POJOKSATU.id - Prof Edward Omar Sharif Hiariej mengaku kagum dengan sosok Jessica Wongso dalam kasus kopi sianiada yang menewaskan Mirna Salihin.
Kekaguman saksi ahli pidana dalam kasus kopi sianida itu merujuk pada sikap tenang dan kalem yang ditunjukkan Jessica Wongso selama ini.
Padahal, Jessica Wongso diputuskan sebagai pembunuh Mirna Salihin dalam kasus kopi sianida.
Baca Juga: Polda Jabar Segera Umumkan Status Hukum Tamara Bleszynski Terkait Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik
Saat ini, Jessica pun tengah menjalani masa hukuman atas vonis 20 tahun penjara yang dijatuhkan sampai tingkat Mahkamah Agung atau MA.
Bahkan sampai 2 kali peninjauan kembali atau PK di MA, Majelis Hakim yang berbeda-beda itu tetap menjatuhkan vonis yang sama.
Dalam setiap penampilannya, Jessica memang selalu menunjukkan sikap yang santai, tenang dan kalem.
Hahkan ketenangan dan kekaleman Jessica itulah yang sampai membuat Prof Edward Omar Sharif Hiariej mengaku memiliki kekaguman pada sosok sahabat Mirna Salihin tersebut.
Padahal saat itu, Jessica tengah menghadapi tekanan yang begitu besar atas kasus yang menjerat dirinya.
Sikap tenang dan kalem itulah yang mendasari asumsi publik bahwa Jessica bukan pembunuh Mirna Salihin.
Baca Juga: Bukan Hanya Karena Populer, Ini Alasan Ayah Azizah Salsha Setujui Pratama Arhan sebagai Menantu
Kekaguman Prof Edward Omar Sharif Hiariej itu diungkap dalam video podcast Deddy Corbuzier, sebagaimana dikutip Pojoksatu.id.
"Dia luar biasa. Dia bisa menyembunyikan itu dengan tenang," ucap Prof Edward.
Sosok yang kini menjabat sebagai Wamenkumham ini lantas mengungkap hasil pemeriksaan kejiwaan yang dilakukan terhadap Jessica.
Yang melakukan pemeriksaan kejiwaan itu adalah dokter Natalia, ahli psikiatri forensik, yang dituangkan di dalam BAP.
"Bahwa orang ini memang sangat tenang, ya innocent lah. Merasa tidak bersalah, itu luar biasa loh," sambungnya.
Ketenangan yang dimiliki Jessica Wongso itu bahkan disebutnya terjadi pada 1 antara jutaan orang.
Dimana seseorang bisa dengan sangat mudah menyembunyikan perasaannya dan seolah-olah tidak bersalah.
Baca Juga: Penertiban Lapak Pedagang Warpat di Puncak Bogor akan Direlokasi ke Gunung Mas
"Itu mungkin satu di antara sekian juta orang, karena saya yakin dia pelakunya, tapi dia bisa menyembunyikan itu," kata dia.
"Bisa memperlihatkan innocence-nya dan seakan tidak bersalah. Itu, luar biasa," lanjutnya.
Dari perbincangan itu, Deddy Corbizier lantas menanyakan apakah bisa Jessica Wongso adalah seorang pemain watak.
Baca Juga: Rahasia di Balik Gambar Ilusi Optik Sipitkan Mata yang Viral di Media Sosial dan Cara Membuatnya
Akan tetapi Prof Edward lebih sependapat bahwa Jessica Wongso memiliki kepribadian ganda.
Hal itu didasarkan pada hasil pemeriksaan yang dilakukan psikolog dan psikiater.
Baca Juga: Gak Kapok Masuk Penjara, Masriah Kembali Buang Sampah di Depan Rumah Wiwik
"Kalau melihat keterangan dari psikolog maupun psikiater, ya memang dia memiliki kepribadian ganda," ungkap dia.
Kepribadian ganda Jessica itu bahkan disebut Prof Edward bisa menjadi sebuah kekerasan meski tanpa ada alasan sekalipun.
"Dia bisa baik banget, tapi bisa juga tiba-tiba tanpa alasan melakukan tindak kekerasan," beber Prof Edward.
Untuk diketahui, kasus kopi sianida Jessica Wongso ini terjadi pada awal Januari 2016 silam.
Saat ini, Jessica juga tengah menjalani vonis 20 tahun penjara karena diputus bersalah membunuh sahabatnya sendiri, Mirna Salihin.
Yang menarik dalam kasus ini, mulanya Jessica jadi pusat cemooh dan makian publik.
Baca Juga: PP Muhammadiyah Desak PBB Ambil Langkah Konkret Hentikan Perang Israel-Hamas Palestina
Itu karena itu dianggap sebagai pembunuh berdarah dingin dan psikopat.
Hal itu mengacu pada sikapnya yang selalu tenang dan lempeng, serta tetap bersikukuh tidak membunuh Mirna Salihin.
Namun setelah film dokumenter Ice Cold Murder, Coffee and Jessica Wongso resmi dirilis pada 28 September 2023 lalu, pandangan publik berubah.
Baca Juga: Cara Cek Gaji PPPK Kemenag 2023, Lulusan S1 Rp 10 Juta Per Bulan
Publik kini meyakini pelaku pembunuhan Mirna Salihin bukan Jessica Wongso.***

