POJOKSATU.ID - Belakangan ini media sosial diramaikan satu topik yang terasa sangat “relate” bagi generasi muda pendaftaran kerja bergengsi yang datang hampir bersamaan.

Mulai dari rekrutmen BUMN, seleksi CPNS, lowongan OJK, hingga program prestisius PCPM Bank Indonesia, semuanya seperti hadir dalam satu siklus yang bikin Gen Z… ya, sedikit kewalahan.

Timeline X, TikTok, sampai Instagram penuh unggahan soal tes, tips lolos administrasi, hingga curhatan gagal seleksi.

Ada yang bercanda, ada juga yang benar-benar stres menghadapi persaingan ketat.

Baca Juga: Kejutan di Kudus! 79 PPPK Siap Diterjunkan ke Koperasi Desa, Ini Posisi dan Nasib Gajinya

“Baru selesai satu tes, eh buka lagi pendaftaran lain,” tulis salah satu pengguna media sosial. Duh, napas dulu nggak sih?

Bagi Gen Z, terutama fresh graduate, periode pembukaan rekrutmen instansi besar kini terasa seperti musim tahunan.

Setiap kali pengumuman muncul, ribuan bahkan jutaan pelamar langsung menyerbu portal pendaftaran.

BUMN menawarkan stabilitas karier, CPNS menjanjikan status aparatur negara, OJK dikenal prestisius di sektor keuangan, sementara PCPM BI dianggap jalur elite menuju bank sentral.

Baca Juga: Tak Ada PHK! Pemkab PALI Tegaskan Nasib PPPK Aman, Skema Paruh Waktu Jadi Solusi

Kombinasi ini menciptakan fenomena unik: satu generasi berlomba di jalur yang hampir sama dalam waktu berdekatan.

Hmm… bukan sekadar mencari kerja, tapi seperti ikut “maraton seleksi nasional”.

Kenapa Gen Z Ikut Ramai-ramai?

Ada beberapa alasan kuat mengapa Gen Z begitu antusias mengikuti berbagai seleksi tersebut.

1. Stabilitas Karier Jadi Prioritas

Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan tren PHK di sektor swasta, pekerjaan dengan stabilitas tinggi menjadi incaran utama.

Instansi negara dianggap menawarkan keamanan jangka panjang.

2. Prestige dan Status Sosial

Tidak bisa dipungkiri, lolos BUMN, CPNS, OJK, atau BI masih dianggap pencapaian besar.

Label institusi ternama memberikan kebanggaan tersendiri.

3. Pengaruh Media Sosial

Konten “study with me”, tips SKD CPNS, hingga vlog peserta PCPM BI membuat banyak anak muda merasa terdorong ikut mencoba.

Baca Juga: Musim Kemarau Datang, Kebakaran Hutan Mulai Makan Korban di Gunung Putri Bogor! Daerah Mana Lagi yang Rawan?

Efek FOMO alias fear of missing out pun muncul.

“Teman daftar semua, masa aku nggak?” kalimat ini jadi sangat umum terdengar.

Namun di balik antusiasme itu, ada sisi lain yang mulai banyak dibicarakan tekanan mental.

Gen Z sering menghadapi siklus berulang, daftar, belajar, tes, gagal, lalu mencoba lagi di seleksi berikutnya.

Baca Juga: ASN Kabupaten Bogor Wajib WFO Senin–Kamis, Jumat WFH! Aturan Baru Absensi dan Transportasi Bikin Kaget

Proses ini bisa berlangsung bertahun-tahun.

Sebagian mengaku merasa tertinggal ketika melihat teman lain sudah lolos lebih dulu.

Apalagi hasil seleksi sering diumumkan secara terbuka, membuat perbandingan sosial sulit dihindari.

Ya, rasanya campur aduk. Antara harapan besar dan realita persaingan super ketat.

Jumlah pelamar yang terus meningkat menjadi faktor lain yang membuat fenomena ini semakin ramai.

Satu posisi kerja bisa diperebutkan ribuan kandidat dengan latar belakang pendidikan unggulan.

Hal ini membuat banyak Gen Z akhirnya mengikuti beberapa seleksi sekaligus sebagai strategi memperbesar peluang.

Logikanya sederhana makin banyak daftar, makin besar kemungkinan lolos.

Meski begitu, strategi ini juga memicu kelelahan fisik dan mental karena jadwal tes sering berdekatan.

Baca Juga: Tiga Anggota TNI Gugur di Lebanon Diserang Israel, Prabowo Didesak Minta PBB Gelar Sidang Darurat

Fenomena ini sebenarnya menunjukkan perubahan cara pandang Gen Z terhadap dunia kerja.

Mereka cenderung lebih realistis dan strategis dalam memilih karier.

Alih-alih hanya mengejar passion, banyak yang mulai menyeimbangkan antara minat pribadi dan keamanan finansial.

Menariknya, sebagian Gen Z juga mulai melihat proses seleksi sebagai pengalaman belajar, bukan sekadar hasil akhir. Gagal satu seleksi bukan berarti akhir segalanya.

Baca Juga: Beras ASN Tak Kunjung Datang, Pemda TTU Ubah Tunjangan Jadi Uang Mulai April 2026

“Ya udah, next batch lagi,” begitu kata yang sering muncul di kolom komentar.

Siklus pendaftaran BUMN, CPNS, OJK, hingga PCPM BI kemungkinan akan terus menjadi fenomena tahunan.

Selama peluang karier stabil tetap menjadi kebutuhan utama, antusiasme Gen Z pun sulit surut.

Yang berubah hanyalah cara mereka menyikapi prosesnya: lebih terbuka, saling berbagi pengalaman, dan menjadikan perjalanan karier sebagai proses panjang, bukan lomba cepat.

Dan mungkin, di balik semua keramaian ini, ada satu pelajaran penting mencari pekerjaan hari ini bukan lagi soal siapa paling pintar, tapi siapa paling tahan mencoba.***