POJOKSATU.id - Pilkada Serentak 2024 memang masih tahun depan. Akan tetapi sudah ada yang siap menggusur Anne Ratna Mustika dari kursi Bupati Purwakarta.

Sosok yang menyatakan siap bersaing dengan Anne di Pilkada Purwakarta itu tidak lain adalah Ivan Kuntara.

Pernyataan kesiapan Ivan Kuntara itu diungkap dalam deklarasi Gemppur (Gerakan Masyarakat Perubahan Purwakarta).

Baca Juga: 6 Artis Cantik Ini Pernah Ketahuan Mengutil, Padahal Tajir Semua

Deklarasi dilakukan di Pondok Pesantren Al Islam, di Kelurahan Cipaisan, Purwakarta, pada Rabu 19 Juli 2023 kemarin.

Dalam kesempatan itu, Ivan menyatakan siap maju dan bersaing dengan Anne Ratna Mustika.

"Dengan deklarasi Gemppur ini dan seluruh dukungan dari berbagai eleman masyarakat Purwakarta dan bila Allah SWT ridhoi, saya siap maju sebagai calon bupati Purwakarta," ucap Ivan.

Baca Juga: MenpanRB Sebut Seleksi CPNS dan PPPK Seperti Tarik Tambang, Ternyata Ini Maksudnya

Ivan menyatakan, Gemppur menjadi wadah awal untuk melangkah menuju perubahan Purwakarta yang lebih baik lagi.

Menurutnya, yang harus diperbaiki di Purwakarta adalah tata kelola pemerintahan.

Salah satu solusinya adalah dengan menerapkan merit sistem agar manajemen pegawai menjadi semakin baik.

Baca Juga: Ade Puspitasari Apresiasi Pengelola BUMDes di Jawa Barat, Bisa Gerakan Ekonomi di Desanya Masing Masing

Juga didasarkan pada kualifikasi, kompetensi, dan kinerja bersifat objektif, terukur, akuntabel, partisipatif serta transparan.

 

Usung Perubahan

Dalam misinya, Ivan Kuntara mengusung perubahan Kabupaten Purwakarta.

Yang awalnya identik dengan patung dan pohon pakai sarung, harus diubah dan kembali menjadi kota santri.

Baca Juga: 38 Menit Ladeni Perlawanan Ganda Malaysia, Fajri Lolos Semifinal Korea Open 2023

Sebab, Kabupaten Purwakarta identik dengan Wibawa Karta Raharja, yang kental dengan keagamaan dan kemakmuran.

"Jadi, tujuan saya jelas. Maju sebagai calon bupati Purwakarta mengusung perubahan dari kota yang terkenal dengan patung dan pohon yang dipakai sarung menjadi kota santri yang sejahtera dan makmur," ucap Ivan.

Soal kendaraan, Ivan mengaku sudah didekati 5 partai politik. Tapi dia tidak mengungkap partai apa saja yang dia maksud itu.

Baca Juga: Praktik Penjualan Ginjal Sindikat TPPO Libatkan Oknum Polisi dan Petugas Imigrasi, Korban Sudah Diobservasi

Hanya saja ia menyebut salah satunya adalah 'partai kuning'.

Sayangnya, Ivan tak menjelaskan bahwa partai kuning yang dimaksud itu apakah benar Partai Golkar atau bukan.

"Yang paling dekat partai warna kuning," bebernya.

 

Kembali ke Jalan yang Benar

Sementara, pimpinan Ponpes Al Islam, KH. Muhamad Syah Alam Ridwan, menyebut sudah waktunya Kabupaten Purwakarta kembali menyandang Kota Santri.

Baca Juga: Hasil Korea Open 2023: Ganyang Duo Malaysia, Fajri Tembus Semifinal

Yakni, kota agamis sesuai dengan kultur yang sudah terbangun di kabupaten ini.

Untuk mewujudkan harapan tersebut, perlu adanya gerakan perubahan dari segenap masyarakat Purwakarta.

"Untuk itu, Purwakarta harus dikembalikan ke jalan yang benar, sesuai dengan kehendak para pendiri kabupaten ini," tegasnya.

Baca Juga: Nasdem, Demokrat dan PKS tak Cukup Kuat Tolong Anies Hadapi Prabowo dan Ganjar

"Kita akan mengajak seluruh masyarakat agar mendukung gerakan perubahan ini," tandas Kiai Ridwan.

 

Anne tunggu Golkar  

Sebelumnya, Anne Ratna Mustika menyatakan siap kembali maju di Pilkada Purwakarta 2024 mendatang.

Akan tetapi, sampai saat ini dirinya masih menunggu perintah dari DPP Partai Golkar.

Baca Juga: Bongkar Bobroknya Doktrin Panji Gumilang, Eks Wali Santri Al Zaytun Akui Dirinya Kerap Diteror Mau Dibunuh

Jika memang Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menintahnya, Anne pun siap.

"Kalau diperintah saya siap. Kalau tidak, juga saya siap," kata Anne pada Selasa, 21 Maret 2023.

Anne juga bercerita sudah bertemu Airlngga belum lama ini di Jakarta.

Baca Juga: Ayah David Singgung Restitusi Rp120 Miliar, Pihak Mario Dandy Sambat 'Miskin' Aset Dibekukan KPK

Akan tetapi saat itu sama sekali tidak ada pembicaraan soal terkait Pilkada Purwakarta dan DPD Golkar Purwakarta.

Hanya saja Anne mengaku mendapat pesan agar mesin partai terus bekerja.

Menilik pada pernyataan Ivan Kuntara, apakah itu berarti ia akan bersaing dengan Anne Ratna Mustika berebut restu dari Partai Golkar?***