POJOKSATU.id – Imbauan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk menghemat penggunaan gas LPG di tengah krisis energi justru memicu respons unik dari warganet di media sosial.
Pernyataan Bahlil yang mengajak masyarakat menggunakan energi secara bijak menjadi perbincangan hangat dalam beberapa hari terakhir.
Dalam keterangannya, ia menekankan pentingnya penghematan, termasuk dalam penggunaan gas LPG saat memasak.
Baca Juga: MQ Iswara: Mudik Lebaran 1447 H Lancar, Puncak Arus Balik Diprediksi Terjadi 29 Maret
“Saya menyarankan agar kita memakai energi dengan bijak. Yang tidak perlu, jangan digunakan,” ujar Bahlil, Jumat (27/3/2026).
Ia bahkan mencontohkan hal sederhana seperti memastikan kompor dimatikan setelah masakan matang agar tidak boros gas.
Dari Imbauan Jadi Konten Viral
Menariknya, imbauan tersebut tidak hanya ditanggapi serius, tetapi juga direspons dengan gaya kreatif oleh warganet.
Baca Juga: Korlantas Bakal Perluas Jalur Satu Arah Nasional dari KM 390 Kendal hingga KM 70 Tol Cikatama
Salah satunya datang dari kreator konten Alfonshin Bayora, yang justru mengemas pesan hemat energi dalam bentuk video satire.
Dalam unggahannya, ia memperlihatkan kebiasaan “lalai” saat memasak, seperti meninggalkan kompor menyala saat melakukan aktivitas lain.
Satire yang Kena di Publik
Alih-alih sekadar mengkritik, konten tersebut justru menyindir kebiasaan sehari-hari yang sering dianggap sepele.
Alfon kemudian menunjukkan perubahan perilakunya, dengan mematikan kompor lebih cepat sebagai bentuk kesadaran baru.
Ia bahkan menyebut dirinya sebelumnya “boros gas” sebelum memahami pentingnya efisiensi energi.
Edukasi Lewat Humor
Fenomena ini menunjukkan bagaimana pesan pemerintah bisa diterjemahkan ulang oleh publik menjadi konten yang lebih ringan dan mudah dipahami.
Pendekatan humor dan satire justru membuat pesan lebih cepat menyebar dan diterima.
Terbukti, video tersebut telah mendapat ratusan ribu tanda suka dan menjadi bahan diskusi di media sosial.
Antara Kritik dan Kesadaran Baru
Di satu sisi, respons warganet menunjukkan adanya kritik terselubung terhadap imbauan pemerintah.
Namun di sisi lain, hal ini juga menjadi tanda bahwa kesadaran masyarakat terhadap penghematan energi mulai tumbuh, meski lewat cara yang tidak konvensional. ***



