POJOKSATU.id - Kepercayaan publik terhadap Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN (Badan Gizi Nasional) cukup rendah.

Mayoritas publik bahkan tidak yakin timses Prabowo Subianto di Pilpres 2019 itu bisa mengembalikan kepercayaan publik terhadap BGN usai penangkapan Dadan Hindayana.

Hal itu tercermin dalam hasil polling Indo Satu Media Group yang digelar selama periode minggu pertama dan kedua Juni 2026 melalui platform Instagram dan TikTok

Sembilan media di bawah naungan Indo Satu Media Group menggelar polling secara serentak.

Baca Juga: Hasil Polling: 72 Persen Publik tak Yakin Nanik S Deyang Bisa Tuntaskan Carut Marut Program MBG, BGN Banyak Ruwetnya, Transparansi Anggaran Gulita

Yakni Pojoksatu.id. Pojok Seleb, Metropolitan.id, Metrobogor, Radar Bandung, Radar Cianjur, Radar Bekasi, Radar Sukabumi, Radar Depok.

Pada minggu pertama, polling dengan enam pertanyaan menjaring total 5.083 responden.

Hasil polling juga sudah lebih dulu ditayangkan di kanal Pojoksatu.id sebelumnya.

Sedangkan polling minggu kedua melontarkan sembilan pertanyaan dengan total responden mencapai 28.196.


Keraguan Publik

Diakui atau tidak, jika bicara tentang sengkarut di BGN maupun MBG, maka akan ada daftar teramat panjang yang jadi perkerjaan rumah berat bagi Nanik S Deyang.

Baca Juga: Firdaus Oiwobo Anggap Tiyo Ardianto Hina Prabowo dan Gibran, Hari Ini Saya Sikat Dia

Namun faktanya, publik ternyata juga tidak memiliki keyakinan pengganti Dadan Hindayana itu bisa menuntaskan sengkarut di BGN maupun program MBG.

Hal itu terpotret pada pertanyaan "Apakah Anda yakin Kepala BGN yang baru, Nanik S. Deyang dapat menuntaskan berbagai persoalan yang terjadi dalam program MBG?".

Hasilnya, dari total 1.533 responden, mayoritas publik sebanyak 1.116 atau 72,80 persen memberikan jawaban "tidak yakin".

Sementara mereka yang yakin pada kapasitas den kompetensi Nanik S Deyang hanya sebanyak 417 responden atau 27,20 persen saja.

Hal ini berbanding lurus dengan hasil polling minggu pertama Juni 2026.

Dimana sebanyak 65,34 persen publik menilai penunjukan mantan jurnalis dan timses Prabowo Subianto di Pilpres 2019 jadi Kepala BGN itu adalah "keputusan kurang tepat".

Fakta lainnya, sebanyak 68,82 persen publik mengaku "tidak yakin" Nanik S Deyang bisa membawa perubahan positif pada tata kelola BGN dan program MBG.

Baca Juga: Total Pengadaan Rp1,03 T, Ribuan Motor Listrik MBG di Bogor Disegel Kejagung, Gudang Lain Dicari


Tidak Kompeten

Keraguan publik bukan hanya ditujukan kepada Nanik S Deyang semata, melainkan juga para pejabat dan petinggi BGN.

Sebab berdasarkan hasil polling, publik menilai orang-orang tersebut "tidak kompeten".

Dari rotal 1.463 responden, sebanyak 1.262 atau 86,26 persen memberikan jawaban "tidak kompeten" ketika ditanya "Menurutmu, apakah orang-orang yang ada di BGN saat ini sudah kompeten dengan kebutuhan serta posisi jabatan yang diemban?".

Sedangkan publik yang menjawab "sudah kompeten" sangat terpaut jauh, yakni hanya sebanyak 201 atau 13,74 persen saja.

Baca Juga: MBG Tak Bisa Dihapus, Qodari Sebut SPPG akan Dibagi Tiga Kelas Mulai Bagus hingga Kurang Bagus

Artinya, meski ada sejumlah 'wajah baru', ternyata belum bisa meyakinkan publik akan kompetensi yang sesuai dan dibutuhkan.

Hal ini disebabkan lantaran orang-orang baru tersebut memiliki latar belakang yang cukup jauh atau tidak berkaitan dengan gizi maupun program MBG.


Pesimistis

Nada minor alias pesimistis publik juga tergambar jelas terkait 'prediksi masa depan' BGN sepeninggal Dadan Hindayana.

Lagi-lagi, sosok Nanik S Deyang yang merupakan 'orang dekat' Prabowo Subianto itu juga diragukan publik.

Dalam polling ini, 1.269 responden dihadapkan pertanyaan "Mampukah Nanik S. Deyang mengembalikan kepercayaan publik terhadap BGN usai penangkapan Dadan Hindayana?"

Hasilnya, sebanyak 927 atau 73,05 persen publik memberikan jawaban "sulit dilakukan".

Sementara publik yang memiliki keyakinan Nanik bisa membawa perubahan positif di tubuh BGN dengan menjawab "ya, mampu" hanya sebanyak 342 responden atau 26,95 persen.

Ini berarti bahwa pekerjaan rumah dan tantangan yang harus dihadapi Nanik S Deyang Cs di BGN dan program MBG cukup menggunung.

Baca Juga: Tiyo Ardianto Dilaporkan ke Polisi Pasal Penghasutan MBG yang Merupakan Program Prioritas Prabowo

Namun yang perlu diingat, sebagai lembaga yang mengelola anggaran paling jumbo se-Indonesia, tentu saja membuat publik mematok tuntutan besar.

Terlebih kekinian, suara dan tuntutan penghentian program MBG pun makin banyak dilontarkan.

Terkiat hasil polling ini, tim Indo Satu Media Group juga sudah melakukan konfirmasi langsung kepada Nanik S Deyang melalui sambungan telepon maupun chat Whatsapp.

Baca Juga: Meski AS dan Iran Dikabarkan Segera Damai, Kapal Ekspedisi Masih Enggan Lewati Selat Hormuz

Namun sampai saat hasil polling ini diterbitkan, Nanik S Deyang sama sekali belum memberikan respon, mengangkat telepon maupun membalas pesan Whatsapp.***