POJOKSATU.id - Kekuatan politik Anies Baswedan sampai saat ini masih belum bisa membuatnya bersaing ketat di Pilpres 2024 mendatang.

Apalagi jika sampai harus berhadapan dengan Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo.

Sebab, Koalisi Persatuan untuk Perubahan (KPP) yang mengusung Anies sebagai capres 2024, masih tidak cukup kuat.

Baca Juga: Bongkar Bobroknya Doktrin Panji Gumilang, Eks Wali Santri Al Zaytun Akui Dirinya Kerap Diteror Mau Dibunuh

KPP sendiri sampai saat ini terdiri dari 3 partai politik.

Ketiganya yakni Partai Nasdem, Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Lalu, apa yang dibutuhkan Anies Baswedan agar bisa berhadapan dengan Prabowo dan Ganjar di Pilpres 2024?

Baca Juga: Ayah David Singgung Restitusi Rp120 Miliar, Pihak Mario Dandy Sambat 'Miskin' Aset Dibekukan KPK

Jawabannya adalah, partai besar.

Dan yang paling memungkinkan untuk ikut mendukung Anies adalah Partai Golkar.

Demikian ulasan pengamat politik Efriza menilai kekuatan dan kondisi terkini KPP dan Anies Baswedan.

Baca Juga: Dewi Perssik Tegaskan Perawan sebelum Menikah, Sebut Saipul Jamil Selingkuh dengan Pria saat Belum Bercerai

Menurut Efriza, partai berlambang pohon beringin itu bisa memberikan efek elektoral dan membantu mesin politik pemenang Anies.

"KPP butuh dukungan partai lain, partai besar seperti Golkar, bisa mengangkat elektoral Anies Baswedan," kata Efriza dihubungi di Jakarta, Jumat 21 Juli 2023.

Menurutnya, Golkar yang menduduki posisi ketiga pada Pemilu 2019 menjadi bekal pemenangan sekaligus bisa mencomot suara poros lain.

Baca Juga: Balas Dituding Gay, Saipul Jamil Minta Dewi Perssik Ingat Dosa Sendiri, Ungkap Berhubungan Badan sebelum Nikah

Poros lain yang dimaksud Efriza adalah koalisi PDIP dan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) yang diisi Gerindra dan PKB.

"Dengan peringkat ketiga, Golkar memiliki kekuatan seimbang menghadapi 2 koalisi lainnya yang diinisiasi oleh partai peringkat 1dan 2," paparnya.

Di samping itu, Golkar saat ini berpeluang memengaruhi KPP yang belum memiliki sosok cawapres.

Baca Juga: Pernikahannya Terus Dikaitkan dengan Sang Mantan, Denny Caknan Tegaskan Putus dari Happy Asmara Setahun Lalu

Ditambah, Airlangga Hartarto selaku Ketua Umum Partai Golkar juga dinilai Efriza punya peluang kecil diterima poros PDIP dan KKIR.

"Dengan bergabungnya Golkar, juga menguntungkan bagi KPP, yaitu memperluas menggaet pemilih yang pro pemerintah. Dan Airlangga masih punya peluang jadi cawapres," terang Efriza.

Di sisi lain, konstituen Partai Golkar tidak beririsan dengan Partai Nasdem.

Baca Juga: Eks NII Al Zaytun Bongkar Doktrin Panji Gumilang, Orang Tua Santri seperti Dihipnotis Infak Rp300 Juta

"Itu karena Nasdem juga tidak punya resistensi dengan Golkar. Berbeda dengan Partai Demokrat dan PKS, karena latar irisan konstituen yang sama antara Nasdem dan Golkar," tuturnya.***

Reporter: Mufit