet.
Dalam proses seleksi, peserta akan dinilai berdasarkan sejumlah aspek, antara lain model bisnis dan keberlanjutan, inovasi produk/jasa, manajemen finansial, strategi pemasaran, dampak sosial, serta kemampuan presentasi/pitching.
Kurasi dan penilaian dilakukan oleh juri independen yang terdiri dari praktisi bisnis, akademisi, dan perwakilan ekosistem kewirausahaan.
Sebagai ketentuan transparansi, keputusan juri bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat. Materi yang dikirimkan menjadi tanggung jawab peserta, sementara penyelenggara berhak menggunakan materi untuk kepentingan publikasi program.
Baca Juga: Resmi Digaji Bulanan, Ini Skema Gaji, Jam Kerja, dan Tunjangan PPPK Paruh Waktu
Jadwal dapat berubah sewaktu-waktu, dan karyawan penyelenggara serta mitra tidak diperkenankan mengikuti kompetisi.
Sisternet juga menegaskan bahwa seluruh materi komunikasi akan diseragamkan menggunakan penamaan “Kompetisi Modal Pintar Sisternet 2026” dan hashtag #KMP2026. ***


